
Keesokan harinya, Leon di sibukkan dengan pekerjaannya di perusahaan. Dia ingin menyelesaikan pekerjaannya di sini sebelum dia pergi keluar negeri untuk mengurus perusahaan cabang yang sedang bermasalah disana.
Tok tok tok
" Masuklah!!" teriak Leon.
Lalu seseorang membuka pintu itu dari luar dan langsung masuk kedalam ruangan Leon.
" Aku dengar kau akan keluar negeri, Leon?" tanya seorang wanita yang masuk kedalam ruangan itu.
Leon mengangkat wajahnya dan menatap wajah wanita itu.
" Ada apa?" kata Leon dingin.
Dan langsung fokus lagi dengan pekerjaan nya.
" Aku hanya ingin menumpang jet pribadi mu, Leon. Karena aku juga akan ke negara itu, jadi tujuan kita sama," kata Keylin.
Keylina Timoti, Wanita cantik dan memiliki tubuh yang seksi. Dia sudah menyukai Leon sejak mereka duduk di bangku SMA.
Dan hingga kini dia masih berusaha untuk mendapatkan cinta Leon, meskipun dia tahu pria itu sudah melamar seorang wanita.
" Apa kau sudah kehabisan uang, Key?" kata Leon tanpa melihat kearah wanita itu.
Lalu Keylin berjalan perlahan dan duduk di kursi yang ada di seberang kursi Leon.
" Come on, Leon. Bukankah aku juga sering menumpang jet pribadi mu saat tujuan kita sama?" tanya Keylin sambil menopang dagunya di meja itu.
Leon tampak berpikir sambil menatap kearah Keylin yang tersenyum menggoda padanya.
" Baiklah," jawab Leon akhirnya.
Keylina adalah seorang desainer muda yang kini sudah memiliki banyak butik di negara ini hingga ke luar negeri.
Dan mendengar Leon akan pergi ke luar negeri beberapa lama untuk masalah bisnis keluarga nya, dia langsung mempunyai rencana agar dia bisa mendekati pria itu.
Keylina ikut keluar negeri bersama Leon dengan alasan membuka cabang butiknya di negara tersebut.
Dan itu memang sengaja dia lakukan agar dia bisa lebih leluasa mendekati Leon disana.
Tanpa ada gangguan dari tunangan Leon, yaitu Alea.
" Aku akan menunggumu disini, karena ini sudah pukul 4 sore." Keylina bangkit dari kursi dan berjalan menuju sofa.
" Terserah," jawab Leon cuek.
Drt drt drt
Ponsel Leon berdering, pria itu melihat ke layar ponselnya dan terlihat nama Alea disana. Senyum nya tersungging saat melihat nama sang tunangan di layar ponselnya.
Tapi dia tidak menjawab panggilan itu karena dia masih kesal pada Lea. Karena ke egoisan wanita itu.
Dia sengaja tak memberi kabar pada tunangannya itu, karena dia ingin tahu, apakah wanita itu akan menghubungi nya atau tidak.
Dan terbukti, Lea menghubungi nya tapi Leon dengan sengaja tidak mengangkat panggilan itu.
" Kenapa kau tidak mengangkat telepon itu, Leon?" tanya Keylin sambil memainkan ponselnya.
" Bukan urusan mu," jawab Leon cuek.
" Heh, aku tebak itu pasti dari tunangan mu, kan?" kata Keylin melihat Leon.
Tapi Leon tak menjawab pertanyaan dari Keylin yang menurut nya tak penting.
" Apa kalian sedang bertengkar?" tanya Keylin sambil melihat kearah ponselnya lagi.
" Itu bukan urusan mu, dan jika kau bicara lagi aku akan mendepak mu dari sini," kata Leon sinis.
" Ouuhh ... aku suka saat kau mengancam ku," kata Keylin cuek.
Leon tak mendengarkan ucapan dari Keylin dan terus fokus dengan pekerjaan nya yang hampir selesai.
" Kenapa kau tak mengenalkan aku pada tunangan mu itu, Leon?" tanya Keylin.
" Tidak perlu, karena kau tidak penting," sahut Leon.
" Kalau begitu aku yang akan mengenalkan diriku sendiri pada tunangan mu itu," kata Keylin.
Dia sengaja mengatakan itu, karena dia ingin tahu apa yang akan di lakukan oleh Keylin.
