I'm yours

I'm yours
46. Leon dan Beby Leangga



" Jangan menatap ku seperti itu, atau akan ku congkel mata mu," kata Lea sinis.


Hal itu malah membuat Leon tertawa. Lalu Lea berdiri dan membawa Beby Leangga ke kamarnya karena bayi itu sudah tertidur pulas.


Leon hanya menatap kearah punggung Lea yang semakin menjauh dari pandangan nya.


" Aku akan tetap menunggumu," gumam Leon.


Lalu dia bangkit dan berjalan keluar dari mansion itu. Lea mengintip Leon dari balik jendela kamar nya saat pria itu keluar dari mansion dan berjalan kearah mobilnya.


Leon menoleh kearah jendela kamar Lea dan dia melihat Lea yang tengah menatapnya dari balik jendela.


Dia tersenyum dan melambaikan tangannya, lalu masuk kedalam mobil nya.


Lea hanya tersenyum sambil terus menatap kepergian Leon dari balik jendela nya.


Hingga mobil itu berlalu dan menghilang di balik pagar tinggi di mansionya.


" Berhenti menunggu ku, takdir tak mungkin mempersatukan kita. Ada Leangga disisi ku," gumam Lea, lalu menutup kembali gorden nya.


.


.


Leon tiba di perusahaan nya. Dia kembali kesana karena akan ada meeting bersama seorang rekan bisnis baru nya.


Dan dia sudah ada di dalam ruangan nya. Pria itu tampak sedang fokus dengan laptopnya.


Tok tok tok


" Masuk!!"


CEKLEK


" Tuan, perwakilan dari perusahaan LV.corp sudah datang," kata Mex. Asisten kepercayaan Leon.


" Hmmm ... persilahkan mereka masuk," sahut Leon tanpa melihat kearah Mex.


Lalu Mex mempersilahkan tamu dari bosnya masuk.


Tampak seorang wanita cantik dan berpenampilan seksi berjalan dengan anggun masuk kedalam ruangan Leon.


Bersama seorang pria yang menjadi asisten nya.


Leon bangkit dari kursinya dan mempersilahkan tamunya itu duduk di sofa yang ada di ruangan nya.


" Selamat siang, Tuan Leonardo Guesson," kata wanita itu.


" Selamat siang, Nyonya Zainika Petra," sahut Leon.


" Bagaimana kabar mu, Leon? boleh aku memanggilmu dengan nama mu saja? karena aku pikir kita seumuran," kata Zain.


" Ya. Itu terserah pada mu," sahut Leon.


" Baiklah. Kita langsung pada intinya."


Zain meminta berkas pada asistennya dan mulai menjelaskan tentang pekerjaan nya.


Leon menyimak penjelasan dari Zain dengan seksama. Wanita itu menjelaskan setiap rancangan bisnis yang telah dia susun sambil menegakkan posisi duduknya.


Hingga dadanya membusung sempurna dengan kancing kemeja bagian atas yang sengaja terbuka.


" Baiklah. Rancangan mu sangat bagus dan aku akan memikirkannya," kata Leon.


" Hmmm ... aku berharap ada berita baik setelah ini," sahut Zain dengan suara nya yang mendayu.


Lalu mereka bangkit dan saling berjabat tangan. Zain menjabat tangan Leon dengan sedikit mengusapnya.


Matanya menatap kearah mata tajam Leon. Lalu Leon langsung menghempaskan tangan nya hingga terlepas dari genggaman tangan wanita itu.


" Aku akan menghukum kalian nanti setelah aku memutuskan perjanjian ini," kata Leon.


" Baiklah, kami permisi."


Zain dan asistennya pun keluar dari ruangan itu.


Leon menatap punggung wanita itu dengan memicing matanya. Pasalnya wanita itu sempat menoleh dan mengerlingkan matanya pada Leon, sebelum dia keluar dari ruangan itu.


.


.


Di kediaman mansion keluarga Mouvrik. Mereka kedatangan tamu dari keluarga rekan bisnis Erka yang datang dari London.


Seorang pria tampan, putra dari rekan bisnis Erka menatap kearah Lea. Dia terpesona dengan kecantikan alami dari wajah Lea yang tanpa di poles makeup.


Sesekali mata mereka bertumpu namun dengan cepat Lea mengalihkan pandangan kearah makanannya.


Dan acara makan malam pun selesai. Mereka melanjutkan obrolan nya di ruang tengah.


