
" Apa maksud Dady?" tanya Leon.
Thoy tersenyum miring sambil melirik kearah sang putra.
" Aku bukan anak kecil yang tidak tahu apa-apa, Leon. Aku tahu semua gerak gerik mu selama berada di Korea," kata Thoy menghadap pada Leon.
" Aku hanya sedikit bermain-main, Dad. Dan aku tidak pernah bercinta dengan mereka," kata Leon meyakinkan Thoy.
" What ... apa yang kau bilang barusan, Leon?" kata Marta yang tiba-tiba muncul di belakang mereka.
" Mom ..." kata Leon sambil membalikkan tubuhnya menghadap sang Momy.
" Itu sama halnya kau menghianati Alea, Leon!!" bentak Marta dengan tatapan tajam nya.
" Aku tidak pernah punya hubungan dengan seorang wanita, Mom," kata Leon menjelaskan.
" Ya, kau tak pernah punya hubungan dengan para wanita. Tapi dengan keylin? Kenapa sampai orang tua Keylin begitu kekeh ingin menikah kan Keylin dengan mu, Leon!!" tegas Thoy pada putranya itu.
" Itu ... aku tidak tahu, Dad. Tapi aku benar-benar tidak pernah bercinta dengan nya," kata Leon mencoba menjelaskan.
" Lalu ini apa?" kata Thoy sambil menunjukkan beberapa bukti foto Leon sedang berciuman dengan keylin di beberapa tempat yang berbeda.
PLAK
Marta langsung menampar pipi Leon.
" Jadi ini kau bilang tidak menghianati Lea? Alea, dia begitu mencintaimu, dia sangat menghargai kami dan dia selalu mengunjungi kami meskipun kau tak ada disini. Tapi apa yang kau buat padanya, Leon. Kau menghianati nya!!" bentak Marta.
Marta langsung masuk kedalam mansion meninggalkan Leon.
" Mom ... aku bisa menjelaskan ini semua," kata Leon dengan nada yang sedikit berteriak.
" Dad ..." kata Leon menoleh pada Thoy.
Tapi Thoy juga meninggalkan nya.
" Aaaarrggh ..." teriak Leon frustasi.
.
.
Lea tiba di mansionya. Dia langsung masuk kedalam dan menghampiri papi dan maminya yang berada di ruang tengah.
" Papi ... I Miss you," kata Lea memeluk sang papi.
" I Miss you to, sayang," kata Erka membalas pelukan dari sang putri.
" Apa kau sudah menentukan di perusahaan mana kau akan melaksanakan praktek mu?" tanya Erka melepaskan pelukannya.
" Sudah, Pap. Aku akan magang di perusahaan Adelard.corp," kata Lea.
Erka memicingkan matanya mendengar perkataan sang putri.
" Adelard.corp? apakah itu perusahaan baru yang di pimpin oleh Angre?" tanya Erka.
" Ya, Papi mengenalnya?" sahut Lea.
" Papi sangat mengenalnya, sayang. Dan papi juga memiliki saham di perusahaan itu," kata Erka.
" Lalu bagaimana hubungan mu dengan Leon, sayang?" tanya Erka.
Erka melihat perubahan di wajah Lea saat dia menanyakan tentang hubungan pertunangan itu.
Dia mengangkat dagu sang putri agar menatapnya.
" Hei ... apa ada sesuatu yang terjadi pada hubungan kalian?" tanya Erka.
Lea tersenyum lalu menatap sang papi.
" Hubungan kami baik-baik saja, Pap. Kau jangan khawatir," kata Lea.
Lalu dia beranjak dari sofa dan berjalan menaiki tangga untuk pergi ke kamar nya.
Erka menoleh pada sang istri, dan mona mengangkat kedua bahunya tanda dia tak tahu apa pun.
" Sepertinya hubungan mereka sedang tak baik-baik saja," gumam Erka sambil menatap punggung Lea yang menaiki tangga.
" Itulah yang aku takutkan sejak dulu, tapi Alea sangat egois dan begitu yakin bahwa tak akan ada sesuatu yang terjadi dalam hubungannya," kata Mona.
.
.
CEKLEK
Leon membuka pintu kamar lira da masuk kedalam nya. Dia menghampiri ranjang lira dan melihat dari jarak dekat wajah pucat sang Adik.
" Kak ... kau kah itu?" kata lira lirih tanpa membuka matanya.
Wanita itu tak mau membuka matanya kalau bukan Leon yang datang menemui nya.
Lalu Leon duduk di sebelah sang adik, dan menggenggam tangan lira.
