
Lalu Angre membalikkan tubuh Lea agar menghadap kearahnya. Pria itu memegang dagu Lea dan mengecup keningnya.
" Anggap saja aku sebagai sahabat mu, jika kau nyaman dengan hal itu," kata Angre menatap mata Lea.
Lea tersenyum pada Angre lalu berkata.
" Kalau aku hanya menganggap mu sebagai sahabat. Aku tidak akan pernah melayani mu di ranjang, karena tak mungkin kan aku bercinta dengan sahabat ku sendiri?" sahut Er yang membuat Angre tertawa pelan dan mencubit gemas pipi Lea.
" Ohhh my. sepertinya aku salah menawarkan itu." Lea tertawa mendengar ucapan Angre.
Lalu mengalungkan tangannya dileher Angre.
Mereka saling menatap dengan kening yang saling menempel.
" Kau berjanji akan mengabulkan keinginan ku, kan?" kata Lea.
" Hmmm. Itu bukan hanya keinginan mu, tapi juga mimpi ku," sahut Angre dengan hidung yang saling bersentuhan dengan hidung mancung Lea.
Lalu Angre mendekatkan bibirnya pada bibir Lea. Dia mencium bibirnya dengan sangat lembut.
Lea tak menolak, wanita itu akan mencoba menerima pernikahan ini dan menjalani pernikahan yang sesungguhnya meskipun dia tak punya perasaan pada Angre.
Ciuman yang semulanya lembut dan perlahan kini berubah menjadi ciuman yang menggebu dan menuntut.
" Hemmp," desah Lea dalam ciuman itu.
Lalu Angre mengangkat tubuh Lea dan berjalan menuju kamar nya dengan bibir yang saling bertautan.
Angre menurunkan Lea di sebelah ranjang dan membuka resleting gaun yang dipakai oleh Lea.
Kini tubuh Lea telah lolos dari gaun berat itu. Angre melepaskan ciumannya dan menatap tubuh molek sang istri yang kini hanya tersisa penutup segitiga di bagian bawahnya.
" Your so seksi," kata Angre menatap Er.
Er tersenyum dan langsung mencium bibir angre lagi. Tangan nya mulai membuka jas serta kemeja pria itu.
Dan terakhir dia melepaskan ikat pinggang Angre dan membuat celana bahan itu lolos seketika.
Angre tersenyum miring melihat tangan Lea yang bergerak cepat.
" Tangan mu cukup gesit," kata Angre melepaskan ciumannya.
Pria itu langsung mendorong tubuh Lea ke ranjang dan dia langsung menindih nya.
Dia langsung menghujani ciuman di seluruh tubuh mulus Lea dan meninggalkan tanda merah disana.
Lea menggeliat saat menerima setiap kecupan yang mendapat di tubuhnya.
Wanita itu seolah sudah menemukan pengganti Leon.
Dan dia akan membuka hatinya untuk sang suami dan melupakan Leon. Meskipun itu akan sulit untuk nya.
" Aaakkkhhh ...." Lea terpekik saat Angre sudah mendarat kan ciumannya di daerah terlarang miliknya.
Tubuhnya meliuk-liuk dengan tangan yang mencengkram erat sprei di bawah nya.
Kini tiba saat penyatuan mereka. Angre menggerakkan pinggulnya secara perlahan karena ini adalah yang pertama bagi Lea.
Matanya saling bertautan. Lea melihat begitu besar cinta Angre padanya hanya melalui tatapan matanya saja.
" Ahh ... Ahh ...." Suara ******* mereka terdengar bersahut-sahutan di dalam kamar yang semulanya sunyi.
Angre melanjutkan kegiatannya ketika mendapatkan lampu hijau dari Lea. Wanita itu begitu yakin ingin memberikan kehormatannya pada pria yang kini sudah resmi menjadi suami nya.
Dia memang belum mencintai Angre. Tapi dia tahu bahwa pria itu sangat mencintai nya dengan tulus. Lea sudah cukup nyaman dengan sahabat yang kini sudah menjadi suami nya.
Wanita itu sangat tahu perasaan Angre karena memang sejak pertama berkenalan dengan nya, pria itu terus menunjukkan perasaan nya meskipun dia tak pernah mengungkap kan nya.
Maka dari itu dia sangat yakin ingin memberikan hak Angre atas dirinya. Termasuk kehormatannya.
