I'm yours

I'm yours
19 ( Ketegangan)



" Boleh aku bergabung disini?" kata Keylin.


Wanita itu langsung duduk dan tanpa menunggu jawaban dari Lea dan Leon.


" Aku merasa sudah kenyang, ayo ikut aku. Kita temui Mom and Dad disana," kata Leon menggandeng tangan Lea pergi dari hadapan Keylin.


Keylin tersenyum getir melihat kepergian Leon dan Lea.


" Sepertinya kau begitu takut aku mengatakan hubungan kita pada wanita itu, Leon."


.


.


" Oh my. your so Gorgeous, Honey," kata Marta memuji kecantikan sang calon menantu.


" Thank you, Mom," sahut Lea tersenyum cantik.


Lea terlihat sangat akrab dengan Marta dan itu membuat Keylin begitu kesal.


" Seharusnya aku yang berada di samping Aunty Marta," gumam Keylin kesal.


Setelah beberapa menit Lea mengobrol ringan dengan Marta. Leon menghampiri Lea dan mengambil tangan nya.


" Ayo kita berdansa. Kau mengabaikan ku saat sudah mengobrol dengan Momy," kata Leon dan membuat Marta dan Thoy tertawa.


" Baiklah, Ayo." Lea mengikuti langkah pria itu menuju lantai dansa.


Leon langsung merengkuh pinggang ramping Lea agar lebih mendekat pada nya. Dan Lea mengalungkan lengannya di leher kokoh Leon.


Mereka berdansa sambil saling menatap dengan mengikuti iringan musik yang slow dan itu menambah suasana romantis antara mereka berdua.


" I love you," lirih Leon mendekatkan wajahnya pada wajah Lea.


" I love you to," sahut Lea sambil menempelkan keningnya di kening Leon.


Keylin melihat kemesraan itu dengan mengepalkan kedua tangannya. Dia begitu kesal melihat Leon yang sangat manis ketika berada di dekat Lea.


Lain halnya saat berada di dekat nya. Leon hanya bersikap biasa saja seperti teman pada umumnya.


Tapi pria itu tak menolak saat Keylin menciumnya serta membantu menyalurkan hasrat nya.


Leon tak pernah meminta hal itu. Karena yang di lakukan Keylin pada Leon itu memang murni inisiatif dari Keylin sendiri.


" Secinta itu kau pada wanita itu, Leon. Hingga kau tak menganggap kehadiranku disini," gumam Keylin.


' Cukup, aku sudah sangat muak melihat kemesraan mereka. Sekarang sudah waktunya aku bertindak,' batin Keylin kesal dan pergi dari area itu.


Angre melihat kebahagiaan di wajah cantik Lea saat berdansa dengan Leon. Dan itu cukup membuat hatinya lega.


Angre hanya mencintai Lea dalam diam. Dia tidak pernah mengatakan perasaan nya pada Lea karena takut wanita itu pergi jika dia mengatakan hal itu.


" Angre ..." panggil Erka.


Angre menoleh pada seseorang yang memanggilnya.


" Uncle. Selamat atas launching produk mu," kata Angre menghampiri Erka dan menjabat tangan nya.


" Thank you, Angre. Terimakasih kau sudah menerima Lea untuk magang di perusahaan mu," kata Erka.


" Ya. Uncle. Dia wanita yang sangat pintar jadi tak mungkin aku menolak nya, bukan?" kata Angre.


Mereka berbincang lama sambil membicarakan masalah bisnisnya.


.


" Aku ke toilet sebentar," kata Lea.


Lalu Leon melepas pelukannya.


" Hmmm, aku kesana sebentar," kata Leon menunjuk kearah teman-teman bisnisnya dan mencium kening Lea.


Lea berjalan kearah toilet sementara Leon berjalan menuju teman-teman bisnisnya berkumpul.


Saat Lea berjalan menuju toilet, ada seseorang yang mengikutinya dari belakang dan Lea tak menyadari hal itu.


Hingga Lea masuk kedalam kabin toilet. Seseorang yang mengikuti Er berhenti di wastafel toilet yang terdapat kaca besar disana.


Lalu menempelkan beberapa foto di atas cermin.


