I'm yours

I'm yours
Alina - Mike 7



Kini Alina sudah ada di sebuah kamar yang bertepatan ada di sebelah kamar Dev dan Zea.


Wanita cantik itu sedang membersihkan tubuhnya karena dia memang di bawa secara paksa oleh sang kakak. Bahkan dalam keadaan tertidur dan hanya memakai pakaian seadanya.


Sementara itu, Dev dan Zea sedang asik bercengkrama dengan Leon dan Lea yang juga ikut dalam perjalanan kapal pesiar itu.


Mereka mengobrol ringan sambil mengawasi putra putri mereka bermain. Leangga, Lion dan Tiger pun terlihat sudah sangat akrab dan bermain bersama.


Sementara Dominic dan Ezly, anak Dev yang sudah hampir menginjak remaja hanya mengawasi sambil asik dengan gadget masing-masing.


Lalu Dev melihat sosok pria yang tampak dia kenal. Dengan cepat Dev mengangkat tangan nya dan memanggil sosok itu.


" MIKE !!! DISINI!!"


Merasa di panggil dan melihat lambaian tangan dari Dev. Membuat Mike tersenyum smirk dan menghampiri asal suara yang memanggil nya.


" Haii ... Dev," sapa Mike dan ikut bergabung dengan mereka.


" Kau disini bersama siapa?" tanya Dev sambil memberikan minuman kaleng pada Mike.


" Thanks, Dev. Aku hanya ingin memenuhi permintaan daddy ku untuk menemui seseorang disini," sahut Mike sambil menerima minuman kaleng dari tangan Dev.


Dia meminum nya dan langsung meletakkan kembali ke meja yang ada di hadapannya.


Dev tampak mengenalkan Mike pada semua yang ada disana.


" Hallo, Mike. Senang bertemu dengan mu," kata Leon sambil mengulurkan tangannya.


Mike membalas uluran tangan dari Leon dan semuanya. Mereka berkenalan dan cukup senang melihat sikap ramah Mike.


" Aku tebak permintaan daddy mu untuk menemui seorang putri dari rekan bisnisnya," ucap Dev yang sudah kenal dengan semua keluarga Mike.


Pria itu tersenyum miring dan melihat kearah lain.


" Kau selalu bisa menebak permintaan konyol Daddy," sahut Mike sambil tertawa kecil.


" Kau di jodohkan?" tanya Leon yang melihat perubahan di wajah Mike.


" Ya. Mereka mendesak ku agar segera menikah. Aku sudah bosan dengan banyak wanita yang sudah mereka sodorkan pada ku," sahut Mike.


" Katakan kriteria wanita yang kau inginkan, siapa tahu aku bisa mengenal kan mu pada teman-teman ku," sahut Lea.


" Terimakasih. Tapi aku benar-benar hanya ingin sendiri untuk saat ini."


Lalu tampak Alina datang dengan penampilan yang sudah cantik dengan dress bermotif bunga yang panjangnya selutut dan memperlihatkan bahu indah nya.


Rambutnya dikepang satu dan juga mengenakan kacamata bening yang membuat nya semakin manis. Dia juga membawa Coat milik Mike yang tadi di pinjam nya.


" Aku mencari kalian sejak tadi dan ternyata kalian disini," ucap Alina yang masih belum menyadari kehadiran Lea dan Leon.


Lalu mata nya menangkap sosok Leon dan dia pun seketika melihat Lea.


" Aaaarrggh ... I MISS YOU SO BAD, Honey!!" teriak Alina dan langsung memeluk Alea.


Semua tampak tertawa melihat tingkah Alina yang masih tetap sama jika sudah bertemu dengan Lea.


" I miss you too, Honey."


Lea pun membalas pelukan sahabat nya itu.


" Dimana Leangga? Aku juga merindukan anak itu," kata Alina melepaskan pelukannya dan mengedarkan pandangannya.


" Aah ... disana rupanya." Alina bangkit dan berjalan menghampiri para keponakan nya yang juga ada Leangga disana.


Namun langkah nya terhenti saat melihat Mike.


" Ini Coat mu, Mike. Terimakasih," ucap Alina dan langsung mengambil minuman kaleng yang ada di hadapannya.


Wanita itu tanpa bertanya terlihat dahulu langsung meminum nya dan menghabiskan nya.


" Heii ... itu minuman ku, Nona!" kata Mike sambil mengerutkan keningnya karena Alina memberikan coat nya dengan meletakkan di kepala Mike.


" Benarkah? Aku kira ini minuman kakak!!" Sahut Alina dan membuat semuanya tertawa.


" Budayakan bertanya terlebih dahulu, sayang," kata Lea dengan tawanya.


" Kau bisa meminta nya lagi pada Kakak. Kak, berikan dia minuman lagi agar dia tidak mengoceh," ucap Alina yang langsung berlalu meninggalkan mereka tanpa rasa bersalah sedikitpun setelah menghabiskan minuman Mike.


" What!!! Mengoceh?" Kata Mike dan semua hanya menertawakan nya.


" Sorry, Mike. Itu sudah minuman terakhir yang kami beli," kata Dev.


" Ya. Maafkan kelakuan Alina," kata Zea menimpali.


" It's oke," sahut Mike dan mereka melanjutkan obrolan mereka.


Sementara itu Alina sedang asik bermain bersama para keponakan nya. Wanita itu terlihat tertawa lepas saat bersama anak-anak dan sangat menikmati momen itu.


Dia lebih memilih untuk bersama anak-anak dari pada dengan orang-orang dewasa yang selalu saja menyuruh nya untuk segera menikah.


Dan Dev yang selalu ingin menjodohkan nya dengan banyak pria. Dan itu membuat Alina sangat muak.