I'm yours

I'm yours
Alina - Mike 9



Alina menoleh dan menatap heran kearah Mike. Dia melangkahkan kakinya mendekati pria itu.


" Aku ingin kau menjadi partner ku, partner hidup ku."


Alina menatap wajah serius Mike dan masih mencerna perkataan dari pria itu.


" Partner yang seperti apa?" tanya Alina mendongakkan kepalanya menatap wajah tampan itu.


Mike menggenggam tangan Alina dan menatap matanya.


" Menikah lah dengan ku!"


Alina terkejut mendengar ucapan dari pria yang berdiri di hadapannya itu.


" Mungkin ini memang terlalu cepat. Tapi aku serius, Al. Aku lebih baik menjalin dan memulai hubungan dengan mu dari pada dengan beberapa wanita yang sudah di siapkan Momy untuk ku," lanjut Mike.


" Sejak awal aku melihat mu, aku sudah tertarik padamu. Aku tidak tahu perasaan apa ini, tapi aku memutuskan untuk memilih mu. Kita bisa memulai hubungan ini dengan perlahan dan di awali dengan persahabatan," ucap Mike lagi.


" Why me?" tanya Alina berbisik.


" Aku hanya mengikuti kata hati ku," sahut Mike.


" Aku masih tidak mengerti dan speechless dengan semua ini," sahut Alina.


" Kita bisa memulai nya dengan sebuah persahabatan. Tapi di balik itu semua, aku akan melamar mu lebih dulu," sahut Mike.


" Ini terlalu cepat untuk ku," sahut Alina.


" Kau yang akan memutuskan kapan kau siap untuk menikah. Tapi aku butuh untuk mengikat mu terlebih dahulu agar bisa meyakinkan Momy jika aku sudah memiliki mu di hidup ku," ucap Mike.


Alina tak langsung menjawab dan masih mencerna semua nya.


" Aku mohon, Al."


Pria tampan itu memohon dan berlutut di hadapan Alina hingga membuat wanita itu terkejut.


" Mike ... jangan lakukan hal itu. Berdirilah," ucap Alina sambil membantu pria itu berdiri, namun Mike tetap berlutut.


" Aku akan berdiri setelah kau menerima lamaran ku," ucap Mike.


Alina semakin bingung. Sementara semua orang tampak menatap kearah nya.


" Mike ... banyak orang disini dan mereka melihat kearah kita," ucap Alina salah tingkah.


Namun tak di dengar kan oleh Mike. Pria itu malah mengambil sesuatu dari dalam saku celananya.


Dia membuka kotak kecil itu dan menyodorkan di depan Alina.


" Kau memaksaku?" sahut Alina.


" Ya. Aku memaksa mu, Nona cerewet. Cepat terima aku, karena aku sudah lelah dalam posisi ini," ucap Mike.


" Terima !!! terima!!" sorak beberapa orang yang melihat adegan romantis itu.


Alina semakin terpojok. Dia masih bingung tapi semua orang seakan mendesaknya.


" Baiklah - baiklah. Sekarang cepat berdiri!!" tegas Alina.


" Baiklah apa? katakan dengan jelas," sahut Mike sambil tersenyum.


" CK. Kau benar-benar menyebalkan!! iya aku menerima lamaran mu!!! Sekarang cepat berdiri!!"


Semua orang bersorak dan bertepuk tangan. Mike senang dengan jawaban Alina dan dia langsung berdiri.


Pria itu mengambil cincin itu dan menyematkan di jari manis Alina.


" Ini bukan cincin berlian karena aku membeli nya di lantai bawah, di toko aksesoris. Aku akan mengganti nya setelah pesta pertunangan kita," ucap Mike yang cukup membuat hati Alina tersentuh.


" Jadi kau sudah seniat itu?" tanya Alina.


" Awalnya tidak. Tapi aku terpaksa melakukan ini setelah bertemu dengan wanita yang di pilih kan Momy. Aku tidak cocok dengan wanita itu," ucap Mike jujur.


" Jadi kau hanya membuat ku menjadi pelampiasan mu saja? begitu?" sahut Alina kesal.


" Tidak. Bukan begitu. Aku hanya ingi mengikuti kata hati ku yang mengatakan bahwa aku harus mendapatkan mu," sahut Mike.


" Kau menyebalkan, Mike!"


Alina pergi dari hadapan Mike dan pria itu mengikuti nya.


Jauh di tengah kerumunan orang. Brity menatap dengan kesal. Kini wanita itu sangat emosi karena ternyata pemikiran nya benar.


Bahkan dia ikut menyaksikan bagaimana romantis nya Mike melamar seorang wanita di depan nya.


" Aku harus menghancurkan hubungan mereka," gumam Brity kesal. Dia pergi dari kerumunan itu.


.


.


Sementara di tempat lain. Dev menatap kearah sebuah benda canggih yang di berikan oleh salah satu anak buahnya yang selalu mengintai Alina di mana pun gadis itu berada.


' Jadi Mike ingin bermain-main dengan adik ku? lihat saja nanti, apa yang akan aku lakukan padanya,' batin Dev dengan rahang yang mengeras sempurna.