I'm yours

I'm yours
Alina - Mike 7



Satu jam sudah Alina menemani anak-anak bermain. Dia memutuskan untuk keluar dari arena bermain anak-anak karena sudah merasa lelah dan juga lapar.


" Kau terlihat bersenang-senang dengan mereka," kata seseorang saat melihat Alina keluar dari area bermain itu.


Alina menoleh dan melihat wajah tampan Mike disana.


" Mike? Sedang apa kau disitu?" tanya Alina.


" Sedang mengamati mu," sahut Mike random dan langsung pergi dari hadapan Alina.


Wanita itu hanya menatap punggung lebar Mike yang menjauh dari pandangan nya.


" Mengamati ku?" gumam Alina.


Dia memutuskan untuk mengikuti langkah kaki pria di depan nya itu.


" Untuk apa kau mengamati ku?" tanya Alina yang kini sudah berjalan di samping Mike.


Pria itu menghentikan langkahnya dan menghadap kearah Alina yang berdiri di sampingnya.


" Mengamati mu untuk ku jadikan kriteria menantu idaman bagi Momy ku," sahut Mike sambil menundukkan kepalanya.


Alina tertegun mendengar perkataan pria itu. Dia mengangkat wajahnya untuk agar bisa menatap wajah tampan itu.


Tubuh Alina yang mungil sangat berbanding terbalik dengan tinggi tubuh Mike yang jangkung.


Alina bahkan terlihat seperti anak kecil saat berdiri di samping Mike. Tinggi nya hanya sebatas dada Mike, tapi disitulah ketertarikan Mike.


Pria itu sangat ingin memeluk dan menggendong tubuh mungil itu yang menurut nya sangat lucu. Dan sangat cocok dengan kepribadian Alina yang juga cerewet.


Mereka saling bertatapan hingga ada seseorang yang berlari dan menabrak tubuh mungil Alina. Wanita itu hampir terjatuh jika saja Mike tak menarik tangan nya dan membawanya dalam dekapan nya.


" Sorry ... Nona. Aku sedang terburu-buru," kata seseorang.


Alina tak menjawab, dia hanya menatap kearah mata tajam Mike yang mampu menghipnotis nya.


' Oh God. Jangan biarkan aku jatuh dalam pesona nya,' batin Alina.


" Maukah kau menjadi partner ku?"


Pertanyaan itu sontak menyadarkan lamunan Alina.


Alina melepaskan diri dari rengkuhan Mike. Tapi masih menatap nya.


" Partner?" tanya Alina.


" Ya. Aku butuh bantuan mu," sahut Mike yang malah membuat Alina semakin bingung.


" Aku tidak mengerti. Apa maksudmu? Partner apa? Bukan kah kita sudah menjadi partner lewat perusahaan kita?" tanya Alina sambil mengangkat kedua bahunya.


Dev menatap kearah mereka. Dia mempertanyakan interaksi antara Alina dan Mike.


" Beby ... Alina sudah dewasa, kau tahu itu. Biarkan dia berteman dengan siapa pun, kau cukup mengawasi nya dari jauh," kata Zea menyadari ke risauan Dev.


Dev tersenyum miring dan menganggukkan kepalanya.


" DEV !!! AKU PINJAM ADIK MU!!" teriak Mike.


Dev kembali menoleh dan dengan cepat dia mengangkat satu jempolnya kearah Mike.


' What!! Kakak mengizinkan pria ini?' batin Alina terkejut.


" See? Dev sudah menyerahkan mu pada ku. Jadi ... Ikut aku sekarang!"


Mike langsung menarik tangan Alina yang masih terpaku di sana.


Dia membawa wanita itu menjauh dari tempat itu. Alina pun hanya pasrah karena dia memang penasaran dengan apa yang ingin di bicarakan oleh pria itu.


.


.


Dan tibalah mereka di salah satu cafe yang ada di dalam kapal pesiar itu. Mike membawa Alina duduk di kursi yang sudah dia pesan.


Setelah Alina duduk, Mike juga langsung mendudukkan kursi yang ada di sebelah Alina.


" Aku ingin membicarakan tentang __"


" Wait ...," potong Alina sambil meletakkan jari telunjuk nya di atas bibir Mike.


" Aku sangat lapar karena aku belum sarapan. Jadi biarkan aku mengisi perut ku dulu sebelum kau berbicara panjang kali lebar kali tinggi," kata Alina saat menjauhkan jari tangan nya dari bibir Mike.


