
Kini mobil Alina sudah sampai di depan gedung perusahaan milik Mike. Wanita itu membuka pintu mobil nya.
Dia keluar dari mobil dengan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancung nya. Nina dan beberapa staf yang sudah menunggu sang CEO perusahaan pun langsung menghampiri Alina setelah melihat mobilnya yang terparkir di depan lobby.
Mereka berjalan bersama menuju pintu utama perusahaan itu. Tampak seorang pria yang sudah menunggu kedatangan mereka terpaku melihat wajah cantik Alina.
Bahkan semua pegawai yang berlalu lalang pun turut menoleh dan menatap kearah wanita cantik yang bertubuh mungil itu.
Alina menghentikan langkahnya pas di hadapan seorang pria yang menatapnya sampai tak berkedip.
Wanita itu membuka kacamata hitam nya dan meletakkan di atas kepalanya.
" Bisa tunjukkan pada kami dimana ruangan meeting nya?" tanya Alina dengan suara indah nya.
Pria itu tak menjawab. Dia masih terpaku menatap kearah wujud cantik yang berdiri di hadapannya.
" So beautiful," ucapnya lirih hingga membuat Nina dan yang lainnya terkekeh.
" Excusme," kata Alina sambil menjentikkan jarinya di depan wajah pria itu hingga membuat pria itu tersadar dari lamunannya.
" Eh ... Maaf. Saya Reo, asisten Tuan Mike. Mari saya antarkan Anda ke ruangan meeting. Tuan Mike sudah menunggu disana," sahut Reo tersenyum mempesona.
Alina hanya menganggukkan kepalanya. Dan mengikuti langkah Reo di depan nya. Mereka semua masuk kedalam lift khusus ke pemimpinan.
Ting
Pintu lift terbuka. Semua melangkah kan kakinya keluar dari lift dan berjalan menuju ruangan meeting.
CEKLEK
Reo membuka ruangan meeting yang sudah ada Mike dan beberapa staf penting disana.
Mike menatap kearah pintu yang terbuka dan matanya bertumpu dengan mata indah Alina.
" Apa kami terlambat?" tanya Alina mengehentikan langkahnya di depan pintu.
" Tidak. Silahkan duduk," sahut Mike.
Alina berjalan dengan langkah anggunnya menuju kursi nya yang terletak di sebelah kursi Mike.
Pria itu tampak masih menatap nya. Dia menatap penampilan wanita itu yang kini terlihat cantik dengan di balut oleh pakaian formal.
Hingga Alina duduk di kursinya pun Mike masih memperhatikan nya. Dia melihat leher jenjang Alina karena rambutnya yang di ikat ke atas.
Alina menoleh dan melihat Mike masih memperhatikan nya.
" Ehhem ... bisa kita mulai meeting nya?" tanya Alina yang langsung menyadarkan Mike.
" Hmmm ... Ya. Silahkan!"
Mike memperhatikan cara Alina berprestasi. Matanya terpaku pada sosok cantik itu dan kelincahan nya dalam menjelaskan apa yang dia bawa.
' Ternyata selain cantik, dia juga sangat pintar dan cekatan. Pantas saja Dev menyerahkan perusahaan nya disini pada Alina. Ternya kemampuan nya di bidang bisnis melebihi rata-rata,' batin Mike.
Meeting berjalan hampir 3 jam. Karena memang itu meeting besar setelah proses tandatangan kontrak terjadi.
Mike dan Alina merasa puas dengan hasil meeting hari ini. Terutama Mike, awal nya dia meremehkan kemampuan seorang wanita dalam memimpin perusahaan.
Tapi itu semua terpatahkan saat melihat hasil kerja Alina dan para staf nya. Wanita itu benar-benar perfect, pikir Mike.
Alina bangkit dari kursinya begitu pun dengan Mike.
" Senang bekerja sama dengan Anda, Nona Alina," kata Mike sambil mengulurkan tangannya pada wanita cantik itu.
Alina melihat kearah tangan Mike dan langsung membalas uluran tangan nya.
" Hmmm ... semoga kerja sama ini berhasil sampai kedepannya," sahut Alina.
Dia langsung melepaskan tangan nya dari genggaman tangan Mike.
" Saya permisi, Tuan Mike."
Mike hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Dia mempersilahkan Alina keluar dari ruangan meeting itu.
Alina menundukkan kepalanya tanda hormat dan langsung melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu.
Mike hanya menatap kearah punggung wanita yang mulai menjauh dari pandangan nya. Namun tiba-tiba matanya terfokus pada bokong sintal Alina yang bergerak naik turun di hadapan nya.
' Shiitt ... pikirkan kotor mu mulai kembali,' batin Mike sambil mengusap kasar wajahnya.
" Bos ... Nona Alina sangat cantik," bisik Reo mendekati sang Bos.
Pria itu langsung melirik tajam kearah Reo dan membuat pria itu langsung menundukkan kepalanya.
" Baru kali ini ada seorang wanita yang tak menggoda ku, bahkan dia sama sekali tak tebar pesona di hadapan ku," gumam Mike yang mulai mengagumi sosok Alina.
" Tapi ingat Kakak nya yang super galak, Bos," bisik Reo yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari sang bos.
" Hmmm ... kau benar juga. Dev bisa langsung memutuskan kontrak kerja sama ini jika dia tahu aku__"
" Bos tertarik kan, pada Nona Alina," kata Reo memotong perkataan sang bos.
" Kau mau gaji mu ku potong?" ucap Mike dengan sinis.
" T-tidak, Bos. Maaf."
Mike langsung bergegas meninggalkan ruangan itu. Di ikuti oleh Reo yang membawa berkas-berkas nya.