I'm yours

I'm yours
03



 


"Dhifa, loe duduk di belakang aja ya. bareng Jessie sama Sarah!". kata Reno keras tanpa melihat ke arah belakang.


"Dhifa, jawab dong!". kata reno menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah belakang.



"loh, Dhifa mana?" tanya Reno kepada jessi dan Sarah.



"loh, kok nggak ada." job Jessy dan Sarah keheranan. "gue jamin deh barusan dia masih ada di belakang gue, tapi kok sekarang nggak ada". kata Sarah keheranan.



" buktinya mana? dia nggak ada kan. Ini salah lu juga sih, nggak becus ngawasin dia. Liatkan, gagal deh kita belanja barang\\-barang brend di mall mahal." kata Reno emosi.



" udah Ren, mending kita cari dia dulu yuk. Paling dia enggak jauh dari sini. loe tau sendiri kan Dia lagi sakit, jadi kita masih punya waktu buat ngebujuk dia balik, yuk!" Kata Raisa lembut kepada sang pacarnya, Reno brestama.



" ketika mereka sedang berjalan balik untuk mencari Dhifa. sebuah mobil bermerek mahal yang berwarna hitam dengan les silver di beberapa bagian melaju dengan kecepatan sedang melewati mereka.



" Oh my God, tadi gue lihat dia." kata sarah dengan telunjuknya yanv ditunjuk tunjuk ke arah mobil yang melaju tadi.


 


" Iya gue juga lihat dia." kata jessie menimpali.


 


" di mana dia?" tanya Reno berjalan mendekati jessie dan Sarah. Sedangkan jessi dan Sarah masih antusias melihat mobil yang melaju melewati mereka tadi.


" lu liat sendiri tadi kan, Dave liat gue!😆". kata jessie teriak teriak antusias.



" Nggak mungkin deh ya!!! tadi itu dave kan ngeliat gue. secara fisik ni ya, gue tuh lebih cantik dari loe!!😌." kata Sarah bangga.



Mereka berdua sibuk bertengkar tanpa memperdulikan Reno yang kini sedang menahan amarahnya di samping mereka berdua. Sedangkan Raisa sendiri sedang sibuk dengan pemikirannya yang tak karuan.



\*Kok gue merasa kayak ada yang janggal ya\*. batin Raisa menerka.



\*\*DIAMMMM!!!😠\*\*



Sontak mereka bertiga tak terkecuali Raisa, Semuanya ikut terkejut mendengar teriakan dari Reno.



" gue mau nanya nih kita balik lagi ke sini buat ngapain hah tanya Reno emosi. sedangkan yang ditanya hanya terdiam seribu bahasa dengan wajah mereka yang ditekuk ke bawah.



~♥~



" bangun, kita udah aman sekarang!" kata david seraya menaikkan kaca mobilnya ketika melewati pintu gerbang SMP 2 Archanel World, yaitu sekolah high Quality yang dihuni oleh anak\-anak para konglomerat.



Back to the point, tetapi yang disuruh malah tidak merespon apa\-apa. "bangun dhif, udahan ya main petak umpetnya. Gimana kalau gue traktirin es krim vanila nih? mau gak?" tanya david merayu dhifa.



" Nggak mau!!!" Tolak dhifa dengan suaranya yang parau. Dan hal itu membuat david menghela nafasnya dengan panjang.



*Mending gue biarin aja dulu ya, ntar juga dia baikan sendiri*. batin david pelan.



**10 menit kemudian**,,,



kata David memegang pundaknya Dhifa.


" hah? praktek? maksudnya?" kata dhifa bangun dan melihat keluar melalui kaca mobil.



" Dave, ini dimana?" kata Dhifa seraya menatap mata david dengan mata sembabnya.



Bukannya menjawab, david malah tersenyum lembut ke arah dhifa dan tangannya kini terangkat untuk menghapus jejak air mata Dhifa yang masih membekas di pipi dhifa.



" maaf, loe nangis lagi gara\-gara gue" kata david setengah berbisik tepat di depan wajahnya Dhifa. Sedangkan Dhifa hanya mematung seketika karena merasakan desiran aneh di tubuhnya.



*BLUSH*,,,



Buru\-buru Dhifa mengalihkan wajahnya kesamping kiri, beralih menatap luar dari jendala sebelahnya duduk. Pastinya dengan jantung kini mulai berdetak tak karuan.



kini Diva berani bertaruh kalau mukanya sekarang sudah semerah kepiting rebus. Bahkan LEBIH dari itu.😩



Melihat perubahan warna pada wajahnya Dhifa, membuat David tersenyum SANGAT lebar. Ia hanya menghela nafas panjang dengan senyumnya yang masih sama sebelum membuka pintu mobil dan keluar untuk mengucapkan salam kepada seseorang di seberang parkiran.



ketika mendengar suara pintu mobil terbuka, memuat Dhifa melirik diam\-diam kearah kursi pengemudi, tempat David menyetir mobilnya. Dan yap! David telah melangkah keluar dari mobil dan hal itu sukses membuat paru\-paru Dhifa dapat kembali terisi dengan oksigen. sekarang Diva hanya menutup matanya sejenak dengan mulutnya Yang Terus melontarkan sumpah serapah untuk David dan jangan lupa tangannya yang bergerak naik turun mengusap pelan jantungnya agar Berhenti Berdetak cepat.



*CEKLEK*!



tiba\-tiba pintu di sebelah Dhifa terbuka oleh tarikan seseorang di luar mobil, oleh seseorang cowok yang berisis Hazel dengan tingginya sekitar 167 cm berperawakan handsome dengan kerah baju sekolahnya yang sedikit terbuka di bagian atas. Ia kembali tersenyum lebar ketika melihat wajah Diva yang terlihat menggemaskan baginya.



cowok tersebut hanya berdiri tegak dengan lengannya yang kini ditumpukan di kerangka pintu mobil, menunggu cewek di depannya selesai berkomat\-kamit tentang dirinya.



Merasa ada angin yang bertiup menerpa pelan rambu\-rambu depannya membuat Dhifa heran dengan posisi matanya yang masih terpejam.



*Dinginnya*. batin Diva heran.



Karena keheranan, lantas Dhifa membuka sebelah matanya dan melirik pelan kearah pendingin mobil.



*Mati! mungkin angin luar. Tapi kan gue nggak buka kaca jendela. Masa iya itu angin bisa menyelinap masuk. kayak maling aja*🤔.batin Diva dengan kedua matanya yang mulai terbuka lebar.



Ketika ia menoleh ke arah kiri, kepalanya secara tak sengaja menabrak keras dada bidangnya david yag sedang berdiri bertumpu dikerangka pintu mobil.



" Buruan oi keluar! " kata David datar karena berusaha menyembunyikan tawanya. Lalu ia melangkah pergi meninggalkan Dhifa yang masih kesakitan kejedot karena menabrak keras dada bidangnya David.


 


Sedangkan Dhifa hanya mendecak kesal karena perlakuan datar David.



"*Bodyguard menyebalkan*." Gumam Dhifa kesal seraya keluar dari mobil.



~♥~