I'm yours

I'm yours
Alina - Mike 20



Mereka makan siang bersama di restoran itu sambil mengobrol ringan. Lea meminta saran dari Alina dan Mike untuk memberikan surprise pada sang suami tentang kehamilan nya.


Alina dan Mike pun memberikan saran pada Lea, meskipun saran dari mereka akhirnya tidak di pakai juga oleh Lea.


Alea memilih untuk melaksanakan rencana awalnya. Yaitu mengerjai Leon terlebih dahulu sebelum dirinya memberikan kabar bahagia itu padanya.


Alina dan Mike hanya bisa menghela nafas dan menggeleng kan kepalanya. Karena bagi mereka akan percuma jika mereka menasihati wanita hamil yang satu itu.


Hingga dua jam berlalu.


Mereka berpisah di restoran itu, lea ingin menjalankan aksinya mengerjai sang suami di perusahaan nya.


Sementara Mike dan Alina langsung kembali ke perusahaan Alina karena akan ada meeting tentang kerja sama perusahaan mereka di perusahaan itu.


Dalam perjalanan menuju perusahaan, Mike tampak melirik kearah Alina yang kini kembali diam. Mike menyadari hal itu dan dia memilih untuk menunggu Alina membicarakan hal itu padanya sendiri.


" Honey ..." panggil Mike.


Alina menoleh dan tersenyum pada Mike.


" Jika kita menikah nanti, apa kau mau langsung memiliki anak?" tanya Leon.


Mendengar pertanyaan dari pria itu membuat Alina terkekeh sambil menggeleng kan kepalanya.


" Kenapa? apa ada yang lucu?" tanya Mike.


" Kita bahkan belum melaksanakan pertunangan kita, Mike. Kenapa kau sudah berpikir sejauh itu?" sahut Alina.


" Itu karena aku memang serius menjalani hubungan ini denganmu, meskipun aku tahu kau belum memiliki perasaan apapun pada ku selain rasa nyaman," sahut Mike.


Mendengar jawaban dari Mike membuat Alina langsung mengalihkan pandangannya kearah jendela.


Memang benar, hubungan mereka terbilang singkat dan mereka bahkan tak melalui tahap berpacaran terlebih dahulu.


Tidak ada kata cinta dari keduanya. Tapi mereka sama-sama memiliki perasaan nyaman satu sama lain. Awal yang baik untuk memulai hubungan yang serius menurut mereka.


Mike mengambil tangan Alina dan mencium punggung tangannya. Wanita itu menoleh dan melihat kearah wajah tampan Mike.


" Tapi aku tidak akan pernah menyerah. Kau milikku dan aku milikmu apapun yang terjadi. Ada atau tidak perasaan itu, itu tidak akan merubah kenyataan bahwa kau akan tetap menjadi milikku," kata Mike yang berhasil membuat Alina tertegun.


" Tidak sulit untuk mencintai wanita seperti mu, dan aku akan selalu berusaha untuk membuat mu jatuh cinta pada ku," lanjut Mike.


Alina tersenyum dan memajukan wajahnya. Dia mengecup pipi Mike dan berhasil membuat dada Mike berdebar.


" Thank you. Kita akan memulai nya dengan persahabatan yang akan berakhir di pelaminan, bukan?" bisik Alina.


Mike menoleh dan mengecup bibir Alina dengan cepat.


Mike hanya terkekeh saat melihat wajah cemberut Alina.


" Terbiasa lah. Karena aku akan selalu melakukan itu saat kita bertemu ataupun berpisah," ucap Mike.


Pipi Alina memerah dan dia langsung memalingkan wajahnya kearah luar jendela dengan senyum di bibirnya.


.


.


Mobil yang di tumpangi Lea kini sudah tiba di depan lobby perusahaan sang suami. Wanita cantik itu memakai kacamata hitam nya dan keluar dari mobil setelah supir membukakan pintu untuknya.


Lea berjalan dengan anggun memasuki gedung itu dan semua mata tertuju pada wanita cantik yang memiliki tinggi badan bak seorang model itu.


Alea hanya memakai pakaian kasual yang bernuansa putih. Warna tasnya senada dengan warna high heels yang dia pakai.


Dia memakai high heels yang tak terlalu tinggi karena dia sudah memiliki postur tubuh yang cukup tinggi.


Rambutnya di ikat rapih ke belakang dan itu menambah kesan elegannya dengan riasan tipis yang biasa dia pakai.


Wanita itu langsung berjalan menuju lift khusus yang akan membawa nya langsung ke lantai dimana ruangan Leon berada.


Para pegawai yang berpapasan tampak tersenyum ramah sambil menundukkan kepalanya pada Nyonya besar perusahaan itu.


Dan Lea selalu bersikap ramah dan membalas senyuman dari setiap pegawai yang menyapanya.


TING


Pintu lift terbuka, dia langsung masuk dan menekan tombol agar pintu lift tertutup kembali.


TING


Pintu lift kembali terbuka saat sudah sampai ke lantai paling atas di gedung itu. Lea langsung keluar dari lift dan berjalan kearah pintu dimana ruangan sang suami berada.


CEKLEK


Lea membuka pintu itu secara perlahan dan melihat kearah meja kerja Leon yang terdapat seorang wanita disana.


Leon melihat kearah pintu dan tersenyum saat melihat sang istri disana. Lea menatap tajam kearah sang suami yang tersenyum pada nya dan langsung masuk kedalam ruangan itu.


Tampak wanita yang duduk di kursi yang ada di seberang meja Leon juga melihat kearah Lea. Bahkan wanita itu melihat penampilan Lea dari ujung kaki hingga ujung kepalanya.


' Sepertinya aku memiliki alasan untuk menjalankan rencana ku untuk membuat nya kesal,' batin Lea.