I'm yours

I'm yours
28 ( Lea Angre)



Kini Lea sedang makan malam bersama di masion keluarga Mouvrik. Mereka menyempatkan datang ke mansion itu karena kedatangan Erka dan Mona dari Afrika Selatan.


Kebersamaan mereka terlihat begitu hangat di ruang makan. Erka melihat senyum yang selalu terlukis di wajah cantik Lea dan itu membuat nya begitu lega.


" Kau bahagia, sayang?" tanya Erka tiba-tiba.


" Menurut papi?" sahut Lea masih dengan senyum cantiknya.


" Kau terlihat sangat bahagia," ucap Erka menatap wajah cantik putrinya itu.


" Semua ini berkat menantu pilihan Papi," kata Lea sambil menoleh pada Angre yang tengah menatapnya dan menggenggam tangan nya.


Angre pun menggenggam tangan sang istri dan mencium punggung tangannya.


Erka dan Mona tersenyum bahagia melihat kebahagiaan putri nya.


Mereka berbincang ringan di ruang tengah setelah menyelesaikan acara makan malam nya.


" Bagaimana keadaan orang tuamu, Angre?" tanya Erka.


" Mereka sehat, Uncle. Dan kini mereka sedang sibuk berkeliling dunia dan memasrahkan semua perusahaan padaku," sahut Angre.


" Mungkin mereka sedang ingin membuat kan mu seorang adik, Angre," sahut Erka dengan tawanya.


" Mereka bilang akan pulang setelah mendapatkan cucu dari kami, Pap," kata Lea dengan nada yang seperti bergurau.


" Lusa aku juga harus kembali ke Afrika, Sayang. Dan aku tidak akan kembali sebelum mendapat kabar kehadiran cucuku," kata Erka serius.


" Baiklah. Secepatnya aku akan memberikan kalian cucu yang menggemaskan hingga kalian tak akan bisa pergi meninggalkan nya."


Erka dan Mona tampak saling menatap dengan senyum yang terukir di bibirnya.


" Kenapa? Kalian tak percaya?" kata Lea sambil memakan buah anggur yang ada di hadapannya.


Erka dan Mona tertawa. Mereka begitu senang melihat Lea yang kini sudah bahagia bersama Angre.


Sementara itu. Angre terus menatap sang istri yang sangat yakin ingin memberikan keturunan pada nya.


" Kalian menginap malam ini, kan?" tanya Mona saat semua sudah ingin masuk ke kamarnya.


" Ya. Mom. Aku akan pulang saat Momy dan Papi kembali k Afrika," sahut Lea.


" Baiklah. Good night, Honey."


Mona mencium kening sang putri yang kini sangat terlihat bahagia dari raut wajahnya.


" Hmmm. Good night, Mom."


Mereka langsung masuk kedalam kamar masing-masing.


Mona berbalik dan menatap kepergian sang putri kearah kamar nya.


" Semoga kau selalu bahagia seperti itu, sayang. Dan hanya maut yang bisa memisahkan kalian," gumamnya.


Lalu masuk kedalam kamar nya.


.


Lea masuk kedalam kamar dan melihat sang suami sedang duduk di atas ranjang dan tengah menatapnya.


" Ada apa?" tanya Lea sambil menutup pintu kamarnya.


" Kemarilah," kata Angre sambil menepuk pahanya.


Lea tersenyum dan langsung duduk di atas pangkuan sang suami dengan tangan yang melingkar di lehernya.


" I love you," kata Angre tiba-tiba.


" Huuuft ... Aku pikir ada apa," kata lea beranjak dari pangkuan sang suami namun dengan cepat Angre menarik tangan Lea hingga wanita itu terjatuh dalam pangkuannya.


Tanpa basa-basi lagi. Angre langsung mencium bibir sang istri dengan menekan tengkuk lehernya.


Lea yang belum siap mendapatkan serangan tiba-tiba itu berusaha membalas ciuman panas dari Angre.


Lea sampai seperti kehabisan nafas jika saja pria itu tak melepaskan ciumannya.


Pria itu mengusap bibir Lea yang merah dan basah akibat ciumannya.


" Terimakasih kau sudah memberikan kesempatan untuk ku. Terimakasih kau sudah mau bersama ku. I love you," kata Angre mengecup bibir Lea.


Lea tersenyum dan langsung mendorong tubuh Angre hingga terlentang diatas ranjang.


Wanita itu dengan cepat menindih tubuh kekar Angre dengan seringai tipis di bibirnya.


" I'm on top, Beby."


Lea langsung memagut mesra bibir Angre sambil membuka kancing kemeja pria yang kini ada di bawah nya itu.


Angre membalas ciuman panas itu dengan tangan yang juga langsung membuka kain yang membalut tubuh sang istri.


Kini mereka sudah lolos dari kain yang menutupi tubuhnya. Lea masih enggan untuk beranjak dari tubuh kekar Angre.


Wanita itu menelusuri tubuh kokoh itu dengan kecupan dari bibirnya.


" Beby. Lakukan sekarang," kata Angre yang sudah tak bisa menahan hasrat nya lagi.


