I'm yours

I'm yours
29 ( Aleana dan Angre)



3 bulan berlalu.


Pernikahan Alea dan Angre terlihat sangat bahagia. Alea yang sejak awal memang sudah membuka hatinya untuk sang suami kini sudah membuahkan hasil.


Cinta di hati nya mulai tumbuh. Wanita itu terlihat sangat nempel dengan sang suami.


Bahkan saat di perusahaan pun wanita itu selalu makan siang bersama dengan sang suami. Namun dia belum mengutarakan perasaannya pada sang suami.


.


Pagi-pagi sekali. Angre sudah siap dengan setelan jas nya. Dia akan pergi ke perusahaan tanpa membangun kan sang istri . Dia sudah ada janji dengan relasi bisnisnya yang datang dari Jepang.


CUP


Angre mengecup kening sang istri yang masih terlelap sebelum dirinya pergi ke perusahaan.


" I love you," bisik Angre sambil mengusap lembut puncak kepala Lea.


Lalu dia melangkahkan kakinya secara perlahan untuk keluar dari kamar.


Setengah jam kemudian. Alea terbangun dari tidurnya karena merasa kan mual di perut nya. Wanita itu langsung bangkit dan berlari kearah kamar mandi.


" Uuuweeekkk ... Uuuweeekkk."


Lea memuntahkan semua isi perutnya di pagi itu.


Pelayan yang baru masuk kedalam kamar Lea mendengar majikan nya yang sedang mual-mual di dalam kamar mandi.


Dia langsung menghampiri majikannya.


" Astaga ... Nyonya."


Pelayan itu membantu Lea dengan memijat tengkuk lehernya.


" Perut ku sangat mual bik," kata Lea lemas.


" Aku akan menghubungi Tuan Angre, Nyonya," kata pelayan itu bergegas ingin menghubungi Tuan nya tapi Lea menghalangi nya.


" Jangan. Aku hanya mual, tidak usah menghubungi nya. Dia pasti sedang meeting dengan rekan nya yang dari Jepang," kata Lea lemah.


Dia memang sudah tahu karena semalam sang suami sudah memberi tahu nya.


" Ayo, Nyonya. Saya bantu anda berbaring di ranjang."


Pelayan itu langsung merangkul bahu Lea yang lemah keluar dari kamar mandi.


Kini Lea sudah berbaring di ranjang nya. Wanita itu mengambil ponselnya yang ada di meja nakas di samping ranjang nya.


Lalu dia terpaku melihat tanggal yang ada di ponselnya.


" Aku mual? sejak kemarin aku merasa pusing dan kapan aku terakhir datang bual? Apa aku ..." Lea tak meneruskan ucapannya dan langsung menutup mulutnya.


" Apa aku sedang ..."


CEKLEK


Pelayan datang dengan membawa kan minuman hangat untuk Lea.


" Ini minumlah dulu, Nyonya. Ini akan membantu menyembuhkan perut mual Nyonya," kata pelayan itu.


" Bik. Bisakah kau membelikan ini?" kata Lea sambil menunjukkan sesuatu dari ponselnya.


" Hmmm. Aku akan menyuruh pelayan lain untuk membeli kan nya. Karena aku harus menjaga Nyonya," sahut pelayan itu.


" Terserah Bibik saja. Aku membutuhkan alat ini sekarang," ucap Lea.


" Baiklah. Dimakan dulu sarapan nya, Nyonya. Aku akan keluar dulu," kata pelayan itu yang hanya direspon dengan anggukan kepala oleh Lea.


Pelayan itu pun keluar dari kamar Lea. Dan langsung menyuruh pelayan lain untuk membelikan apa yang di minta oleh majikannya.


Lea tak menyentuh makanan nya. Dia langsung merasa mual ketika melihat nasi goreng yang sudah di siapkan oleh pelayan.


Dia langsung berlari kearah kamar mandi dan kembali memuntahkan isi didalam perut nya yang sudah kosong.


Karena sejak bangun dari tidurnya, Lea selalu muntah-muntah.


" Aku harap, aku benar-benar hamil," gumam Lea sambil mengelus perut nya yang masih rata.


Beberapa menit kemudian. Bibik Berli masuk kedalam kamar Lea. Dia langsung menghampiri Lea yang terdengar masih mual-mual di kamar mandi.


" Nyonya. Kau terlihat lemas, aku akan memanggil kan dokter untuk memeriksa mu," kata Bibik Berli yang merasa khawatir dengan kondisi majikan nya.


" Tidak. Aku tidak apa-apa, Bik. Apa pesanan ku sudah dapat?" tanya Lea berusaha bangkit dari duduknya.


" Ini Nyonya." Bibik Berli memberikan bungkusan plastik pada Lea.


" Bibik keluar lah. Aku tidak apa-apa, dan tolong bikin kan aku susu coklat hangat," kata Lea.


" Baiklah." Pelayan itu langsung keluar dari kamar majikan nya.


Lea menatap alat yang dia pegang saat ini. Dia masih dilema antara mau memakai nya atau tidak.


" Tapi kalau ternyata aku tidak hamil, Bagaimana?" gumam Lea.


Sekarang dia sedang menunggu hasil dari tes nya itu. Wanita itu mondar-mandir di dalam kamar mandi.


" Jika aku tidak hamil, tak akan jadi masalah kan. Toh Angre tidak tahu hal ini," gumam Lea.