" Oohhh ... Alea. I love you so much," kata Angre ketika sudah mendapatkan puncaknya.
Pria itu semakin menekan miliknya masuk dan menumpahkan benihnya di dalam rahim Lea.
Dia merebahkan tubuhnya di samping wanita itu dan memeluk tubuh Lea. Tangan nya mengusap-usap perut rata Lea.
" Thank you, Beby. Aku harap kau segera hamil agar kau tak akan pernah pergi dari ku," kata Angre mengecup bahu Lea yang terbuka.
" Ya. Semoga kita akan segera memiliki keluarga yang utuh," sahut Lea tersenyum.
" I love you," ucap Angre.
" Aku tahu. Jangan terus mengatakan hal itu karena aku bosan mendengar nya," sahut Lea ketus dan membalikkan tubuhnya membelakangi Angre.
" Oh my, baru beberapa kali aku mengatakan nya kau sudah bosan?" sahut Angre sambil tersenyum.
" Shut up. Aku ingin tidur," kata Lea memejamkan matanya.
" Bersihkan dulu tubuh mu, Beby," kata Angre melepaskan pelukannya dan bangkit dari ranjang.
" Tidak, aku sudah mengantuk," sahut Lea menutup tubuhnya dengan selimut.
Lalu tanpa basa-basi Angre mengangkat tubuh Lea menuju kamar mandi.
" Angre ... aku mengantuk. Jika aku menyentuh air maka kantukku akan hilang dan aku tak bisa tidur," kata Lea.
" Aku akan menemani mu jika kau tak bisa tidur. Kita akan bercinta semalaman sampai kau lelah dan tertidur," ucap Angre menurunkan Lea di bawah shower.
Pria itu berlutut dan membersihkan area pangkal paha Lea yang terdapat darah yang menempel disana.
" Aku bisa membersihkan sendiri, Angre," kata Lea malu karena Angre melihat miliknya yang terdapat tanda merah disana.
" Tidak. Ini ulah ku jadi aku yang akan membersihkan nya," sahut Angre fokus dengan kegiatannya.
" Oh my. Kau berlebihan Angre," kata Lea sambil mengusap keningnya.
" Done." Angre langsung berdiri dan mengecup bibir Lea saat milik Lea kini sudah bersih.
Lalu Angre mengangkat tubuh Lea dan mendudukkan di meja wastafel dan memberikan sikat gigi yang sudah di berikan pasta gigi pada Lea.
Mereka sikat Gigi bersama.
" Kau tak malu padaku?" tanya Angre setelah menyelesaikan acara sikat gigi nya.
" Awalnya malu. Tapi setelah kau berhasil mengambil mahkota ku, aku sudah tidak punya rasa malu lagi padamu," sahut Lea turun dari wastafel dan Angre dengan cepat membantu nya dengan memegang pinggang nya.
Angre tertawa mendengar ucapan absurd dari sang istri.
" Ayo. Aku sudah mengantuk," kata Lea berjalan keluar dari kamar mandi dan berjalan di depan Angre.
Angre berjalan di belakang Lea. Pandangannya tertuju pada bokong sintal Lea yang naik turun dan meliuk seksi di hadapan nya.
PLAK
Angre memukul kedua bokong Lea sambil tertawa.
" Angreee !!!" teriak Lea berbalik menghadap pria yang memukul bokong nya.
Angre tertawa dengan meletakkan kedua tangan di telinga nya.
" Sorry. Bokong mu bergerak indah dan sangat menggoda untuk ku sentuh," sahut Angre.
Lalu Lea merebahkan tubuhnya di ranjang tanpa mengenakan pakaiannya.
" Beby. Kau tak mengenakan pakaian mu?" kata Angre sambil memakai CD nya.
" Tidak. Aku sudah sangat mengantuk," sahut Lea membelakangi Angre.
" Apa mau ku bantu untuk memakai kan nya?" tanya Angre sambil tersenyum miring.
" Tidak. Aku sangat tahu isi otak kotor mu itu," sahut Lea mulai memejamkan matanya.
Angre tertawa mendengar ucapan dari Lea.
" Ternyata dia sangat tahu apa tujuan ku," gumam Angre.
" Shut up!!" tegas Lea.
" Oke ... oke. Tidurlah," kata Angre merebahkan tubuhnya di samping Lea dan memeluknya dari belakang.