I'm yours

I'm yours
Alina - Mike



Kini mobil itu sudah ada di dekat dermaga. Alina keluar dari dalam mobil dengan wajah cemberut nya.


Bagaimana tidak cemberut karena dia tiba-tiba sudah ada di pelabuhan ketika sedang membuka matanya.


Dan lebih parahnya lagi. Dia hanya mengenakan kaos crop top yang hanya menutupi area dadanya dan memperlihatkan perut nya.


Dia juga hanya mengenakan hot pant yang sangat pendek dan memperlihatkan kaki jenjang serta paha mulusnya.


Rambutnya yang acak-acakan malah membuat dirinya terlihat lebih menggemaskan.


Dan tanpa dia sadari. Ada seseorang yang tengah menatap kearah nya.


" KAKAAAAKK!!!" teriak Alina saat melihat Dev dan Zea menertawakan penampilan nya.


" KALIAN MENYEBALKAN!!"


Alina menghentakkan kakinya berjalan melewati Dev dan Zea.


Dia berjalan menuju dermaga kapal dan langsung memasuki kapal layar itu.


Semua orang tampak melihat kearah nya karena penampilan Alina yang memang sangat terlihat seperti orang bangun tidur dan tak niat untuk ikut pelayaran kapal pesiar itu.


Kini Alina sedang berada di lantai 2 kapal itu. Dia berdiri di pinggir kapal dan melihat kearah hamparan laut lepas.


Karena dia hanya mengenakan kaos dan hot pant, itu membuat tubuhnya kedinginan saat di terpa angin laut yang lumayan kencang.


Dia melipat kedua tangannya di dada dan mendekapnya. Lalu tiba-tiba ada seseorang yang memakaikan Coat tebal pada tubuhnya dari belakang.


" Terimakasih, Kak."


Alina mengira bahwa orang yang memberikan coat itu adalah Dev.


" Sama-sama."


Mendengar suara itu, Alina langsung menoleh kearah samping dimana pria itu berdiri.


" Mike? kau disini juga?" tanya Alina terkejut.


" Maaf ... aku kira tadi kak Dev," lanjut Alina.


Pria itu hanya tersenyum tanpa melihat kearah Alina yang tengah mengamati wajah tampan nya dari samping.


" Sebaiknya kau masuk ke kamar mu, dan gantilah baju mu," kata Mike dengan tatapan mata yang tertuju kearah laut lepas.


" Aku sangat malas untuk masuk kedalam karena semua orang seakan menatap kearah ku," sahut Alina.


Mike tertawa dan melirik kearah wanita yang berdiri di samping nya sambil mendekap erat tubuh nya sendiri.


" Lihat penampilan mu, kau membuat para pria yang ada di dalam sana menatap lapar pada tubuh mu. Dan bukan itu saja, kau bisa masuk angin jika terus memakai pakaian yang kekurangan bahan itu," kata Mike sambil tertawa kecil.


Alina pun tertawa sambil melihat kearah tubuhnya sendiri.


" Ya. Kau benar. Dan untungnya aku tadi malam tak memakai Lingerie seksi ku, jika tidak. Entah apa yang akan ada di pikiran orang-orang tentang ku," sahut Alina terkekeh.


" Aku jadi ingin melihat mu menggunakan lingerie itu," gumam Mike pelan namun masih terdengar oleh Alina.


" What!!! apa kau bilang?" kata Alina.


Alina hanya menggeleng kan kepalanya.


" Aku pinjam ini dulu, nanti akan aku kembali kan."


Alina langsung berbalik pergi meninggalkan Mike yang masih berdiri di sana. Mike menoleh dan menatap tubuh mungil Alina yang menjauh dari nya.


" Lingerie?" gumam Mike sambil memikirkan hal-hal mesum.


' Mungkin aku sudah gila,' batin Mike dan berjalan masuk kedalam kapal karena angin nya yang lumayan kencang.


.


.


Di sebuah kamar yang ada di dalam kapal. Sepasang suami istri sedang merajut cinta dengan panas.


" Ahhh ... faster, Beby."


Dev terus bergerak liar di atas tubuh sintal sang istri.


Mereka menikmati percintaan kilat nya. Karena ini adalah kesempatan bagi mereka disaat Putra Putri nya sedang sibuk di tempat bermain khusus anak yang ada di kapal itu.


" Oouuwh ... Beby."


Dev merebahkan tubuhnya di samping Zea dan memeluknya dari belakang setelah percintaan kilat itu telah usai.


" Dev ... kita harus cepat membersihkan tubuh kita sebelum anak-anak masuk kesini," kata Zea sambil melepas kan pelukan Dev dari tubuh nya.


" Hmmm ... sebentar dulu, Beby."


Zea berusaha melepaskan tangan Dev dari perutnya dan terdengar suara ketukan di pintu.


TOK TOK TOK


" KAKAAAAKK!!! BUKA PINTUNYA!!" teriak Alina dari luar pintu sambil mengetuk pintunya.


" CK. Kenapa anak itu selalu mengganggu, sepertinya aku harus cepat menikah kan dia agar dia bisa sibuk dengan suaminya," gumam Dev sambil melepaskan pelukannya dari tubuh sang istri.


Zea hanya tertawa dan bangkit dari ranjang lalu mengambil dua bath rub. Dia memberikan satu bath rub pada Dev dan satu lagi dipakai nya sendiri.


" KAKAAAKK!!! APA YANG KALIAN LAKUKAN DIDALAM SANA!! JANGAN TERUS MEMBUAT ANAK KARENA KALIAN SUDAH MEMILIKI 4 ANAK YANG SAMA MENYEBALKAN SEPERTI KALIAN!!" teriak Alina karena Dev tak kunjung membuka pintu nya.


" Shiitt ... gadis ini benar-benar!"


Dev membuka pintu kamarnya dan menatap tajam kearah Alina.


Namun saat baru menyadari penampilan sang adik yang hanya memakai Coat dan hot pant.


Dev langsung menarik tangan Alina agar masuk kedalam kamarnya.


" Jadi sejak tadi kau belum mengganti baju mu?" tanya Dev geram karena melihat penampilan Alina.


" Bagaimana aku bisa mengganti baju, aku tak membawa apapun!! dan itu semua karena ulah mu, Kak!!" tegas Alina.


Dev tampak menepuk keningnya sendiri. Sementara Zea hanya tertawa.