I'm yours

I'm yours
18 ( Acara launching)



Alea berjalan cepat menuju pintu lobby perusahaan adelard.corp, dia sudah meminta izin pada sang empunya gedung untuk pulang terlebih dahulu.


" Alea ... kau sudah ingin pulang?" kata Angre menghampiri Lea.


" Ya, Angre. Aku harus bersiap dan ini sudah agak terlambat," kata Lea sambil terus berjalan keluar dari gedung itu.


" Ayo, aku akan mengantar mu. Karena aku juga ingin menghadiri undangan dari Uncle," kata Angre sambil membuka kan pintu mobil nya untuk Lea.


" Baiklah. Terimakasih Angre," kata Lea sebelum masuk kedalam mobil itu.


Lalu Angre masuk kedalam mobilnya dan menjalankan mobilnya menuju mansion keluarga Mouvrik.


Kini Lea sudah tiba di mansionya. Dia langsung bergegas masuk kedalam kamar nya dan membersihkan tubuhnya di kamar mandi.


Selang beberapa menit dia sudah menyelesaikan mandinya. Lea langsung mengenakan gaun yang sudah di siapkan oleh sang Momy dan merias wajahnya di depan cermin.


Wanita itu melihat pantulan dirinya di cermin.


" Perfect,"



Alea terlihat begitu cantik dengan menggunakan gaun berwarna pink fanta dengan memperlihatkan bahu serta kaki jenjangnya.


Tok tok tok


Alea membuka pintu kamar yang di ketuk.


" Ya, Bik?" tanya Lea.


" Tuan Leon sudah menunggu Anda di depan, Non," kata seorang pelayan.


" Baiklah. Terimakasih Bik."


Lea langsung keluar dari kamar nya setelah mengambil tasnya. Dia menuruni tangga dengan perlahan dan langsung berjalan menuju pintu utama mansion.


" Ayo, aku sudah siap," kata Lea berdiri di belakang Leon.


Leon menoleh dan langsung terpaku melihat sang calon istri yang tampak begitu cantik malam ini.


" Your so beautiful," kata Leon mengulurkan tangannya pada Lea. Membantu nya menuruni anak tangga yang ada di beranda mansion.


" Thank you," sahut Lea.


Leon langsung merengkuh pinggang ramping Lea agar mendekat dengan tubuhnya.


" Bisakah kita menikah malam ini saja? aku sangat ingin memakan mu," kata Leon.


Lea tertawa mendengar ucapan Leon. Dia mendorong pelan dada pria itu agar melepaskan rengkuhannya.


" Ayo, kita sudah terlambat," kata Lea.


Lalu Leon membuka kan pintu mobil untuk Alea. Dan langsung melajukan mobilnya menuju Hotel dimana acara launching produk itu berada.


Dalam perjalanan, Leon selalu menggenggam tangan Lea dan sesekali menciumnya.


" Sampai kapan kau akan menggenggam tangan ku?" tanya Lea.


" Entahlah, aku enggan melepaskan nya," sahut Leon sambil mencium tangan halus nan wangi itu.


" Papah akan mengumumkan acara pernikahan kita di acara launching ini," kata Lea.


" Ya, bahkan jika Uncle menikah kan kita malam ini pun aku tidak akan keberatan," sahut Leon dan membuat Lea tertawa.


" Kau sangat cantik bila sedang tertawa," kata Leon beralih membelai pipi Lea.


" Kau sedang menyetir, Honey. Kita bisa tiba di rumah sakit bila kau terus seperti ini," kata Lea mengambil tangan Leon yang ada di pipinya.


.


.


Agar dia bisa langsung mengetahui kedatangan Leon.


" Ck, lama sekali. Apa dia tak datang?" gumamnya.


Tak selang beberapa lama, dia melihat Leon memasuki pintu masuk area launching berlangsung. Leon datang dengan merangkul seorang wanita yang sangat cantik, hingga Keylin pun merasa insecure.


" Apa wanita itu tunangan Leon?" gumam Keylin.


Leon merangkul Lea masuk kedalam acara yang sudah berlangsung. Dia tak menyadari kehadiran wanita yang tengah menatap kearah nya.


Lalu Leon dan Lea langsung menghampiri kedua orangtuanya.


" Sayang, kenapa kau terlambat?" tanya Mona.


" Sorry, Mom, Dad." Lea langsung meminta maaf pada kedua orangtuanya.


" It's oke, Honey," sahut Erka.


" Lihat, putri ku terlihat sangat cantik malam ini," kata Erka memuji kecantikan putri nya.


" Ya, dan kau harus berterima kasih padaku, Honey," kata Mona dan itu membuat Lea dan Leon tertawa.


Lea sangat suka melihat kemesraan kedua orang tuanya. Dan itu membuat dirinya menginginkan pernikahan nya bisa seperti mom dan Daddy nya.


" Pikiran kita sama, Honey," kata Leon berbisik.


Lea tersenyum dan langsung mencubit gemas hidung mancung Leon.


" Ayo kita makan dulu, aku sudah lapar," ajak Lea.


" Ya, ayo. Dan setelah itu kita bisa bersanda," sahut Leon.


Lalu Leon dan Lea pamit pada orang tua Lea untuk makan terlebih dahulu.


Mereka pun makan malam bersama di tengah ramai nya para tamu undangan yang hadir di acara itu.


Saat mereka tengah menikmati makan malam nya. Tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri mereka.


" Hallo, Leon. Ternyata kau kembali ke negara ini dan tak mengabari ku," kata seseorang.


Leon dan Lea langsung menghentikan kegiatan makan nya dan melihat kearah seseorang yang menyapa Leon.


Leon terkejut sampai menjatuhkan sendok nya ke lantai saat melihat Keylin sudah ada di negar ini, bahkan dia muncul di hadapan Lea.


" Sedang apa kau disini?" tanya Leon bangkit dari kursinya.


Lea melihat sikap aneh Leon saat wanita itu muncul. ' Ada apa dengan Leon, kenapa dia terlihat begitu terkejut melihat wanita ini,' batin Lea.


" Santai saja, Leon. Aku disini hanya mewakili Daddy ku," sahut Keylin tenang.


" Ah ya, kau pasti Alea, bukan? tunangan leon," kata Keylin.


Dia mengulurkan tangannya pada Lea.


" Aku Keylin, teman dekat Leon." kata Keylin mengenalkan dirinya pada Alea.


" Ya, aku Alea tunangan nya Leon, dan kita akan segera menikah," kata Lea membalas uluran tangan Keylin.


Sementara itu, Leon masih terpaku di tempatnya berdiri. Dia sangat takut bila Keylin membicarakan tentang hubungannya dengan keylin selama di Korea.