I'm yours

I'm yours
Alina - Mike 5



Satu minggu berlalu.


Sejak berakhirnya rapat itu, Mike dan Alina tak lagi bertemu. Mereka sama-sama di sibukkan oleh setumpuk pekerjaan nya masing-masing.


Dan kebetulan hari ini weekend. Jika sudah weekend Alina akan bangun sedikit terlambat. Dia ingin bermalas-malasan di apartemen seharian ini.


Kini jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi. Namun wanita cantik itu tetap tak membuka matanya dan masih setia dengan bantal dan selimut nya.


Hingga tiba-tiba ada seseorang yang membuka pintu apartemen nya. Tapi Alina tetap tak terbangun saking lelapnya.


Lalu tiba-tiba ada seseorang yang menindih tubuh nya. Dan suara kegaduhan pun terdengar di telinga nya.


" Aunty ... Aunty ... Banguuuun!!! ayo kita bermain!!" panggil dua keponakan kembar Alina.


Alina mengerjapkan matanya. Dia melihat kearah Lion yang tengah melompat-lompat di sampingnya.


Lalu dia mengangkat tubuh mungil Tiger yang sedang menindih nya. Dia menarik kedua ponakan tampan nya dan memeluk kedua nya.


" Aaaarrgghhhh ... Aunty!!! Lepaskan kami!!" teriak anak kembar itu bersamaan.


" No. Ini hukuman karena sudah mengganggu tidur nyenyak Aunty," sahut Alina sambil menciumi pipi gembul kedua keponakannya itu.


" Moomyy!!! Daddyyyy!!" teriak kedua nya.


Zea akhirnya menghampiri asal suara dari kedua putra nya.


" Astaga ... Alina!! kau belum juga bangun di jam segini?" kata Zea sambil menggeleng kan kepalanya.


" Mommy ... help me please ..."


Zea tersenyum dan menghampiri ranjang untuk membantu kedua putra nya.


Namun bukannya melepaskan nya. Dia malah memeluk ketiga nya di atas ranjang.


" Aaaarrgghhhh ... Momyyy!!! Aunty!!! lepaskan kami!!!" teriak Lion dan Tiger.


Kericuhan itu terdengar oleh Dev. Hingga membuat pria itu penasaran apa yang terjadi di kamar sang adik.


" Heiii ... apa yang kalian lakukan!!" tegas Dev yang melihat kedua putra kembar nya terhimpit di tengah-tengah oleh dua wanita kesayangan nya.


" Daddy ... Daddy help me," ucap Lion sambil mengulurkan tangannya.


Dev menggeleng kan kepalanya dan menarik tangan Lion dan Tiger. Hingga kedua anak kembar itu terbebas dari kungkungan Alina dan Zea.


" Iiishhh ... Kakak!! Keluar sekarang! Husshh ... hussh," usir Alina sambil mengibaskan tangannya menyuruh Dev untuk segera keluar dari kamar nya.


Sementara Zea hanya tertawa tanpa melepas pelukannya dari tubuh Alina. Kedua wanita itu berpelukan dan saling melepas rasa rindu karena memang sudah lama tak bertemu.


Alina sangat menyayangi kakak ipar nya itu. Dan begitupun sebaliknya, Zea sangat menyayangi Alina sampai juga ikut bersikap protektif pada Alina.


" Heii gadis manja. Ayo bangun, kenapa kau semakin manja sekarang," ucap Zea dengan tubuh yang masih di dekap erat oleh Alina.


" CK. Ini weekend, Kak! Jadi aku hanya ingin tidur dan bermalas-malasan," sahut Alina tanpa melepas pelukannya.


" Tapi itu tidak akan terjadi karena kita akan mengajak mu berkeliling," sahut Zea sambil berusaha melepaskan tangan Alina yang melingkar di tubuhnya.


" No. Aku tak ingin ikut, aku hanya ingin tidur di ranjang empuk ku," sahut Alina melepaskan pelukannya dan membalik tubuhnya membelakangi Zea.


" Baiklah. Teruskan saja tidur mu," ucap Zea beranjak dari ranjang dan meletakkan bantal di atas kepala Alina dan membuat gadis itu berteriak.


" KAKAKK!!" teriak Alina dan Zea cepat-cepat keluar dari kamar Alina saat gadis itu ingin melempar kan bantal kearahnya.


" Mereka benar-benar mengganggu tidur ku," ucap Alina dan kembali merebahkan tubuhnya dan menutup dengan selimut tebalnya.


.


.


Alina menggeliat kan tubuhnya dan meregangkan otot-otot nya. Dia merasa sedang bermimpi seakan dirinya tidur di atas mobil.


Dia membuka mata nya dan mengerjapkan matanya. Betapa terkejutnya dia saat mengendar kan pandangannya dan ternyata dia sedang tak bermimpi.


Dirinya sedang berada di dalam sebuah mobil yang tengah melaju.


" Pak. Dimana ini?" tanya Alina bangkit dari kursi, dia duduk dan melihat kearah luar jendela.


" Ini di pelabuhan, Nona. Kita hampir sampai," sahut sang supir.


" WHAT!! PELABUHAN!!" pekik Alina.


' Isshh ini pasti kerjaan kak Dev dan kak Zea,' batin Alina.


" KAAKAAAAKKK!!" teriak Alina hingga membuat pak supir menutup sebelah telinga nya.