Lalu perlahan Lea mendekati tes yang dia letakkan di meja marmer wastafel. Dia mengambil benda pipih itu dan perlahan membaliknya.


Matanya langsung terbelalak saat melihat hasil dari tesnya. Matanya berkaca-kaca saat membaca tulisan yang ada di benda itu.


Terlihat tulisan "PREGNANT" di alat yang dia gunakan. Air matanya menetes dengan tangan yang menutup mulutnya.


" Aku hamil. Akhirnya aku hamil." Lea menangis sambil terduduk di lantai yang dingin di kamar mandi.


Bibik Berli masuk dengan membawa kan susu coklat hangat untuk Lea. Dia meletakkan gelas itu di meja dan melihat pintu kamar mandi yang terbuka.


Dia berjalan kearah kamar mandi dan melihat majikannya yang sedang menangis di atas lantai.


" Nyonya. Ada apa?" ayo saya bantu bangun," kata Bibik Berli langsung membantu Lea bangkit dan membawanya keluar dari kamar mandi.


" Tenanglah, Nyonya. Jangan mudah menyerah, Tuan Angre sangat mencintai mu meskipun kau belum bisa memberikan keturunan pada nya," kata Bibik Berli yang mengira Lea menangis karena kecewa dengan tesnya yang ternyata tidak sesuai dengan yang di harapkan.


Lea duduk di tepi ranjang nya dan masih menggenggam erat alat tes kehamilan itu.


Bibik Berli yang melihat hal itu meminta alat itu pada Lea.


" Berikan itu padaku, Nyonya. Aku akan langsung membuangnya," kata Bibik Berli geram karena dia mengira sang majikan kecewa karena alat itu.


Lalu Lea memberikan alat itu pada Bibik Berli.


Sebelum membuangnya nya, Bibik Berli melihat hasil dari tes itu yang bertuliskan "PREGNANT" disana.


" Nyonya. Anda hamil!" kata Bibik Berli terkejut.


Dia langsung memeluk erat sang majikan dan mengucapkan selamat pada Lea.


" Terimakasih Bik." Sahut Lea melepaskan pelukannya.


" Bibik akan menyiapkan segala keperluan Nyonya. Nyonya ingin makan apa? Saya akan langsung membuat kan nya. Nyonya tinggal bilang padaku," kata Bibik Berli dengan semangat.


" Sekali lagi terimakasih,Bik. Aku ingin Bibik menyiapkan sesuatu untuk ku," kata Lea.


Lea mendekatkan wajahnya kearah telinga bibik Berli dan membisikkan sesuatu padanya.


" Baik, Nyonya. Aku akan langsung menyiapkan nya untuk Nyonya."


Pelayan itu langsung bergegas pergi dari kamar Lea. Namun sebelum dia menutup pintu kamarnya, Bibik Berli kembali menatap Lea.


" Tapi Nyonya harus menghabiskan makanan nyonya dan susu coklat nya," kata Bibik Berli dan langsung menutup pintu kamar Lea.


Lea langsung meminum susu coklat nya dan langsung menghabiskan nya. Wanita itu langsung bangkit dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket akibat muntah-muntah.


Selang beberapa menit. Lea keluar dari kamar mandi dan langsung bersiap untuk memberikan kejutan pada sang suami.


Kini Lea sudah dalam perjalanan menuju perusahaan sang suami. Senyumnya selalu mengembang saat dalam perjalanan.


Dia selalu menatap balon yang sengaja dia bawa untuk mengejutkan sang suami.


Setelah tiba di perusahaan sang suami. Lea menjadi pusat perhatian karena wanita yang di kenal sebagai istri sang big bos kini datang ke pernikahan dengan membawa balon besar di belakangnya.


CEKLEK


Terdengar pintu ruangan Angre yang dibuka dari luar.


" Haii ... Ayang ..." panggil Alea yang hanya muncul kepalanya saja dari balik pintu.


Angre menghentikan kegiatannya dan melihat kearah wanita cantik yang sedang tersenyum menyapa nya.


" Hallow ... Ayang. Kau kemari? Kenapa kau hanya diam dibalik pintu itu, Beby?" tanya Angre bangkit dari kursi kebesaran nya dan menghampiri sang istri.


" Tidak - tidak. Jangan mendekat," sahut Lea.


Angre otomatis langsung menghentikan langkahnya dan menatap heran pada sang istri.


" Aku curiga. Ada apa ini?" sahut Angre penasaran.


" Aku punya kejutan untuk mu," ucap Lea dengan senyum manisnya.


" Kejutan? ku rasa ini bukan hari spesial ku. Dan aku tidak sedang berulang tahun," sahut Angre sambil mengangkat kedua bahunya.


" Tutup mata mu, dan aku akan masuk," perintah Lea.


" Baiklah," sahut Angre dan langsung menutup matanya.


Lea diam-diam masuk kedalam ruangan itu dengan balon besar yang dia sembunyikan di balik punggung nya.


"Sekarang buka matamu dan lihatlah apa yang ada di depan mu," ucap Lea.


Perlahan Angre membuka matanya. Pria itu mengerjapkan matanya melihat sebuah balon berukuran besar yang sedang menutupi wajah cantik Lea.


Kemudian matanya tertuju pada tulisan yang ada di balon itu.


" You Will be a father. Are you ready to be a father?"