I'm yours

I'm yours
24 ( Pernikahan)



CEKLEK


Pintu kamarnya terbuka dengan begitu keras hingga semua yang ada di dalam kamar tersentak kaget.


" Alea ..." panggil Alina yang muncul di balik pintu.


Wanita itu langsung berlari kearah Lea dan memeluk nya. Alina menangis sambil memeluk tubuh sahabatnya itu.


" Aku sudah tahu semuanya. Kau harus kuat Lea. Lupakan pria brengsek itu, kau akan bahagia dengan Angre. Dia sangat mencintai mu," kata Alina sambil terisak.


" Heii ... disini yang di khianati itu aku, tapi malah kau yang menangis? dasar cengeng," kata Lea melepaskan pelukannya.


" Aku ikut merasakan sakit hatimu, Lea. Aku sangat tahu kisah cinta kalian. Tapi apa yang terjadi, mungkin dia bukan takdir mu," ucap Alina sambil menggenggam tangan Lea.


" Hmm. Thank you. Kau memang sahabat ku," kata Lea yang kembali berpelukan dengan Alina.


" Untung nya itu semua terbongkar sebelum pernikahan mu. Jika tidak ... ck ck ck. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi," kata Alina melepaskan pelukannya.


" Wait. Kau kemari dengan siapa?" tanya Lea.


" Kau lupa bahwa Angre adalah sepupu ku? Ya tentu saja aku kemari bersama keluarga ku," sahut Alina.


" Ah ya. Aku lupa hal itu."


Lalu mereka pun keluar dari kamar. Karena acar pernikanan akan di mulai.


Alina mendampingi Alea berjalan kearah Angre yang tampak terpaku melihat kecantikan Alea.


Alea tersenyum pada Angre. Sahabat nya yang sebentar lagi akan menjadi suami nya.


Mereka pun mengucapkan janji suci pernikahan bersama. Dan kini mereka sudah resmi menjadi sepasang suami istri.


Angre memakaikan cincin di jari manis Lea, lalu mengecup punggung tangan nya.


Alea pun melakukan hal yang sama, setelah memakai kan cincin itu di jari manis pria yang kini sudah resmi menjadi suami nya.


Lalu Angre menangkup wajah Lea dan mengecup keningnya.


" Can I kiss you?" tanya Angre menatap mata Lea.


Wanita itu hanya merespon dengan anggukan kepala. Angre pun langsung mencium bibir Lea dan sedikit menyesapnya.


Semua orang yang menyaksikan pernikahan itu bertepuk tangan melihat pasangan yang terlihat saling mencintai itu telah resmi menjadi sepasang suami istri.


" Hiks ... hiks ... aku terharu dengan pernikanan mereka, Mom," kata Alina sambil mengusap air matanya yang menetes.


" Inilah takdir. Tidak ada yang tahu takdir seseorang akan seperti apa, sayang," sahut Abel merangkul bahu putrinya sambil mengusap lengannya.


" Aku tidak mau berpacaran. Aku tidak mau bertunangan. Aku akan langsung menikah saja," kata Alina.


Dev yang berada di sebelah Alina pun menoleh pada sang adik saat mendengar perkataan nya.


" Aku yang akan mencari kan pria untuk mu," kata Dev memberikan ultimatum nya.


" Ya. Aku percaya kakak akan mencarikan pria terbaik untuk ku," sahut Alina.


" Ya. Dan aku akan mendepak semua pria yang mendekati mu nantinya," ucap Dev.


" Ya tidak begitu juga kaakk" sahut Al merengek.


.


Pernikahan pun berlangsung meriah dan tanpa kendala. Tampak semua keluarga menyambut bahagia dan juga terharu.


Kini Lea sedang dalam perjalanan menuju resort yang ada di perbukitan. Sebuah hadiah paket honeymoon yang di siapkan oleh Dev, kakak dari Alina.


( Kalau ingin tahu kisah Dev dan Zea. Ada di novel sebelah yang berjudul " My lovely girl" )


" Kau puas sekarang?" kata Angre yang fokus dengan kemudinya.


" Belum," sahut Lea.


" Apa lagi yang kau inginkan?" tanya Angre melihat sekilas pada Lea.


" Aku ingin sebuah keluarga yang utuh, memiliki suami yang mencintai ku dan anak-anak yang lucu," kata Lea mengutarakan keinginannya.


