I'm yours

I'm yours
Alina - Mike 10



Malam menjelang.


Semua orang yang ikut dalam kapal pesiar itu sudah siap dengan penampilan cantik dan gaun pesta yang mewah.


Ada pesta dansa dan makan malam romantis yang tersedia di dalam kapal pesiar itu. Dan gemerlap lampu beserta bintang pun menghiasi malam pesta itu.


Dev dan Zea sedang bersiap di kamar nya begitu pun dengan yang lain. Zea sedang memasangkan kancing kemeja sang suami dan di lanjutkan dengan memakai kan jas nya.


Pria yang sudah berumur hampir 40 tahun itu kini sudah terlihat begitu tampan dan gagah. Begitu pun dengan Zea, wanita itu terlihat sangat cantik dan anggun.


Lalu Zea melihat wajah tak biasa sang suami.


" Ada yang kau pikirkan, Beby?" tanya Zea.


" Tidak," sahut Dev singkat.


" Itu artinya ada sesuatu yang sedang kau pikirkan. Kau tak bisa membohongi ku, Dev!" ucap Zea yang sudah sangat hafal dengan sikap sang suami.


Dev menghela nafas nya dan merengkuh pinggang ramping Zea.


" Mike mendadak melamar Alina dan Alina dengan terpaksa menerima nya," ucap Dev yang langsung berbicara ke intinya.


" Bukankah itu bagus?" sahut Zea sambil merapikan kembali jas yang di kenakan oleh Dev.


" Kau bahkan sudah mengerti keluarga nya, bukan? jadi apa yang harus kau pikirkan?" lanjut Zea yang sudah melingkar kan tangannya di leher kokoh Dev.


Pria itu tampak berpikir dan menghembuskan nafasnya dengan berat.


" Tapi aku tidak yakin Mike mencintai Alina. Aku hanya takut jika suatu saat nanti dia menyakiti Alina," sahut Dev.


" Lalu apa gunanya anak buah mu yang banyak itu? kau bisa mengawasi mereka, bukan? dan kau masih bisa melindungi Alina," sahut Zea.


" Berikan mereka kesempatan, Beby. Serahkan semuanya pada Tuhan, biarkan Alina menjalani kehidupan nya dan berikan dia kepercayaan. Tidak baik jika kau terus mengekang nya. Apa kau mau dia jadi perawan tua?" ucap Zea mencoba meyakinkan Dev.


Pria itu menatap tajam kearah Zea, lalu menghembuskan nafasnya perlahan.


" Ya. Kau benar, aku butuh bicara dengan mereka berdua," sahut Dev.


" Mereka pasti akan langsung membicarakannya ini semua dengan mu, Beby. Jadi berikan mereka waktu, hmmm?"


Dev tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Lalu dia mencium kening Zea dan mereka keluar dari kamar itu.


.


.


Banyak orang yang tengah berdansa dengan pasangan masingmasing. Ada juga yang tengah menikmati makan malam nya.


Sama hal nya seperti Dev dan Zea. Mereka makan malam romantis berdua dan tanpa 4 anaknya.


Karena anak-anak itu kini sedang makan bersama di meja yang sudah di persiapkan untuk anak-anak dan tak lupa dengan pelayanan yang mengawasi mereka.


Lea dan Leon pun sedang makan malam bersama di samping meja Dev dan Zea.


Lalu mata mereka menatap kearah dua insan yang berjalan kearah mereka dengan bergandengan tangan.


Dia adalah Alina dan Mike. Dev menatap tajam kearah mereka dan Zea langsung memegang tangan Dev.


"Mereka terlihat sangat serasi, apa mereka memiliki hubungan?" kata Lea.


" Mungkin saja," sahut Leon.


" Kak Dev. Jangan terlalu mengekang nya, ini kesempatan untuk Alina agar dia bisa membuktikan kedewasaan nya padamu," ucap Lea yang menyadari perubahan di wajah Dev.


Pria itu hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis.


" Haii ... kalian sudah makan malam?" tanya Alina dengan cerianya.


" Hmmm ... kau makanlah dulu. Setelah itu temui aku karena ada ingin aku bicarakan dengan kalian!"


Dev langsung bangkit dan menarik tangan Zea menuju lantai dansa.


Alina menatap kearah Lea yang juga menatapnya.


" Nikmati makan malam kalian, kita duluan ke lantai dansa. Bye ... Honey," kata Lea.


Wanita itu juga bangkit dan menarik tangan Leon dan menuju lantai dansa.


Alina kembali menoleh dan melihat pasangan itu.


" Ada yang aneh," gumam Alina.


" Kita makan malam dulu, oke?" kata Mike sambil memundurkan kursi agar Alina bisa langsung menduduki nya.


" Terimakasih, Mike."


Pria itu hanya tersenyum dan ikut mendudukkan dirinya di kursi yang ada di hadapan Alina.


Mereka pun langsung makan malam bersama di suasana romantis itu. Hal itu membuat dada Alina berdebar karena dia memang tak pernah makan malam romantis seperti itu dengan seorang pria.