I'm yours

I'm yours
39 ( I love you forever)



Dua bulan berlalu.


Kandungan Lea sudah menginjak usia 9 bulan. Wanita itu tengah menunggu tanggal HPL nya.


Angre selalu menjaga nya. Pria itu dengan sangat protektif menjaga sang istri. Dia selalu menuruti keinginan sang istri, seperti halnya saat ini.


Mereka sedang berada di resort tepi pantai milik Devandra. Karena Lea yang meminta nya.


" Beby ... kau yakin ingin melahirkan secara normal?" tanya Angre sambil menggandeng tangan Lea berjalan di tepi pantai.


" Ya. Itu sudah keputusan bulat," sahut Lea.


Dia berhenti dan menghadap kearah sang suami. Lea mengalungkan tangannya di leher Angre dan mencium bibirnya.


Angre membalas ciuman itu dengan tangan yang memegang perut buncit Lea yang sudah terlihat turun.


" I love you. Terimakasih sudah mencintai ku sejauh ini," kata Lea setelah melepas ciumannya.


" I love you to. Aku akan selalu mencintaimu sampai akhir hayat ku."


Lea langsung mencubit pinggang Angre karena perkataan nya itu. Hingga pria itu meringis kesakitan.


" Aaww ... Itu sakit, Beby."


" Aku tidak suka kau berkata seperti itu. Itu terdengar sangat menyeramkan," sahut Lea yang membuat Angre tertawa pelan.


CUP


" I love you so so much, Beby. Kau adalah segalanya untukku," ucap Angre.


Lalu mereka berjalan kearah jalanan yang terdapat taman mini yang menghiasi jalanan tepi pantai itu.


Lea menunjuk kearah seseorang yang menjual Harum manis di seberang jalan.


" Aku ingin jajanan manis itu. Dulu Daddy selalu membelikan ku dengan menggendong tubuh ku di bahunya," kata Lea sambil menatap kearah kedai yang terlihat sangat ramai itu.


" Tapi tak mungkin jika kau meminta ku untuk melakukan hal itu pada mu, sayang."


Lea tertawa mendengar perkataan dari Angre.


" Aku memang tak meminta hal itu, Beby. Aku hanya meminta harum manis itu," sahut Lea.


" Aku pikir kau meminta ku untuk mengangkat mu ke bahu ku," sahut Angre dengan tawanya.


Mereka pun tertawa bersama.


" Bagaimana jika aku benar-benar meminta hal itu?" ucap Lea sambil tertawa.


Dia membayangkan bagaimana ekspresi sang suami ketika berusaha mengangkat tubuhnya.


" Jangan berpikir aneh-aneh, sayang. Aku hanya bisa menggendong mu ala bridal maid saja," ucap Angre dan langsung menggendong tubuh sang istri.


" Turunkan aku, Angre. Ini tempat umum," kata Lea.


Lalu Angre pun menurunkan sang istri. Dan mendudukkan nya di bangku taman yang menghadap ke jalan raya.


" Tunggu disini, aku akan membelikan nya untuk mu." Angre langsung meninggalkan sang istri dan menyebrang ke kedai itu.


" Beby ... Aku ingin yang berwarna pink!!" teriak Lea dari seberang jalan.


Angre hanya mengangkat jempolnya pada Lea. Kedai itu sedang sangat ramai sehingga membuat Angre mengantri di sana.


Lea melihat kearah sang suami dengan senyum yang mengembang dari bibirnya.


" Dia suamiku, aku tidak bisa bayangkan bagaimana hidup ku jika tanpa nya," gumam Lea.


Tiba-tiba ponsel Lea berbunyi. Dia langsung mengangkat nya.


" Hallo ... Dad."


" Hallo ... sayang. Apa kau masih di resort?" tanya Erka dari seberang telepon nya.


" Ya, Dad. Rencana nya kita akan pulang besok pagi," jawab Lea.


" Dimana Angre? ada yang ingin Daddy bicarakan pada nya," kata Erka.


" Dia sedang membelikan ku harum manis di seberang jalan, Dad. Tunggu aku akan memanggil nya," sahut Lea.


Wanita itu berusaha memanggil Angre namun karena di seberang sedang sangat ramai dengan suara musik dari cafe di belakang kedai itu, Angre tak bisa mendengar panggilan dari Lea.


" Jangan matikan panggilan nya, Dad. Aku akan menghampiri nya," kata Lea.