Angre langsung meminggirkan mobilnya saat mendengar keinginan dari Lea. Dia terkejut mendengar nya, Karena dia pikir Lea hanya menganggap pernikahan ini hanya sebuah keinginan yang semu dan tanpa tujuan.


" Kau serius dengan apa yang kau katakan barusan?" tanya Angre menggenggam tangan Lea dan menatap lekat mata nya. Seakan mencari keseriusan disana.


" Aku serius. Kau pikir aku menikah hanya karena menginginkan status nya saja?" sahut Lea membalas tatapan tajam dari Angre.


Angre terus mengamati wajah Lea yang terlihat serius.


" I love you. Aku akan berusaha untuk mengabulkan keinginan mu," kata Angre mengusap lembut pipi sang istri. Lalu mengecup keningnya.


Dan mereka pun melanjutkan perjalanan nya menuju resort milik Dev. Sepupu dari Angre.


.


.


Sementara jauh di luar negeri. Tepatnya di new York. Leon tengah sibuk dengan pekerjaan nya.


Pria itu melampiaskan kekecewaannya dengan apa yang terjadi dalam hidup nya dengan terus bekerja.


Di tengah kesibukannya dengan setumpuk berkas yang ada di mejanya. Ponselnya berbunyi tanda ada pesan masuk.


Leon mengambil ponselnya dan membuka pesan yang masuk. Ekspresi wajah nya berubah sendu saat melihat foto pernikahan Alea dan Angre yang dikirim oleh Roby.


" Semoga kalian bahagia. Dan aku disini akan menunggu takdir yang akan berpihak pada ku. Aku akan membuktikan kesetiaan ku, meskipun itu sudah sangat terlambat," kata Leon yang terus menatap foto itu.


Senyum nya tersungging saat melihat gaun yang di kenakan oleh Lea.


" Aku tahu itu gaun yang kau pilih waktu itu," ucap Leon.


" Kau sangat cantik, Honey. Dan sayangnya bukan aku yang berdiri di sampingmu," gumam Leon dan tak terasa air matanya menetes.


Leon benar-benar mengunci diri dari wanita. Dia mengganti asisten serta sekertaris yang tadinya seorang wanita. Di ganti dengan seorang pria.


Dia tidak lagi ramah pada wanita. Sikap nya dingin, cuek dan sangat angkuh bila bersangkutan dengan urusan wanita.


.


Kini Lea dan Angre sudah tiba di resort setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh.


Lea keluar dari dalam mobil setelah Angre membukakan pintu mobil untuk nya. Pria itu mengulurkan tangannya pada wanita yang kini sudah resmi menjadi istri nya.


Angre menggandeng tangan Lea memasuki resort itu.


" Resort ini sangat bersih dan juga nyaman," kata Lea sambil mengedarkan pandangannya.


" Ya. Ini salah satu resort yang sering di kunjungi oleh keluarga kami jika sedang berlibur. Karena tempatnya yang berada di area perbukitan dan udara nya yang sejuk," sahut Angre menggandeng tangan Lea menuju kamar nya yang ada di lantai dua.


CEKLEK


Angre membuka pintu kamar dan langsung menggandeng Lea masuk.


" Kau tak akan melepaskan tangan ku?" tanya Lea melihat tangannya yang terus di genggam erat oleh Angre.


" Ya. Aku ingin terus menggenggam tangan mu dimana pun kita berada," sahut Angre mencium punggung tangan Lea.


Lea tersenyum melihat tingkah manis Angre. Tapi senyumnya langsung menghilang saat mengingat sikap manis Leon yang dulu sering di lakukan pada nya.


Lalu Lea melemparkan tangan Angre.


" Jangan bersikap manis padaku, aku tidak suka," kata Lea berjalan kearah balkon dan membuka pintu kaca yang menjadi pembatas.


Lea kemudian berdiri di pagar balkon dengan menghadapi kearah perbukitan yang menyejukkan mata nya.


Angre menghampiri Lea dan memeluknya dari belakang. Dia mendarat kan dagunya di bahu Lea yang terbuka dan mengecup nya.


" Sorry. Aku hanya ingin menunjukkan perasaan ku padamu. I love you," kata Angre.


" Aku tahu, jangan terus mengatakan nya," sahut Lea sambil menyandarkan tubuhnya pada dada bidang Angre.