I'm yours

I'm yours
Alina - Mike 13



Malam menjelang. Mansion keluarga Ivander tepatnya di ruang makan.


Keluarga itu tampak sedang makan malam bersama. Suasana kekeluargaan yang hangat dan harmonis membuat Mike dan Eris bahagia.


Apalagi saat membahas tentang rencana pertunangan Mike dengan Alina. Hal itu membuat Elis dan Eris, adik Mike. Begitu excited untuk segera bertemu dengan wanita yang ingin di pinang oleh Mike.


" Apakah dia cantik seperti aku, Kak?" tanya Eris yang kebetulan sedang pulang karena sedang libur kuliah.


Mike menatap sekilas kearah sang Adik, lalu dia melanjutkan kegiatannya.


" Tidak," sahut Mike singkat sambil menyuapkan makanan ke mulutnya sendiri.


" Hmmm ... Aku bisa menebak nya, pasti dia tak secantik adik mu ini, kan?" sahut Eris dengan percaya dirinya yang tinggi.


Hal itu membuat Elis dan Roman tertawa, sementara Mike menggelengkan kepalanya.


" Kapan Kakak akan membawanya ke sini? aku sangat penasaran, wanita seperti apa yang mampu merebut hati kakak ku ini," sahut Eris.


Mike hanya menghela nafas panjang. Lalu dia mulai melempar pandangan kearah Sang Daddy.


" Dad ... Besok kita di undang makan malam bersama di mansion keluarga Bramasta. Aunty Abel sudah ada di sini, jadi Dev ingin langsung membicarakan tentang pertunangan itu besok," kata Mike.


Roman hanya menganggukkan kepalanya sambil menyantap makanannya.


" Baiklah. Besok kita akan kesana bersama," sahut Roman.


" Aku ikut!!" tegas Eris yang paling excited ingin bertemu dengan calon kakak iparnya itu.


" No. Kau pasti akan menjadi pengacau di acara makan malam nanti," sahut Mike menggoda Eris.


" Kakak!! aku harus ikut, Titik."


Eris mencebik tapi masih menyantap makanannya.


Semua terkekeh saat melihat sikap Eris yang selalu menjadi peramai suasana di keluarga itu.


" Kau sangat mirip dengannya. Berisik, cerewet dan manja," kata Mike mengingat sifat Alina.


Eris menghentikan kegiatan nya dan menatap kearah sang kakak.


" Benarkah? pasti akan seru jika aku sudah mengenal nya, aku akan mengajak nya berkeliling, shoping, ke salon dan kita akan saling bertukar cerita," kata Eris membayangkan dirinya bertemu dengan calon kakak iparnya.


" Kau pikir aku akan membiarkan dia mengikuti kemauan mu? Big no!" tegas Mike.


" Iiishhh ... Kakak memang menyebalkan!"


Semua terkekeh saat lagi-lagi Eris memanyunkan bibirnya.


" Kapan Abel sampai, Mike?" tanya Elis yang memang sudah mengenal Abel, Momy Dev dan Alina.


" Tadi sore, Mom. Aunty Abel sebenarnya ingin kemari tapi aku melarangnya," sahut Mike.


" Why?" tanya Elis.


" Kondisi kesehatan nya belum begitu pulih, Mom. Aunty juga masih ada di kursi roda nya, tapi dia bilang sudan mulai membaik dan kakinya sudah bisa berjalan sedikit demi sedikit," kata Mike menjelaskan kondisi sang calon mertua.


Roman memegang tangan Elis dan mengusap nya perlahan.


" Besok kita akan kesana, jadi tenanglah!"


Elis langsung mengangguk kan kepalanya.


" Tapi beruntunglah dia memiliki menantu seperti Zea, wanita cantik itu sangat menjaga dan menyayangi Abel," sahut Elis yang memang sudah mengenal Zea, istri dari Dev.


Itu karena dia sering ikut Roman ketika pria itu mengunjungi perusahaan di negara asal Dev dan Abel. Dia juga sering mengunjungi Abel ke mansionnya dan dia melihat sendiri, bagaimana Zea merawat dan memperlakukan sang mertua dengan kasih sayang dan penuh perhatian.


" Semoga aku juga bernasib sama dengannya, memiliki menantu yang perhatian dan penyayang," gumam Elis.


Mike tersenyum saat mendengar perkataan sang Momy.


' Kau akan mendapatkan nya, Mom,' batin Mike.


.


.


Sementara itu, di kediaman Bramasta.


Alina sedang menyuapi Abel yang tengah berbaring di ranjang nya sambil menyandarkan tubuhnya ke tumpukan bantal.


Wanita itu menyuapi dan memberikan perhatian penuh pada sang Momy yang baru sembuh dari penyakitnya.


" Aku sudah kenyang, Sayang."


Alina melihat kearah piring yang dia pegang dan makanan itu memang tinggal sedikit.


" Satu suap lagi, Mom. Setelah ini selesai," sahut Alina sambil menyuapi makanan ke mulut Abel.


Wanita paruh baya itu tersenyum dan membuka mulutnya.


" Done!"


Alina meletakkan piring itu di meja, dia mengambil gelas yang sudah terisi penuh dengan air putih dan menyodorkan ke mulut Abel.


Setelah itu dia mengambil obat yang harus di minum oleh sang Momy. Dia memastikan sang Momy sudah makan dan juga meminum obatnya.


Lalu dia meletakkan gelas yang sudah kosong itu di meja. Alina kini ikut tinggal di mansion milik sang kakak yang sangat jarang di tempati itu setelah mendengar kedatangan sang Momy.


Alina ingin merawat sang Momy, karena selama ini Zea yang merawatnya. Itu karena Alina berada jauh dengan sang Momy.


Dan saat ini adalah kesempatan baginya untuk merawat dan memperhatikan sang Momy.


Abel tersenyum melihat sikap dewasa Alina. Kini sang putri manjanya kini berubah menjadi sosok wanita dewasa yang tak lagi manja padanya.


Bahkan kini dirinya lah yang di manjakan oleh putri nya itu. Abel memegang tangan Alina dan menatapnya dengan penuh haru.


" Berbahagialah, sayang."