Pria itu hanya tersenyum miring dan mengiyakan permintaan Alina.


Hingga akhirnya pelayan pun datang dan memberikan buku menu yang ada di cafe itu.


Alina langsung membuka buku menu itu, dia langsung memesan beberapa makanan yang menurutnya lezat bahkan beberapa minuman.


" Kau tak makan?" tanya Alina.


" Aku minum Kopi saja," sahut Mike.


Lalu Alina juga memesankan kopi random untuk Mike.


" Baik, pesanan anda akan kami siapkan. Permisi." Pelayan itu langsung pergi dari hadapan mereka.


Sementara Mike masih menatap heran kearah Alina.


" Kau yakin, memesan makanan sebanyak itu?" tanya Mike.


Alina hanya menganggukkan kepalanya.


" Aku sangat sangat lapar. Dan aku butuh banyak tenaga dan butuh banyak makan. Aku tak ingin tubuh ku menjadi kurus dan tak berbentuk. Itu akan membuat tubuh mungilku menjadi aneh," sahut Alina yang membuat Mike terkekeh.


" Kenapa kau tertawa? apa ada yang lucu?" kata Alina menatap heran kearah Mike yang masih tertawa.


Pria itu sontak menggelengkan kepalanya tapi masih saja tertawa.


" Berhenti menertawai ku, Mike. Aku menerima tubuh mungil ku yang kata orang-orang aku ini pendek dan seperti anak kecil. Tapi itu tak masalah bagiku karena aku tak pernah memperdulikan omongan orang. Aku hanya ingin bahagia dengan hidup ku, lagi pula tubuh mungilku ini akan membuat diri ku terlihat awet muda. Ya ... Meskipun aku terlihat seperti anak kecil," ucap Alina dan berhasil membuat Mike kembali meledakkan tawanya.


" MIIIKEEE!!! I HATE YOU!!" teriak Alina mencebik.


" Sorry," ucap Mike sambil berusaha menghentikan tawanya.


Alina tak menjawab. Dia hanya memalingkan wajah cemberut nya kearah lain.


" Heii ... Nona cerewet. Aku minta maaf," lanjut Mike.


" Kau bilang aku nona cerewet?" sahut Alina mencebik dan menatap tajam wajah Mike.


" Ya ... Memang kau ini cerewet, kan?" sahut Mike tanpa dosa.


" Aaaarrgghhhh ... Kau menyebalkan Mike!!" teriak Alina sambil mencubit bagian perut Mike, hingga membuat pria itu terpekik.


" Aww ... Aww ... Itu sakit, Al!!" Kata Mike.


" Biarin!!! Itu hukuman karena kau sudah menertawakan ku!!" sahut Alina melepaskan cubitannya dan langsung menatap kearah lain.


Mike kembali terkekeh melihat sikap lucu Alina. Dia mengangkat tangan nya dan mengusap lembut puncak kepala Alina.


Namun wanita itu langsung menepis tangan Mike dengan kasar.


" Aku bukan anak kecil!!" tegas Alina.


" Aku akan menjadi anak kecil yang menggemaskan di mataku," sahut Mike berbisik dan membuat Alina merasa geli.


Lalu pelayan pun datang dengan membawa pesanan Alina. Pelayan itu langsung menyajikan beberapa makanan dan minuman yang di pesan Alina hingga membuat meja itu penuh.


Mike menganga saat melihat makanan yang ada di hadapannya. Lalu dia menatap kearah Alina yang kini mulai menyantap makanan nya.


" Kau tak salah memesan ini semua?" tanya Mike heran.


Alina hanya menganggukkan kepalanya sambil menyantap makanannya.


" Kau yakin akan menghabiskan nya? Sendiri?" tanya Mike lagi.


Dan Alina masih menganggukkan kepalanya.


" Kau hanya memesan kopi saja, Kan? Jadi kau tak boleh mengambil makanan ku," sahut Alina dengan mulut yang masih penuh dengan makanan.


Mike tertawa dan mengacak-acak rambut Alina hingga membuat wanita menatap tajam kearah nya.


" Oke ... Oke. Aku minta maaf," ucap Mike mengalah sebelum Alina meraung lagi.


Tanpa mereka sadari. Ada sepasang mata yang menatap tajam kearah mereka. Dia mengamati dan menyaksikan interaksi antara Mike dan seorang wanita yang dia tak tahu siapa namanya.


" Apa dia kekasih nya? Tapi aunty bilang, Mike sedang tidak memiliki hubungan dengan wanita manapun," gumamnya.