I'm yours

I'm yours
21 ( Kemarahan )



Erka menoleh pada saat mendengar Lea memanggilnya. Dia melihat sang putri yang kini wajahnya sudah memerah dan sembap karena menangis.


Dia langsung menghampiri nya dan memeluk nya.


" I love you, sweety. Kau masih punya papi yang sangat mencintaimu," kata Erka menangkup wajah sang putri dan mencium keningnya.


Angre tampak mengepalkan tangannya melihat Leon yang sedang di peluk oleh wanita yang ada di foto yang dia lihat tadi.


Dia langsung menghampiri Leon dengan kemarahan yang ada diraut wajahnya.


BUG


Angre melayang kan pukulannya hingga Leon terhempas dan terlepas dari dekapan Keylin.


Dia langsung menindih tubuh Leon dan menghajar nya bertubi-tubi.


Bug bug bug


Keylin tak tinggal diam, dia mencoba menarik baju Angre sambil berteriak agar dia menghentikan pukulan nya pada Leon.


" HENTIKAN!!" teriaknya.


Lalu Keylin melindungi kepala Leon dengan punggung nya. Dia mendekap erat kepala Leon hingga Angre tak punya celah lagi untuk memukul nya.


Lalu dia bangkit dan menendang tubuh Leon yang sudah sangat lemas.


Keylin langsung beralih dan memeluk erat tubuh Leon agar Angre tak menendang nya lagi.


" PLEEASS ... STOOPP!!" teriak Keylin.


" APA SALAHNYA JIKA KITA SALING MENCINTAI!!" lanjut Keylin berbohong agar Lea mendengar nya. Dia menangis sambil memeluk tubuh lemah Leon.


Dia sedikit merasa bersalah saat melihat kondisi Leon yang babak belur saat ini.


" BRENGSEK ...!!! AKU AKAN MENGAMBIL ALEA DARIMU. AKU YANG AKAN MENIKAHINYA!! BRENGSEK KAU LEON!!" teriak Angre begitu emosi melihat wanita yang dia cintai di sakiti dan di khianati oleh pria yang sangat di cintai oleh Lea.


" Tidak, Jangan ambil dia dariku," kata Leon lirih.


Alea melihat kearah Keylin yang masih setia memeluk leon. Dan itu membuat nya begitu emosi dan sakit hati.


Alea melepaskan pelukan Erka. Dia menghampiri Keylin dengan tatapan tajam nya.


PLAK PLAK PLAK


Alea langsung menampar pipi Keylin bertubi-tubi dengan keras hingga sudut bibirnya pecah dan berdarah.


" Kau bilang kau mencintai nya, Bukan?" kata Lea dingin sambil menjambak rambut Keylin. Hingga berteriak kesakitan.


" Maka aku akan langsung memberikan nya padamu. Ambil pria pengecut itu!" tegas Lea menghempaskan Keylin hingga wanita itu tersungkur ke lantai.


" AMBIL PRIA ITU!! AKU TAK MEMBUTUHKAN PRIA BRENGSEKKK SEPERTI DIA!! AKU TIDAK MEMBUTUHKAN PRIA PENGHIANAT SEPERTI DIA!! I HATE YOU, LEON!! I HATE YOU!!" teriak Alea frustasi hingga dia terhuyung ke belakang.


Angre dengan sigap menangkap tubuh Lea dan merangkul nya.


" I hate you, bawa pria itu. Aku menyerah kan pria itu padamu, bittcch!!" kata Lea dengan penuh penekanan.


Lalu dia langsung tak sadarkan diri. Angre mengangkat tubuh Lea dan membawanya keluar dari kamar itu dengan di diikuti oleh Erka.


Saat keluar dari kamar itu. Mereka berpapasan dengan Thoy.


Erka berhenti tepat di hadapan Thoy dan menatap nya dengan tajam.


" Aku batalkan pernikahan itu!!" tegas Erka dan langsung berjalan lagi mengikuti langkah Angre.


Thoy menggertak kan giginya dengan tatapan marahnya dia berjalan kearah kamar yang pintunya masih terbuka.


Dia melihat Leon yang sudah terkapar diatas lantai dengan wajah yang sudah babak belur. Dengan Keylin yang masih setia memeluk tubuh lemah Leon.


Leon menyadari kehadiran seseorang yang berdiri di ambang pintu. Dia menoleh dan melihat sang Daddy berdiri disana.


" Dad ...," panggil Leon lirih.


Dia berusaha bangkit meskipun badan nya terasa remuk.