Sementara itu, Dev yang sedang asik mengobrol dengan teman-temannya. Dia mengambil gelas yang sudah terisi dengan wine yang di bawa oleh pelayan yang lewat.


Dev langsung meminum wine itu dan menghabiskan nya.


Ada sepasang mata yang menatapnya dari jauh dengan tersenyum licik.


" Ya. Habiskan minuman itu, Leon. Setelah itu aku akan memuaskan hasrat mu," gumam Keylin.


.


Lea keluar dari kabin toilet dan berjalan menuju wastafel.


Dia begitu terkejut melihat beberapa foto yang tertempel di cermin itu.


Dia mengambil semua foto-foto itu dan melihatnya satu persatu.


Tiba-tiba air matanya menetes melihat foto Leon yang terlihat sedang tidur bersama wanita.


Hatinya begitu sakit dan hancur hingga dia tak kuat untuk menahan bobot tubuhnya sendiri.


Dia melihat satu-persatu foto itu. Foto saat Leon berciuman dengan wanita di dalam club dengan tangan yang mengelus paha wanita itu.


Foto saat Leon sedang tertidur dan seorang wanita sedang asik mengecupi dada Leon yang terbuka dengan beberapa tanda kiss mark disana.


Lea menangis, dia terduduk di atas lantai kamar mandi yang dingin. Hatinya begitu hancur se hancur hancurnya melihat foto-foto itu.


Di foto itu sudah tertulis tanggal waktu dan tempatnya. Dan Lea begitu yakin bahwa foto itu bukan sebuah editan.


" Aaaarrgghhhh!!!" teriak Lea frustasi.


Dia sangat mempercayai tunangannya itu, dia sangat mencintai pria itu. Tapi apa yang dia dapatkan, sebuah penghianatan.


Sebuah penghianatan yang mampu menghancurkan hatinya dan menghancurkannya cinta nya. Hatinya sakit bagai di tusuk sembilu hingga Alea tak sanggup untuk melangkah keluar dari toilet.


Seseorang yang sejak tadi berdiri di depan pintu toilet tersenyum. Dia mengambil ponselnya dan mengirim kan pesan singkat pada seseorang, lalu pergi dari tempat itu.


Drt drt


Ponsel Keylin berbunyi, dia langsung melihat pesan yang masuk di ponselnya.


Senyumnya tersungging saat membaca isi dari pesan itu.


" Dia sudah melihat semuanya, Nyonya. Dan dia sedang menangis di dalam toilet." Isi pesan itu.


" Sekarang giliran aku memuaskan hasrat mu, Leon." Keylin tersenyum miring melihat gelagat Leon yang sudah bereaksi dengan obat yang sudah Keylin berikan pada minuman Leon.


"Dad, tinggal satu langkah lagi dan rencana kita akan sempurna," gumam Keylin.


.


.


" Kau mencintai Alea, Angre," kata Erka tiba-tiba.


Angre terkejut mendengar ucapan dari Erka. Dia melihat kearah pria paruh baya itu.


" Kau tak usah mengelak, aku tahu semuanya," sahut Erka.


" Ya, aku sangat mencintai putri Uncle. Tapi aku akan sangat bahagia bila dia bahagia," sahut Angre tersenyum getir.


" Jika saja Alea tidak memiliki Leon. Aku pasti akan merestui mu dengan Alea," kata Erka.


" Sudahlah, Uncle. Jangan bahas hal ini lagi. Ah ya ... bukannya Uncle ingin mengumumkan pernikahan Alea dan Leon?" tanya Angre mengalihkan pembicaraan.


" Iya. Tapi dimana mereka? aku tak melihat nya," kata Erka mengedarkan pandangannya mencari Leon dan Lea.


" Itu Leon, Uncle." Tunjuk Angre kearah Leon.


" Oke, aku akan menghampiri nya. Kau tolong cari Lea, mungkin dia sedang ada di toilet," kata Erka.


" Baik, Uncle."


Lalu Angre pergi kearah toilet dengan sambil mengedarkan pandangannya mencari sosok wanita cantik yang mengisi hatinya.


Semetara Erka. Dia berjalan perlahan menghampiri Leon berada sambil menyapa para tamunya.