" Baiklah, sayang."


Lea langsung menyeberang di jalan raya yang cukup lebar itu tanpa melihat kearah sekelilingnya.


Angre melihat sang istri yang berjalan dengan perut besarnya sedang berjalan menyeberangi jalan.


Lea tetap melanjutkan langkahnya karena tak mendengar teriakkan Angre.


Dengan terburu-buru Angre menghampiri sang istri. Dia melihat sebuah truk container muncul dari tikungan dengan kecepatan tinggi.


Angre berusaha berlari kearah sang istri. Dia langsung mendorong tubuh sang istri hingga Lea terjatuh ke pinggir jalan.


BRAKKK


Dengan keras truk itu menabrak tubuh Angre yang tiba-tiba muncul di depan truk.


Hingga membuat pria itu terpental jauh kedepan dan jatuh ke atas aspal dengan begitu keras.


" ANGREEEE !!!"


teriak Lea saat melihat sang suami tergeletak di atas aspal tanpa bergerak dan bersimbah darah.


" Ada apa, sayang?" kata Erka dari seberang telepon yang masih tersambung.


Dia mendengar suara benturan keras dan teriakan Lea. Yang membuatnya begitu khawatir.


Namun Lea tak menjawab nya, karena ponsel itu terjatuh saat Lea jatuh tadi.


Lea berusaha untuk berdiri meskipun dia merasa sakit di perut nya.


Salah satu wanita paruh baya


yang ada disana langsung menolong Lea dan memapah nya untuk menghampiri Angre.


Wanita itu duduk dan langsung memeluk tubuh sang suami yang sudah tak bergerak dengan kepala yang bersimbah darah.


Bahkan darah segar keluar dari mulutnya hingga membuat separuh wajahnya tertutup oleh darah.


" BEBY ... BANGUUNN!!" teriak Lea.


Dia mendekap erat kepala Angre.


" PANGGIL KAN AMBULANCE, CEPATT!!" teriak Lea.


Wanita itu menangis sesenggukan sambil mendekap erat sang suami.


Angre membuka sedikit matanya dan melihat wajah sang istri yang tak begitu jelas di mata nya.


Dia berusaha mengangkat tangan nya dan membelai pipi Lea.


" Kau akan baik-baik saja, oke. Bertahanlah sayang. Bertahanlah demi anak kita," kata Lea dengan tangisnya.


" I ... LOVE ... YOU ... FOREVER."


Tangan Angre terjatuh ke aspal dan matanya kembali tertutup rapat setelah mengucapkan kata-kata itu.


" ANGRE ... ANGRE!!! BUKA MATAMU, BEBY. BUKAA!!" teriak Lea.


Hal itu membuat orang-orang yang melihat adegan itu meneteskan air matanya.


Seorang pria paruh baya menghampiri Lea dan memeriksa denyut nadi Angre.


Pria itu menggelengkan kepalanya menatap kearah wanita paruh baya yang berdiri di samping nya.


Kejadian itu membuat kemacetan panjang. Dan di antara deretan mobil itu, ada mobil Leon yang melewati jalanan itu.


Pria itu baru tiba di negaranya karena ingin menghadiri acara ulang tahun anak dari temannya yang sangat dekat dengan nya.


Dia melihat kearah luar jalanan dari jendela nya. " Maaf, Pak. Apa yang terjadi di depan sana?" tanya Leon pada pejalan kaki yang lewat di dekat mobilnya.


" Ada kecelakaan, Tuan. Seorang pria meninggalkan di tempat, di pangkuan istrinya yang sedang mengandung besar," kata pria itu.


" Terimakasih."


Leon langsung keluar dari mobilnya untuk melihat siapa yang bernasib malang itu.


Lalu ambulance pun datang. Para petugas dari ambulans turun dengan membawa sejumlah alat untuk memeriksa kondisi korban.


Leon melihat hal itu namun dia belum melihat wajah dari korban. Dan tak bisa melihat wajah Lea karena posisi Leon berada di belakang Lea.


" Maaf, Nona. Dia sudah meninggal," kata petugas itu.


Hal itu membuat Lea lemas seketika. Dia terus menatap wajah Angre yang matanya sudah tertutup dengan tubuh yang sudah Tak bisa bergerak.


" ANGREEEE!!!! KENAPA KAU MENINGGALKAN KU!!"


DEG


Leon sangat mengenal pemilik suara teriakan itu.


" LEA ..." gumamnya.