" Hmmm, sepertinya benar dugaan ku. Kalian sedang bertengkar," jawab Keylin.
Leon tak menjawab dan itu semakin meyakinkan Keylin bahwa dugaannya benar.
Wanita itu merasa senang, karena ini akan menjadi kesepakatan nya untuk merebut Leon dari tunangan nya itu.
Dia tidak akan memaksa keinginannya, dia ingin bermain halus dan membuat Leon merasa nyaman dengan nya.
Lalu dia perlahan akan menjebak Leon agar tidur dengan nya, dan wanita itu berharap bisa hamil anak dari Leon agar dia bisa memiliki Leon seutuhnya.
.
.
Kini Leon dan Keylin sudah berada didalam jet pribadi milik keluarga Guesson.
Leon tampak fokus dengan laptopnya, sementara Keylin, dia sedang memikirkan rencana apa yang akan dia lakukan untuk menarik perhatian Leon.
Sampai saat ini Leon tak menghubungi Lea, dia berniat akan menghubungi Lea setelah dirinya sudah berada di Korea.
Lalu tiba-tiba Keylin menyandarkan kepalanya di bahu Leon, wanita itu pura-pura tertidur agar Leon menggendong nya ke dalam kamar pribadi di pesawat itu.
Namun apa yang terjadi, bukannya digendong tapi Leon hanya menaruh kepala Keylin ke sofa.
Lalu Leon beranjak dari sofa itu dan meninggalkan Keylin disana.
" Ck, sepertinya rencana ku gagal," lirih Keylin sambil mengintip Leon yang berjalan meninggalkan nya.
Leon masuk kedalam kamar pribadi di pesawat itu, dia merebahkannya tubuhnya di ranjang yang tak terlalu besar itu.
Pria itu menatap kearah jendela pesawat yang langsung tertuju ke Awan.
' Belum apa-apa aku sudah merindukan Lea,' batin Leon.
Lalu Leon mengambil dompetnya, dia menatap fotonya bersama Lea di dompet itu.
" Kau egois, Lea. Tanpa kau sadari kau telah menyakiti hatiku,' kata Leon lirih sambil menatap foto itu.
.
.
Sementara di tempat lain, tepatnya di apartemen mewah milik sahabat nya, Alina.
Alea sedang melamun dan memikirkan tentang sikap Leon semalam.
" Apa dia kecewa padaku?" tanya Lea sambil berbaring di atas ranjang milik Alina.
" Kau masih menanyakan hal itu, Lea?" sahut Al sambil menggelengkan kepalanya.
" Tapi aku ingin menyelesaikan kuliah ku dulu, sebelum aku menikah dengan nya, Al. Apa aku salah?" kata Lea.
" Tidak, kau tak salah, Lea. Tapi kau sangat egois," sahut Alina sambil fokus dengan tugas yang sedang dia kerjakan.
Alea membalikkan tubuhnya menghadap kearah alina yang duduk di depan meja belajar nya.
" Aku egois?" tanya Lea masih tak sadar juga.
" Ya, kau sangat egois, Lea. Dia sudah menawarkan mu untuk menikah tapi kau malah lebih memilih kuliah mu," kata Alina menoleh pada Lea.
" Tapi aku ingin lebih fokus dengan kuliah ku, Al. Jika aku menikah maka fokus ku akan terpecah, dan kuliah ku akan berantakan," kata Lea menelentangkan tubuhnya menatap langit-langit kamar itu.
" Disitulah letak ke egoisan mu, Lea. Kau pikir tak ada wanita yang kuliah sesudah menikah?" sahut alina sambil menutup laptopnya dan berjalan menghampiri Lea.
" Bahkan banyak di luar sana yang kuliah sambil mengurus rumah tangga dan anak-anak nya. Dan kau pasti tahu itu," kata Alina lagi lalu duduk di ranjang bersama alea yang sedang meratapi kisah cinta nya.
" Lalu aku harus bagaimana, Al? sejak kejadian tadi malam, Leon tak mengabari ku. Bahkan aku berkali-kali menghubungi nya, tapi dia tak mengangkat telepon dari ku," kata Lea sambil menangis.
Alina memeluk Lea yang sedang gelisah dan mencoba menenangkan nya.
" Coba hubungi dia," kata Alina melepaskan pelukannya.
Lalu Alea mencoba menghubungi Leon sekali lagi. Namun lagi-lagi dia kecewa karena ponsel Leon tak bisa di hubungi.