Saat sedang menemani tamu sang papi di ruang tengah.


Tiba-tiba suara tangisan bayi terdengar dari kamar Lea. Wanita itu langsung bangkit dan pergi ke kamar nya.


Semua tampak melihat kearah Lea yang berjalan menuju kamar nya.


" Apa kalian memiliki seorang cucu?" tanya Pritam. Rekan bisnis Erka.


" Ya. Aku punya seorang cucu laki-laki yang tampan dan menggemaskan," sahut Erka.


" Apa yang anda maksud itu putra dari Lea, Uncle?" tanya Rayan. Putra dari Pritam.


Erka menoleh pada Rayan dan tersenyum.


" Ya. Lea sudah memiliki putra," sahut Erka.


" Lalu dimana suaminya? apa dia belum datang dari perusahaan?" tanya Rayan penasaran.


Erka tersenyum dan menundukkan kepalanya.


" Suami nya sudah meninggal karena kecelakaan, satu tahun yang lalu," sahut Mona sambil tersenyum.


" Maaf. Aku tak tahu tentang hal itu," sahut Rayan merasa tak enak hati.


" Ya. Tak masalah, banyak pria yang menanyakan dimana suaminya saat melihat nya bersama dengan putranya. Jadi kami sudah biasa dengan pertanyaan itu," sahut Erka.


' Apa aku harus mendekati nya? Ya. Mungkin ini takdir untuk ku,' batin Rayan.


Lalu mereka melanjutkan obrolan nya seputar bisnis. Namun tiba-tiba pintu kamar Lea terbuka dan muncullah Beby Leangga dari balik pintu itu.


Semua tersenyum saat melihat bayi mungil itu berjalan kearah mereka.


" Heiii ... Boy. Kau sudah bangun?" kata Erka menghampiri cucu nya itu dan menggendong nya.


Lea keluar dari kamarnya dan bergabung di ruang tengah.


" Sepertinya dia mengajak kita untuk bergadang lagi malam ini," kata Lea duduk di sebelah Erka yang sedang memangku beby Leangga.


Semua tampak tertawa mendengar ucapan Lea. Dan melihat gemas pada bayi Leangga yang memang sedang lucu-lucunya.


" Boleh aku menggendong nya, Lea?" tanya Rayan yang ingin menarik perhatian bayi itu.


Lea tampak berpikir sejenak.


" Silahkan saja, Ray. Jika dia mau," sahut Erka.


Dia sangat hafal dengan sifat cucunya yang sangat pemilih. Dia tak akan mau di gendong dengan orang baru.


Lalu Rayan bangkit dan menghampiri Beby Leangga. Pria itu merentangkan kedua tangannya pada bayi itu.


Namu bayi itu menggelengkan kepalanya dan membalik tubuhnya ke arah Lea. Tangan nya meraih tangan Lea karena dia ingin bersama Mommy nya.


" Heii ... kau tak mau ku gendong?" tanya Rayan yang masih tak menyerah untuk mendapatkan perhatian dari bayi tampan itu.


Bayi Leangga pun merengek sambil memeluk erat leher Lea.


" Maaf. Kau orang baru baginya dan dia memang sedikit pemilih, permisi."


Lea langsung beranjak sambil menggendong bayi Leangga. Dia keluar dan membawa Beby Leangga ke halaman depan mansion yang terdapat taman yang banyak lampu hingga taman itu terlihat terang benderang.


Lea duduk di kursi ayunan yang ada di taman itu. Lalu sebuah mobil yang sangat dia kenal muncul dari gerbang dan berhenti di halaman mansion.


" Heii ... Boy. Kau belum tidur?" tanya Leon sambil menghampiri Lea dan Leangga.


Mendengar suara Leon, bayi Leangga langsung menoleh sambil merentangkan kedua tangannya, seakan minta di gendong.


Bersamaan dengan itu. Rayan dan keluarganya muncul dari balik pintu mansion dan melihat kearah Leon dan Lea.


Leon yang mengerti apa yang di inginkan bayi itu, langsung mengambil bayi Leangga dari Lea dan mengangkat nya tinggi-tinggi.


Bayi Leangga tampak sangat senang tawanya yang renyah keluar dari mulut nya.


' Siapa pria itu? kenapa bayi itu seolah sangat mengenal pria itu,' batin Rayan menatap keakraban dari bayi Leangga dan Leon.