" Iya ... kakak sudah datang," kata Leon.
" I Miss you, Kak. Aku ingin ikut dengan mu," kata lira dalam pelukan itu.
Leon membalas pelukan sang adik, dia mengusap punggung lira sembari menenangkan nya.
" Aku akan menemanimu disini, kau harus cepat pulih," kata Leon.
Lalu Leon menemani sang adik di kamar itu.
Lira gadis cantik yang periang, dia memiliki kelainan jantung sejak kecil. Karena hal itulah Leon sangat menyayangi adiknya itu.
Dia akan langsung datang jika lira membutuhkannya, dimana pun dia berada.
.
Tok tok tok
Terdengar pintu kamarnya di ketuk, Lea langsung membukanya.
" Anda di panggil Tuan besar di bawah, Non," kata seorang pelayan.
" Baiklah. Sebentar lagi aku akan turun, terimakasih Bik." Lea langsung menutup pintu kamarnya.
Setelah beberapa menit, Lea turun dan menghampiri Momy dan Papi nya di ruang tengah.
" Sepertinya Momy dan Papi akan pergi," kata Lea melihat penampilan kedua orangtuanya yang sudah rapi.
" Kita akan mengunjungi keluarga Guesson, sayang. Kami dengar lira sedang sakit," kata Mona.
" Lira sakit? kalau begitu aku ikut Mom, sebentar aku akan ambil tas ku dulu."
Lea langsung naik lagi dengan sedikit berlari.
" Sayang, tak usah berlari!! Nanti kau jatuh," kata Erka sedikit berteriak.
Kini mereka sudah dalam perjalanan menuju mansion keluarga Guesson. Sebenarnya Erka dan Mona bukan hanya ingin menjenguk lira, tapi mereka ingin mempertemukan Leon dan Lea agar hubungan mereka tak merenggang.
Tadi saat Lea masuk kedalam kamarnya, Erka menghubungi Thoy.
" FLASH BACK percakapan Thoy dan Erka di telepon "
" Hallo, Tuan Thoy. Apa aku mengganggu waktu mu?" kata Erka.
" Tidak, Tuan. Aku memang ingin menghubungi mu barusan. Ada hal penting yang ingin ku bicarakan denganmu," kata Thoy.
" Apakah ini tentang hubungan Alea dan Leon?" tanya Erka.
" Ya, apa kau menyadari ada sesuatu yang terjadi dalam hubungan mereka?" tanya Thoy balik.
" Ya, aku merasa ada sesuatu yang terjadi antara mereka," sahut Erka.
" Kemarilah, kita bicarakan ini bersama. Dan kebetulan Leon pulang hari ini, karena adiknya sakit," kata Thoy.
" Baiklah aku akan kesana sebentar lagi." Lalu Erka memutuskan panggilan itu.
" FLASH BACK OFF "
Kini mobil yang di tumpangi keluarga Lea berhenti di halaman depan mansion keluarga Guesson.
Mereka langsung turun, dan pelayan langsung menyambut mereka dan mempersilahkan masuk.
Lalu mereka masuk dan berjalan menuju ruang tengah yang sudah di tunggu oleh Thoy dan juga Marta.
" Selamat siang," kata Erka menyapa.
Mereka semua tampak bersalaman dan berpelukan.
" Bagaimana kabar mu, sayang?" tanya Marta pada calon menantunya itu.
" Aku baik, Aunty. Bagaimana keadaan lira?" tanya Lea.
" Seperti biasa, penyakitnya kambuh dan dia hanya berbaring di ranjangnya," sahut Marta.
Marta menangkup wajah sang calon menantu, dia menatap nya dengan tatapan yang sendu karena dia tahu apa yang di lakukan Leon di belakangnya.
" Aunty, are you oke?" tanya Lea memegang tangan Marta yang ada di pipinya.
Marta hanya tersenyum, sambil mengangguk kan kepalanya. Mona melihat ekspresi wajah Marta yang tak biasa, dan dia yakin dia tahu sesuatu tentang apa yang terjadi dalam hubungan Lea dan Leon.
" Aku ingin melihat keadaan lira sebentar," kata Lea bangkit dari sofa, dan berjalan menuju kamar lira yang berada di lantai dua.
Semua tampak melihat kepergian Alea. Mereka memang sengaja tak mengatakan pada Lea bahwa Leon ada di kamar lira.
CEKLEK
Pintu kamar lira terbuka, Leon langsung melihat kearah pintu. Lalu Alea masuk dan langsung terpaku saat melihat seorang pria yang tengah menatapnya.
Aleana Mouvrik
Leonardo Guesson