I'm yours

I'm yours
Alina - Mike 19



" Kau sudah makan siang?" tanya Mike.


" Belum," sahut Alina singkat dan melihat kearah jam tangan mewah yang melingkar di pergelangan tangannya.


" Oh my. Aku ada janji dengan Lea, Mike!"


Alina beranjak dari sofa dan berjalan kearah mejanya.


Mike masih memperhatikan gerak gerik Alina dan ikut menghampiri wanita itu. Dia memang belum terlalu lama mengenal Alina, tapi dia cukup peka jika ada sesuatu yang sedang mengganggu pikiran wanita itu.


Mike merengkuh pinggang ramping Alina dan memeluk nya. Alina terdiam dan hanya menikmati kebersamaan pelukan itu yang cukup membuat hati dan pikiran nya lebih tenang.


" Aku tahu ada yang sedang mengganggu pikiran mu, cerita kan pada ku. Atau kau mau aku menyelidiki nya sendiri?" kata Mike sambil mengecup pipi Alina.


Alina tersenyum karena Mike sangat peka terhadap apapun perubahan sikap ataupun wajah nya. Dan dia tidak bisa mengelak lagi.


" Apa ada yang mengganggu mu?" tanya Mike masih dengan posisi yang sama.


Alina melepaskan tangan Mike yang melingkar di perut nya. Dia membalik tubuhnya hingga menghadap kearah pria tampan itu.


" Nanti akan ku ceritakan. Sekarang, apa kau mau menemani ku menemui Lea? aku sudah ada janji dengan nya," kata Alina.


Mike tampak berpikir sebentar dan lekas menganggukkan kepalanya.


" Ya, aku akan menemani mu," sahut Mike.


Alina tersenyum dan kembali memeluk tubuh jangkung Mike hingga membuat nya menggelayut di leher kokoh Mike.


" Thank you," bisik Alina.


Mike tersenyum dan membalas pelukan itu. Lalu mereka pun keluar dari ruangan Alina bersama.


Mike menggandeng tangan Alina dan mereka menjadi pusat perhatian di area lobby. Para pegawai pun langsung heboh setelah melihat pemandangan itu.


Bahkan mereka juga langsung menyimpulkan bahwa sang CEO pasti memiliki hubungan spesial dengan pemilik perusahaan yang menjadi rekan bisnis di perusahaan itu.


Mike membuka kan pintu mobil untuk Alina dan wanita itu langsung masuk kedalam mobil itu.


Seseorang yang baru keluar dari lobby perusahaan menatap tajam kearah mereka. Dia merasa kesal saat melihat kedekatan Alina dengan Mike yang notabene nya adalah calon suami Alina, meskipun pertunangan mereka belum terlaksana.


" Mesra sekali. Dan aku akan memutuskan kemesraan kalian," gumam Krish sambil mengepalkan tangannya.


.


.


Kini mereka sudah ada di restoran.


Disana sudah ada Alea yang menunggu, dia melihat kedatangan Alina dan Mike lalu dia melambaikan tangannya pada Alina.


Alina tersenyum dan menarik tangan Mike untuk menghampiri meja yang sudah ada Lea disana.


" Kenapa kau lama sekali?" kata Lea.


" Sorry ... aku sedikit sibuk," sahut Alina.


" Ah ya, kau tak masalah jika aku mengajak Mike kesini, kan?" tanya Alina.


" Tidak. Karena aku juga bisa meminta saran pada nya," sahut Lea sambil tersenyum pada Mike.


" Saran? dariku?" tanya Mike tak mengerti.


Lea mengangguk kan kepalanya sambil meminum minuman nya.


" Kenapa aku?" tanya Mike lagi.


Alina pun merasa bingung karena tadi Lea mengatakan jika dirinya sedang ada masalah.


" Lalu apa masalah yang kau hadapi, Lea? kenapa kau tak langsung menceritakan hal itu pada Leon? kenapa harus meminta saran dari kami!" tanya Alina.


Alea tersenyum dan meletakkan gelas nya.


" Sebenarnya bukan masalah, tapi lebih tepatnya lagi kabar bahagia," sahut Lea.


Alina dan Mike tampak saling menatap karena mereka semakin bingung kemana Arab pembicaraan itu.


" Kabar bahagia? apa kau hamil?" tanya Alina yang langsung menebak nya dan ternyata tembakan itu benar.


Lea tersenyum lebar sambil menganggukkan kepalanya dengan cepat. Alina tersenyum dan langsung memeluk sahabatnya itu.


" Selamat, Lea!!! aku ikut bahagia mendengar kabar ini," kata Alina.


" Selamat, Lea. Semoga kami bisa secepatnya menyusul mu," sahut Mike yang membuat Alina dan Lea tercengang.


Dua wanita itu tampak kompak melepaskan pelukannya dan menatap heran pada Mike.


" Why? apa aku salah bicara?" tanya Mike.


" Kita bahkan belum melaksanakan pertunangan kita, Mike!"


Lea langsung menatap kearah Alina karena sebelum nya dia hanya mengira-ngira saja jika Alina dan Mike memiliki hubungan.


" Wait ... jadi kalian akan bertunangan? tapi kau tak mengatakan hal itu pada ku, Al?" tanya Lea.


" Dia mendadak melamar ku dan aku terpaksa menerima nya," sahut Alina yang membuat Mike tertawa.


" Jadi benar kalian memilin hubungan?" tanya Lea.


" Tidak. Dia yang menggoda ku lebih dulu dan menggagalkan perjodohan ku dengan seorang wanita. Jadi aku melamarnya sebagai gantinya."


" WHATT!!!" kata Alina terkejut.


Dan Mike hanya terkekeh saat melihat ekspresi wajah Alina yang menurut nya lucu.