
Leon merengkuh pinggang ramping Lea dan menatap wajah cantik nya. Lea melingkar kan tangan nya di leher kokoh Leon dan membalas menatap wajah tampan nya.
" I love you," ucap Leon lirih sambil bergerak mengikuti alunan lagu.
Lea tersenyum dan menyatukan keningnya dengan kening Leon.
" I love you to," sahut Lea lirih.
" Your so beautiful," ucap Leon memuji kecantikan Lea.
" Jangan menggoda ku karena aku tak bisa memberikan hak mu. Aku masih mendapatkan tamu bulanan ku," bisik Lea yang membuat wajah Leon sedikit kecewa.
Pria itu terdiam namun tetap menatap mata tajam Lea.
" Kenapa? kau kecewa?" tanya Lea melihat perubahan di wajah sang suami.
" Ya." sahut Leon singkat.
Lea tertawa pelan sambil menggeleng kan kepalanya.
" Aku kecewa karena kau masih mendapatkan tamu bulanan mu, dan itu artinya kau masih belum mengandung benih ku," lanjut Leon yang langsung membuat Lea menghentikan tawanya dan menatap kearah nya.
Lalu Leon mengusap perlahan perut rata Lea dengan mata yang masih tertuju pada wajah cantiknya.
" Aku sangat mengharapkan kehadiran nya, bukan cuma aku tapi Leangga pun sama," kata Leon yang begitu menyentuh hati Lea.
" Maaf ... Tapi bukan kah kita masih bisa berusaha untuk membuat nya?" sahut Lea yang membuat Leon kembali tersenyum.
" Kau benar. Setelah tamu sialan itu selesai maka aku tidak akan terus menghajar mu dan tak akan melepaskan mu," bisik Leon.
Lea tertawa dan semakin memeluk erat tubuh pria nya.
" Aku menunggu nya," sahut Lea berbisik di telinga Leon.
Pria itu mengalihkan posisi tangan nya dan mulai meraba bokong sintal Lea dan meremas nya.
" Aku sangat ingin memakan mu," ucap Leon.
" Bersabarlah, Honey."
Lea menjauh kan tubuhnya dari tubuh kekar Leon dan mengecup bibirnya.
" Honey ..."
" Hmmm?" sahut Lea.
" Sepertinya aku merasa ngilu," ucap Leon.
Lea mengerutkan keningnya menatap kearah wajah Leon yang sepertinya sedang menahan sesuatu.
" Ada apa?" tanya Lea khawatir.
" Dia merindukan kehangatan nya. Lalu apa yang akan aku lakukan?" ucap Leon menggoda sang istri.
Lea tersenyum miring dan melihat kearah wajah tampan itu.
" Aku akan melayani mu, Tuan!"
Lea langsung menarik tangan Leon keluar dari lantai dansa. Disana mereka berpapasan dengan Alina dan Mike yang baru ingin ke lantai dansa.
" Heii ... kalian mau kemana?" tanya Alina.
" Ada hal yang penting yang harus kita kerjakan!!" teriak Leon.
" Sepertinya aku tahu apa yang akan mereka lakukan," bisik Mike saat Alina masih menatap punggung Lea dan Leon.
Alina menoleh sambil mengerutkan keningnya.
" Memang nya apa yang akan mereka lakukan?" tanya Alina penasaran.
" Itu urusan orang dewasa, sayang. Dan kau belum cukup umur untuk mengetahui hal itu," sahut Mike sambil menarik tangan Alina menuju lantai dansa.
" What!! Aku sudah dewasa, Mike!! aku bukan anak kecil!!" pekik Alina tak terima.
Tiba-tiba Mike menghentikan langkahnya hingga membuat Alina membentur punggung lebar nya.
" Mike!! kenapa kau tiba-tiba berhenti!!" pekik Alina sambil mengusap keningnya.
Mike berbalik dan menatap wajah cantik Alina yang sedang mencebik.
" Jika kau memang sudah dewasa, lalu apa kau tahu apa yang akan mereka lakukan?" tanya Mike sambil menatap tajam kearah Alina.
" Ya ... mereka pasti akan bercinta. Lalu apalagi?" sahut Alina ketus.
Mike memajukan tubuhnya hingga mengikis jarak di antara mereka. Alina mendongak dan mengerutkan keningnya saat menatap wajah tampan itu.
" Apa yang akan kau lakukan, Mike? jangan macam-macam!" ancam Alina yang mulai merasa gugup karena tubuhnya yang sudah menempel sempurna dengan tubuh kekar Mike.
Dan hanya di batasi oleh kain yang menempel di tubuh mereka masing-masing. Bahkan deru nafas Mike menyapu wajah cantik Alina.
Dan Alina pun dapat menghirup aroma maskulin dari pria itu. Hal itu membuat darah Alina berdesir.
Mike merengkuh pinggang ramping Alina dan membawanya bergerak sambil mengikuti alunan musik.
Alina masih terpaku dengan tatapan mata Mike yang dapat menghipnotis nya. Bahkan Alina sampai tak bisa memalingkan wajahnya dan tangisnya masih berada di depan dada bidang Mike.
Mike memindahkan tangan Alina dan melingkar kan nya di leher kokoh nya. Karena tubuh Alina yang mungil membuat tubuhnya tertarik dan sedikit berjinjit hingga dadanya menempel sempurna dengan dada bidang Mike.
Mereka saling menatap. Perasaan apa yang sedang mereka rasakan saat ini?
Entahlah, bahkan mereka masih mencerna perasaan apa yang mereka rasakan. Dan yang dapat di simpulkan adalah, mereka saling tertarik satu sama lain.