" No. Aku yang memimpin, jadi aku yang akan memiliki nya," sahut Lea dengan masih mengecup perut bagian bawah pria itu.


" Ahhh ... Kau menyiksaku, Beby," kata Angre dengan suara seraknya.


" Ya. Aku sangat suka menyiksa mu," sahut Lea yang kini sedang bermain di area bawah pria itu.


Dan tibalah saat penyatuan nya.


Tangan Angre meremas bokong sintal sang istri yang kini bergerak liar di atas tubuh nya.


" Aku suka kau dalam mode liar seperti ini, Beby."


Lea mempercepat gerakannya. Wajahnya mendongak keatas saat sudah merasakan puncaknya.


Angre langsung membalik posisinya. Dan kini pria itu yang memimpin. Angre bergerak liar di atas tubuh sang istri.


Kamar yang semulanya sunyi. Kini terdengar ramai oleh lenguhan yang saling bersahut-sahutan dari sepasang kekasih yang sedang merajut cinta.


Angre menghentakkan miliknya kedalam milik sang istri dan menumpahkan benihnya di dalam rahim Lea.


Pria itu tumbang di samping sang istri. Lea berbalik dan memeluk tubuh Angre.


Keringat yang membasahi tubuh mereka pun menyatu saat pasangan itu tertidur lelap setelah pergulatan panasnya.


.


.


" TIIDAAKKK!!!" teriak Leon yang langsung terbangun dari tidurnya.


Pria itu selalu bermimpi tentang insiden yang membuat hubungan nya dengan wanita yang dia cintai berakhir.


Penyesalan yang sangat besar kini menyelimuti hati nya. Hanya kata maaf ya selalu dia ucapkan saat terbangun dari mimpi buruk nya itu.


Insiden itu seakan selalu menghantui tidur nya setiap malam. Dan membuat pria itu tak bisa melupakan cinta nya itu.


" Aku minta maaf. Maafkan aku, ya tuhan berikan aku kesempatan untuk menebus kesalahan ku," gumam Leon sambil mencengkram kuat rambut kepalanya.


" Aaaarrggh !!! ALEAAA AKU SANGAT MENCINTAI MU!!" teriak Leon frustasi.


.


" HOONEEYY !!!" teriak Lea terbangun dari tidurnya.


Wanita itu terbangun lalu mengedarkan pandangannya.


" Aku bermimpi pria brengsek itu lagi," gumam Lea sambil menyibakkan rambutnya kebelakang.


Dia menoleh kearah samping dan tak melihat sang suami di samping nya.


" Angre!!! Angre!!!" panggil Lea.


CEKLEK


Pintu kamarnya terbuka. Dia langsung melihat kearah pintu.


" Beby ... Kau terbangun?" tanya Angre masuk kedalam kamarnya dengan membawa segelas air minum.


Pria itu berjalan menghampiri sang istri setelah menutup pintu kamarnya. Lea merentangkan kedua tangannya pada sang suami dan Angre langsung memeluk sang istri.


" Ada apa? kau mimpi buruk? wajah mu terlihat sangat tegang," kata Angre.


" Jangan pernah tinggalkan aku, please jangan pernah meninggalkan aku," ucap Lea mempererat pelukannya.


" Heiii ... aku tidak akan meninggalkanmu. Aku hanya mengambil air minum. Itu saja," sahut Angre melepaskan pelukannya.


" Ini minumlah." Angre menyodorkan gelas yang berisi air putih ke mulut Lea.


Lea pun meminum air itu.


" Sekarang sudah lebih tenang?" tanya Angre sambil mengusap lembut pipi Lea.


Lea pun menganggukkan kepalanya dan langsung menarik tangan Angre untuk tidur di atas ranjang.


Angre mengikuti kemauan sang istri. Lea langsung meletakkan kepala nya di lengan kekar Angre dan memeluknya.


" Jangan tinggalkan aku. Aku tidak tahu akan seperti apa hidup ku jika tanpa mu," ucap Lea sambil mengusap lembut pipi Angre.


Pria itu tersenyum dan mengambil tangan Lea yang ada di wajahnya, lalu mencium telapak tangannya.


" Aku tidak akan pernah pergi meninggalkan mu. Tidak akan ada yang bisa memisahkan kita kecuali maut."


Lea langsung menutup mulut Angre.


" Jangan pernah mengatakan hal itu," kata Lea menatap tajam mata Angre.


" Sorry. Tidurlah, aku akan memeluk mu," ucap Angre lalu mencium kening sang istri dan langsung menutup matanya yang sudah berat.


Lea masih enggan untuk menutup matanya. Dia seperti melihat wajah Leon ketika dia memejamkan matanya.


Wanita itu memindai wajah tampan sang suami yang kini sudah terlelap.


Cup


Lea mengecup dagu Angre.


" Aku tidak tahu bagaimana hidup ku jika tanpa mu, thank you. Kau sudah mau mencintai ku," bisik Lea.


Lalu terlintas masa lalunya bersama Leon.


' Aku mengutuk mu pria brengsek. Kau tak akan pernah bisa hidup bahagia bila tanpa ku. Dan aku akan tetap hidup bahagia meskipun tanpa mu,' batin Lea.


Angre Adelard



Aleana Mouvrik