I'm yours

I'm yours
49. Cerita



Satu minggu berlalu.


Selama itu pula Rayan tak lagi menampakkan wajah nya di hadapan Lea. Tapi pria itu tak patah arang, dia tetap berusaha mendekati wanita itu dengan mengirimkan berbagai barang untuk Lea.


Bahkan dia sudah terang-terangan mengirimi Lea bunga serta barang-barang branded lainnya.


Misalnya seperti pagi ini. Saat Lea sedang sarapan pagi bersama keluarga dan juga Leon yang baru saja datang bersama Martha.


Tiba-tiba ada pelayan yang membawakan buket bunga mawar berwarna putih kesukaan Lea. Bahkan tak hanya itu, Rayan juga mengirimkan makanan kesukaan Lea.


" Ini ada paket lagi, Nona," ucap pelayan sambil memberikan bunga dan paperbag pada Lea.


" Huuffft ... Bibik bawa saja ke dapur. Dan makan bersama pelayan yang lain," sahut Lea malas.


" Bagaimana dengan bunga nya, Nona?" sahut pelayan itu.


" Letakkan di halaman belakang saja," sahut Lea.


Pelayan itu pun pergi dari ruang makan dengan membawa barang-barang kiriman dari Rayan itu.


Semua orang tampak menatap kearah Lea yang sudah tak berselera makan dan langsung pergi dari ruang makan.


" Honey ... bisakah kau bertindak sesuatu pada Rayan? sepertinya Lea terganggu dengan semua barang yang dia kirim," ucap Mona.


" Ya. Aku akan segera bertindak," sahut Erka.


" Maaf ... jika kalian tak nyaman dengan hal ini," kata Mona pada Marta dan juga Leon.


" Tidak masalah. kami sangat memaklumi nya," sahut Martha.


Makan pagi selesai. Leon dan Erka sudah berangkat ke perusahaan nya masing-masing. Sementara Marta masih tetap tinggal.


Karena dia ingin membuat kue bersama Mona untuk di bawa ke panti asuhan yang biasa mereka kunjungi.


Marta merasa kesepian di mansionya sendiri karena Thoy sedang ada di luar negeri untuk urusan bisnisnya. Maka dari itu dia meminta untuk di antar ke mansion Mona pada Leon.


Tampak Lea keluar dari kamar nya bersama Leangga. Dia langsung menuju dapur sementara Leangga langsung menuju halaman belakang dimana dia sering bermain dengan Nani nya disana.


" Aunty ... kau masih disini?" tanya Lea saat melihat Marta masih fokus membuat kue di dapur.


" Ya. Sayang ... setelah ini Aunty dan Momy mu akan ke panti asuhan. Kau mau ikut?" tanya Marta.


" Hmmm ... Baiklah. Aku akan ikut bersama kalian. Apa ada yang perlu aku bantu?" tanya Lea.


" Tidak perlu, sayang. Ini hanya tinggal memanggang nya saja."


" Baiklah. Aku akan ke halaman belakang dulu," sahut Lea dan langsung berjalan menuju halaman belakang.


.


.


Dia membawa beberapa cup cake yang sudah matang dan meletakkan di meja. Lea menoleh saat melihat sebuah nampan yang sudah berisi beberapa kue disana.


" Apakah sudah selesai, Aunty?" tanya Lea.


Marta tersenyum dan duduk di sebelah Lea.


" Masih tinggal satu loyang yang masih ada di pemanggang. Dan Mona yang meneruskan nya," sahut Marta sambil mengusap rambut panjang Lea.


" Cobalah, pasti kau akan suka," lanjut Marta.


Lalu Lea mengambil satu buah kue coklat dan memakannya.


" Hmmm ... ini benar-benar enak, Aunty," kata Lea.


Lea pun menghabiskan kue itu dan mencoba lagi kue cupcake kecil yang ada di hadapannya.


Leangga menghampiri meja dan langsung mengambil satu kue yang warnanya sangat menarik di mata nya.


Anak itu langsung memasukkan kue itu ke mulutnya dan membuat wajah nya belepotan dengan butter cream yang ada di kue itu.


Lea dan Marta tertawa melihat tingkah lucu bayi itu. Dan Leangga pun mengangkat nampan kecil itu dan membalas duduk di lantai.


Dia kembali menikmati kue-kue itu sampai habis tak tersisa. Wajah, tangan dan bajunya sudah tak berbentuk. Dan Lea langsung menyuruh Nani untuk mengganti kan pakaian Leangga.


" Kau masih tak mau membuka hati mu, sayang?" tanya Marta sambil menggenggam tangan Lea.


Wanita itu menoleh pada Marta sambil mengerutkan keningnya.


" Maaf ... jika pertanyaan Aunty mengganggu pikiran mu," lanjut Marta.


" Tidak, Aunty," sahut Lea sambil menggenggam tangan Marta.


Lalu mereka terdiam sejenak sambil melihat kearah hamparan rumput hijau di hadapannya.


" Aunty dan Uncle sudah berusaha menjodohkan Leon dengan para wanita yang baik. Namun dia selalu menolak."


Lea menoleh pada Marta yang masih menatap kearah rumput hijau.


" Aunty sudah berusaha keras untuk membujuk Leon agar mau menikah dan melupakan mu tapi itu tetap tak ada hasil. Dia tetap dalam pendirian nya untuk menunggu takdirnya bersama mu," lanjut Marta tanpa melihat kearah Lea.


" Maafkan Aunty karena Aunty tak bisa membuat Leon melupakan mu. Dia sangat keras kepala dan membuat semua wanita yang pernah Aunty jodoh kan dengan nya lari menjauh karena sikap nya yang sangat angkuh dan tanpa perasaan pada setiap wanita yang mencoba mendekati nya."


Lea masih mendengar kan ucapan dari Marta. Dan tanpa dia sadari bibir nya menyunggingkan senyum tipisnya.


" Terakhir kali, Uncle menyuruh seseorang wanita untuk menggoda Leon saat meeting. Namun setelah itu Leon langsung menolak bekerja sama dengan perusahaan wanita itu bahkan menyuruh asisten nya untuk tak menerima wanita itu lagi di perusahaan nya," lanjut Marta.


Lea terus menyunggingkan senyumnya. Tanpa menjawab cerita dari Marta.


Marta melihat senyuman itu dan itu membuat hati nya lega.