" Jangan biarkan Lea pergi dariku, Dad. Aku sangat mencintai nya," kata Leon.


" Kau masih memintai hal itu padaku setelah kau sudah melemparkan kotoran pada wajah Daddy mu ini, Leon?" kata Thoy menahan kekecewaan nya.


Leon berusaha berdiri dan Keylin membantu nya dengan memegang lengan nya.


Leon menepis tangan Keylin yang melingkar di lengannya.


" Aku di jebak, Dad," kata Leon sambil menatap tajam kearah Keylin.


" Itu bukan sebuah jebakan saat kau sangat menikmatinya. Aku sudah memperingati mu, Leon. Dan lihat dirimu sekarang. Kau terlihat seperti pria panggilan dan itu sangat memalukan!!" tegas Thoy lalu pergi dari sana.


" Aaaarrggh!!!" teriak Leon frustasi.


Dia terduduk sambil mencengkram kuat rambut kepalanya.


Dia begitu frustasi dan menyesali apa yang dia perbuat. Dan hal itu membuat hubungan nya dengan Lea hancur.


Keylin hanya menatap nya tanpa ekspresi. Dia puas? jawabannya adalah tidak.


Bahkan dia takut karena dengan kejadian ini, Leon akan sangat membenci nya. Dan bukan itu yang dia rencana kan.


Dia tak berhasil bercinta dengan pria itu, meskipun Leon tadi di kuasai oleh obat perangsang. Pria itu menolak saat Keylin berusaha memasukkan milik Leon pada miliknya.


Leon mendorong kasar tubuh Keylin ketika berusaha melakukan hal itu. Pria itu terduduk dan menarik tengkuk leher Keylin dan mengarahkan kepalanya pada miliknya.


Lalu Keylin terpaksa melakukan hal itu seperti biasanya karena Leon menahan tengkuk leher nya disana.


" Pergi dari sini," ucap Leon dingin.


" Tapi, aku mencintaimu Leon. Aku sangat mencintaimu, aku tidak akan meninggalkanmu seperti Lea meninggalkan mu," kata Keylin.


" PERGII!!!" teriak Leon emosi.


" TIDAK!! AKU AKAN DISINI BERSAMA MU!!" teriak Keylin.


" PERGI ATAU AKU YANG AKAN MENYERET MU KELUAR DARI SINI!! PERGI !! AKU TIDAK INGIN MELIHAT WAJAH MU LAGI!!" teriak Leon frustasi.


Dia melempar kan semua barang yang ada di kamar itu kearah Keylin. Hingga wanita itu ketakutan dan pergi dari sana.


" Aaaarrgghhhh!! aku benci diriku sendiri!!" teriak Leon.


.


.


Di dalam salah satu kamar di hotel itu. Alea sedang berbaring dengan selang infus yang menempel di punggung tangan nya.


Angre menatap wajah sembab itu. Dia begitu kesal melihat sang pujaan hati yang di hianati oleh tunangan nya saat ini.


" Angre ..." panggil Erka berdiri di belakang pria itu.


" Ya, Uncle," sahut Angre menoleh pada Erka.


" Kau serius dengan perkataan mu tadi?" tanya Erka.


Angre mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan dari Erka.


" Aku sangat serius, Uncle," jawab Angre.


" Kau akan menikahinya?" tanya erka sekali lagi.


" Entahlah, aku menunggu jawaban dari Lea," kata Angre menatap kearah Lea yang masih terbujur di atas ranjang.


" Nikahi dia saat pernikahan nya nanti. Aku ingin pernikahan itu tetap berlangsung, dengan kau yang menjadi mempelai prianya," kata Erka.


Angre menatap kearah Erka yang juga menatapnya.


" Aku tidak bisa, Uncle. Aku tidak ingin egois," sahut Angre.


Lalu Erka berjalan menghampiri Angre. Tiba-tiba dia berlutut di hadapan Angre sembari memohon.


" Aku memohon dengan segenap hatiku, Angre. Setelah acara itu aku akan pergi jauh ke Afrika Selatan untuk urusan bisnis ku disana. Aku membutuhkan seseorang yang bisa menjaganya disini. Dan aku percaya padamu, Angre."


Angre memegang bahu Erka dan membantu nya untuk berdiri.


" Jangan lakukan ini, Uncle. Aku sangat menghormati mu. Jika itu tujuan, Uncle. Aku akan menjaga nya semampu aku, Uncle. Tak usah memaksakan pernikahan ini," kata Angre.


" Kau tidak benar-benar mencintai nya," kata Erka kecewa.