I'm yours

I'm yours
20 ( Ulah Keylin )



Leon merasa ada yang aneh dengan dirinya. Dia merasa kan panas yang menjalar dari dalam tubuhnya dan jantung nya berdetak begitu cepat.


Leon menjauhkan diri dari teman-teman nya dan berjalan ke lorong yang tampak sepi.


" Ada yang salah dengan diriku, aku merasa seperti ..." Perkataan Leon menggantung saat melihat sosok wanita yang berjalan kearah nya.


" Shiitt ... Bagaimana aku bisa se ceroboh ini," kata Leon kesal.


Sekarang dia sangat tahu apa yang sedang terjadi dengan tubuhnya.


" Perlu bantuan ku, sayang?" kata Keylin dengan nada yang menggoda.


Wanita itu terus mendekati tubuh Leon yang saat ini sedang dalam pengaruh obat perangsang.


" Aku tahu ini semua rencana mu, Keylin!!" bentak Leon menjauhkan dirinya dari wanita itu.


" Aku hanya merindukanmu, sayang. Apa kau tak merindukan pelayanan ku?" kata Keylin terus mendekati tubuh Leon.


" Pergi !!! jangan coba-coba mendekati ku!!" bentak Leon terus berjalan mundur menjauhi Keylin.


Dia sangat takut akan kehilangan kendali jika berada di dekat wanita itu. Apalagi Keylin sangat pandai memancing gairah seorang pria dan hal itu sering di lakukan nya pada Leon.


" Tidak usah munafik, Leon. Aku sangat tahu kau sedang menginginkan sesuatu yang bisa menyalurkan hasrat mu itu. Dan disini hanya ada aku, tunangan mu bahkan sedang asik berdansa dengan seorang pria tampan didalam," kata Keylin mencoba menghasut Leon.


" Kau pikir aku akan percaya padamu? Aku hanya mencintai Alea dan aku akan menikah dengan nya. Aku miliknya dan sampai kapanpun akan jadi milik nya, kau ... kau hanya iklan panas yang kebetulan lewat!!" kata Leon tegas.


Keylin begitu kesal mendengar perkataan dari Leon. Dia langsung menarik kerah kemeja Leon dan menciumi lehernya.


Hal itu membuat gejolak di dalam diri Leon yang sudah menyala akibat obat perangsang, semakin berkobar hingga dia tak bisa lagi menahannya.


Dia menikmati ciuman Keylin di leher nya dengan tangan yang sudah menggerayangi tubuh seksi wanita itu.


Dari kejauhan, Erka melihat adegan itu. Karena sejak tadi dia memang mengikuti langkah Leon.


" Katakan kau menginginkan ku," kata Keylin menatap wajah Leon yang kini sudah di kuasai oleh nafsu nya.


Leon tak menjawab, dia langsung menarik tengkuk leher Keylin dan memagut bibir nya dengan penuh gairah.


Dia sudah kehilangan kendali akibat obat itu. Bahkan dia melupakan wanita yang dicintainya. Leon terus ******* bibir itu dan menelusuri nya dengan lidahnya.


Tangan Keylin meraba gagang pintu yang berada di balik punggung Leon. Lalu dia langsung membuka pintu yang memang sudah tak terkunci itu.


' Rencana ku berhasil, kau akan jadi milikku, Leon. Hanya milikku,' batin Keylin sambil terus berciuman panas dengan Leon.


Kini Leon dan Keylin sudah berada didalam kamar hotel itu. Mereka masih saling memagut.


Keylin melepaskan tautan di bibirnya dan langsung beralih ke leher pria itu. Tangannya tak tinggal diam, dia membuka satu persatu kancing kemeja Leon.


Dia terus menyesap leher Leon hingga banyak tercipta tanda merah disana.


Setelah berhasil membuka seluruh kancing baju Leon, Keylin melepaskan kemeja itu dan melempar nya ke sembarang tempat.


Lalu Keylin mendorong tubuh Leon hingga terlentang di atas ranjang. Dengan cepat Keylin menindih tubuh kekar itu.


" Seperti biasa, aku akan memuaskan mu, sayang," kata Keylin dengan tangan yang sudah bergerak membuka resleting celana milik Leon.


Di balik pintu kamar itu, Erka menggertakkan Giginya melihat adegan itu. Dia begitu kesal, emosi dan kecewa dengan apa yang sudah di perbuat oleh calon menantunya itu.


.


.


Sementara itu, di tempat lain. Tepatnya di dalam toilet, Alea masih menangis. Wanita itu terus menangis dan menangis sambil berteriak.


Angre yang memang sedang mencari Lea di toilet, mendengar teriakkan Alea dari dalam toilet.


