I'm yours

I'm yours
17 ( Rancana Keylin dan Hendrik)



Mereka bertatapan tajam sampai Alea berdehem dan menyadarkan mereka, lalu melepaskan tautan tangannya.


" Ku harap kau bisa datang di hari pernikahan kami," kata Leon sambil merengkuh pinggang Lea.


" Ya, aku pasti akan datang di hari bahagia sahabat ku," sahut Angre sambil tersenyum smirk.


" Baiklah. aku duluan, Angre." Lalu Leon membukakan pintu mobilnya untuk Lea dan wanita itu langsung masuk kedalam mobil sport itu.


" Jaga dia, dia sangat mencintai mu. Jika kau berani menyakiti nya maka aku akan mengambilnya darimu," kata Angre memperingatkan Leon.


Lalu langsung pergi dari hadapan Leon yang menatap tajam padanya.


Dan Leon pun masuk kedalam mobilnya dan langsung melajukan mobilnya.


" Sepertinya kau sangat dekat dengan Angre, Honey," kata Leon.


" Bukan hanya aku yang dekat dengan nya, Honey. Alina juga," sahut Lea.


" Hmm, sepertinya dia menyukai mu," kata Leon sambil fokus dengan kemudinya.


Lea tertawa mendengar ucapan dari Leon, lalu dia menggenggam tangan sang tunangan.


" Itu tidak penting, karena aku hanya mencintai mu," kata Lea sambil menoleh pada Leon.


Leon tersenyum lalu membelai lembut pipi Lea dan berkata.


" Thank you, I love you."


" I love you to," kata Lea mengambil tangan Leon yang ada di pipinya lalu menciumnya.


.


.


Kini Keylin sudah tiba di negaranya. Dia langsung menuju mansion keluarga nya.


" Dad ..." panggil Keylin saat sudah tiba di mansionya.


" Sayang, kau sudah pulang?" tanya Enda sang Momy.


" Ya, Mom. Dimana Dady?" tanya Keylin sambil mencium pipi sang Momy.


" Sepertinya di ruang kerja nya. Ada apa, sayang?" tanya Enda.


" Tidak ada apa-apa, Mom. Aku hanya memerlukan bantuan Dady untuk urusan bisnis ku. Aku akan menemui Daddy dulu," kata Keylin pergi dari hadapan Enda.


Dia berjalan menuju ruang kerja sang Daddy, yang memang sedang menunggu nya.


CEKLEK


Keylin membuka pintu ruang kerja sang Daddy dan langsung masuk kedalam.


" Apa rencana mu, Dad?" tanya Keylin langsung.


Hendrik langsung memutar kursinya yang tadi membelakangi Keylin, kini menghadap pada Keylin.


" Sepertinya kau sangat tak sabar sekali, sayang," kata Hendrik tersenyum smirk.


" Ayolah, Dad. Aku tak mau jika Leon sampai menikah dengan wanita lain. Dia hanya milikku Dad, dia sudah menerima kehadiran ku saat di Korea dan aku hampir memiliki nya," kata Keylin duduk di seberang meja sang Daddy.


" Apa kau sudah mengajaknya ke ranjang?" tanya Hendrik to the poin.


Sementara Keylin tertegun mendengar pertanyaan dari Hendrik. Lalu dia menggeleng kan kepalanya karena takut sang Daddy akan marah jika dia berkata jujur, jika dia sering mengajaknya berhubungan di ranjang.


" Seharusnya kau mengajak nya ke ranjang saat di Korea, Key," kata Hendrik greget.


" Aku sering mengajaknya ke ranjang, Dad. Tapi dia selalu menolaknya," kata Keylin jujur.


" Seharusnya kau menggunakan obat perangsang agar berhasil menjerat nya di ranjang, key," sahut Hendrik lagi.


" Lalu apa rencana Daddy setelah ini?" kata key.


" Kau akan menggantikan ku di acara launching produk di perusahaan mereka, dan untuk sementara ini kau tak boleh bertemu dengan Leon agar dia tak curiga," kata Hendrik.


" Lalu?" tanya Keylin.


" Aku akan menyuruh seseorang untuk memberikan obat perangsang kedalam minuman Leon. Dan kau harus ada di dekat nya saat dia sudah meminumnya," kata Hendrik menjelaskan rencana licik nya pada Keylin.


" Itu rencana yang bagus, Dad. Dimana acar itu akan di adakan?" tanya Keylin.


" Di hotel berbintang milik Guesson."


" Bagus, dan aku akan mengirimkan kejutan kecil untuk tunangan nya itu," kata Keylin dengan tersenyum licik.


" Apa itu?" tanya Hendrik penasaran.


" Yang pasti sesuatu yang akan membuat wanita itu terkejut dan akan langsung membatalkan pernikahan nya."


" Kalau bisa, kau harus membawa Leon ke salah satu kamar di hotel, dan Daddy akan menyuruh seseorang untuk mengantarkan wanita itu ke kamar hotel dimana kau menjebak Leon. Agar wanita itu melihat langsung adegan ranjang itu," kata Hendrik tersenyum licik.


" Apa aku harus melakukan hal itu juga, Dad?" tanya Keylin.


" Harus. Karena jika kau berhasil dan hamil anak dari Leon, Itu akan lebih memuluskan rencana kita," sahut Hendrik.


Lalu mereka melanjutkan pembicaraan mereka di ruangan itu.


.


.


Kini Leon dan Lea sudah tiba di mansion keluarga Mouvrik.


Mereka sedang makan malam bersama di ruang makan yang lebar dan bergaya klasik itu.


Tak ada obrolan sama sekali di acara makan malam. Suasana tampak hening dan hanya terdengar dentingan suara sendok dan garpu yang bergesekan di atas piring.


Setelah menyelesaikan makan malamnya. Mereka semua berkumpul di ruang tengah sembari membahas tentang persiapan pernikahan Lea dan Leon.


" Apa kau sudah melihat gaung pengantin mu, sayang?" tanya Mona.


" Ya, Mom. Aku sangat menyukai gaun nya," sahut Lea.


" Syukurlah, itu pilihan terakhir ku dan Marta."


Lalu setelah mengobrol panjang lebar, Leon pamit pulang pada kedua calon mertuanya itu.


Lea mengantarkan Leon sampai ke depan mansionnya.


" Hati-hati, kabari aku jika sudah sampai," kata Lea.


" Hmmm, good night. Jangan lupa mimpikan aku," kata Leon membelai lembut pipi wanita itu.


" Tidak, karena sebentar lagi aku akan langsung menikah dengan mu. Jadi aku tak butuh mimpi-mimpi semacam itu lagi," sahut Lea sambil menggenggam tangan Leon yang ada di pipinya.


" I love you, besok aku akan menjemputmu." Leon mencium kening Lea.


" Hmmm ... I love you to."


Leon pun pergi meninggalkan mansion itu.