" Alea ... Kau di dalam?" teriak Angre sambil mengetuk pintu toilet.


Lea tak menjawab, dia hanya menangis sambil menyandarkan kepalanya di dinding keramik toilet itu.


" Alea ... Kau tidak apa-apa? Alea jawab aku," teriak Angre.


Karena tak kunjung mendapatkan jawaban, Akhirnya Angre membuka pintu yang tak terkunci itu.


Dia begitu terkejut mendapati Alea yang sedang menangis sambil terduduk di atas lantai yang dingin itu.


Lalu Angre menghampiri nya.


" Alea ... ada apa? Apa yang terjadi pada mu?" tanya Angre memegang bahu Lea.


Lalu matanya menangkap sesuatu di atas lantai. Dia melihat potongan beberapa foto yang sudah di robek oleh Lea.


" SHIITT ... BERANI-BERANINYA KAU LEON!!" teriak Angre begitu emosi.


Pria itu memukuli dinding kamar mandi untuk melampiaskan amarahnya.


Lalu dia melihat kearah Alea yang terus terisak.


Matanya merah bengkak akibat menangis. Dadanya naik turun karena terus terisak, dan wajahnya basah akibat air matanya yang terus mengalir.


Angre memeluk tubuh Alea.


Dia sekarang sudah tahu kenapa Alea berteriak dan menangis.


Alea semakin menangis di dalam pelukan Angre. Dia begitu kecewa dan sakit hati mendapati sang tunangan yang ternyata sudah menghianati nya.


Bahkan dia bermain dengan wanita lain di belakangnya. Angre mengusap punggung Alea agar wanita itu bisa lebih tenang.


Lalu Alea mengingat wajah wanita yang ada didalam foto itu. Alea langsung melepaskan pelukan Angre dan bangkit.


" Alea ... Kau mau kemana?" tanya Angre berjalan di belakang Alea keluar dari toilet.


Alea tak menjawab, dia terus berjalan cepat menuju kearah aula. Angre menahan tangan Alea dan menariknya.


" Apa yang akan kau lakukan? tenang Lea, tenang lah," kata Angre.


" Aku ingin menemui wanita itu, Angre. Biarkan aku menemui nya!!" teriak Alea berontak.


Tapi Angre tetap tak melepaskan tangan Alea. Hingga Alea pun terpaksa menendang kaki Angre dengan keras hingga akhirnya Angre melepaskan tangan nya.


Alea berlari kearah pesta yang masih berlangsung. Semua yang melihat penampilan Alea yang sudah berantakan menatap kearah nya.


Alea mengedarkan pandangannya mencari sosok wanita yang menemuinya tadi.


Angre terus berjalan mengikuti langkah Alea dengan cepat.


.


Erlando tak tahan melihat adegan panas yang terjadi di hadapan nya. Dia membalikkan tubuhnya membelakangi pintu, tapi dia masih bisa mendengar lenguhan dari dalam kamar itu.


Giginya menggertak, matanya menyalang merah akibat amarah yang sudah memuncak dan tangannya mengepal dengan erat seakan siap untuk menghajar seseorang.


Saat sudah tak mendengar suara dari dalam kamar. Erlando membuka pintu kamar itu dengan cukup keras.


BRAKK


Leon yang tengah berbaring di atas ranjang langsung tersentak dan bangkit dari ranjang.


" Uncle," kata Leon lirih. Dia melihat kearah calon mertuanya yang menatapnya dengan pandangan penuh amarah.


BUG ...


Erka langsung melayangkan pukulannya pada pipi Leon.


" Ini untuk penghianatan mu pada putri ku!!"


BUG ...


" Ini untuk kepercayaan ku dan Lea yang sudah kau hancurkan!!"


BUG ...


" INI UNTUK MEMBATALKAN RENCANA PERNIKAHAN MU DENGAN PUTRIKU!!" teriak Erka dengan amarah yang sudah memuncak.


" Aku di jebak, Uncle. Aku bisa menjelaskan nya," kata Leon berusaha membela diri.


" BULSHIT!!" teriak Erka.


BUG ... BUG ... BUG ...


Erka menghajar Leon bertubi-tubi. Hingga Leon tersungkur ke lantai dengan wajah yang sudah babak belur dan darah yang keluar dari sudut bibirnya.


" Stop. Jangan memukulnya lagi!!" teriak Keylin yang baru keluar dari dalam kamar mandi.


Wanita itu langsung memeluk tubuh Leon yang kini sudah lemas dan babak belur.


Disaat itu juga Alea muncul di balik pintu.


" Papi ..." panggil Lea.