I'm yours

I'm yours
Alina - Mike 1



Sementara di tempat lain. Dev sedang bersama seorang relasi bisnis nya yang usianya lebih muda dari nya.


Dia adalah Mike Ivander. Pengusaha muda yang sukses di London dan sedang bekerja sama dengan perusahaan Dev yang tengah di tangani oleh Alina, sang Adik.


" Sebentar lagi dia akan kemari. Tunggu saja dulu," kata Dev setelah menghubungi sang Adik.


Pria itu menganggukkan kepalanya dan sesekali menyesap wine nya.


Alina langsung melangkahkan kakinya menuju tempat dimana kakak nya berada, setelah menerima memutuskan panggilan telepon dari sang kakak.


Sesekali dia menatap kearah lain dan menyibakkan rambutnya ke samping. Wajah nya datar dan hanya menatap kearah depan.


Tanpa dia sadari ada sepasang mata yang melirik kearah nya. Pria itu terus menatap kearah tubuh mungil Alina yang berjalan dengan anggun kearahnya.


Sampai wanita itu benar-benar ada di sampingnya, dia terus menatap nya.


" Ada apa, Kak? Kau selalu mengganggu kesenangan ku," kata Alina langsung duduk tepat di hadapan seorang pria yang tengah menatapnya.


Dia tak menyadari tatapan itu karena dia sibuk melihat kearah jam tangan nya.


" Al ... Perkenalkan, dia adalah Mike Ivander. Dia pemilik perusahaan yang baru saja menandatangani kontrak dengan perusahaan kita," kata Dev memperkenalkan pria yang duduk di hadapan Alina.


Wanita itu mulai mengangkat pandangannya hingga bertumpu dengan tatapan tajam Mike.


Mereka bertatapan sekejap hingga Dev berdehem dan menyadarkan mereka.


" Ehemm ... Kalian hanya akan bertatapan? tidak mau berkenalan?" kata Dev.


Pria itu tersenyum tipis saat mendapati Mike yang sepertinya terpesona dengan Adik cantiknya.


" Mike Ivander. Semoga kita bisa menjadi rekan bisnis yang sama-sama menguntungkan."


" Hmmm ... Alina Zaquena Bramasta. Semoga kita bisa bekerjasama dengan baik," sahut Alina dengan senyum manisnya.


Lagi-lagi mereka saling menatap dengan tangan yang masih saling terpaut.


' Tampan. Oh my, sadar Al jangan mudah terpesona dengan wajah pria tampan,' batin Alina.


' Cantik dan menggemaskan,' batin Mike.


Dev menyadari hal itu hingga dia melepaskan tautan tangan keduanya. Dan menatap tajam kearah Mike.


" Ingat !! hubungan kalian hanya sebatas rekan bisnis. Tidak lebih!" tegas Dev dengan ke posesifan nya.


Alina berdecak dan memutar malas bola matanya. Sementara Mike hanya tersenyum miring.


" Ah ya. Kak, aku akan menghadiri pernikahan Bruno dan mika," kata Alina meraih tasnya dan beranjak dari kursi.


' Bruno? Apakah itu orang yang sama? Atau hanya namanya yang sama,' batin Mike sambil mengingat nama temannya yang juga menikah hari ini.


Pria itu ingin menanyakan hal itu, tapi dia tak memiliki cukup keberanian karena ada Dev di samping nya.


" Baiklah. Hati-hati dan kau harus tetap di antar dan di kawal oleh bodyguard mu!" tegas Dev.


" Hmmm ... Aku tahu itu, bye."


Alina mengecup pipi Dev dan menatap kearah Mike sekilas.


" Saya permisi, Tuan," kata Alina dan langsung melangkahkan kakinya menuju Lea untuk pamit pada wanita itu.


.


.


Kini Alina sudah berada di salah satu hotel yang tak terlalu mewah. Dia menghentikan langkahnya dan menghembuskan nafasnya saat ingin masuk kedalam dimana acara pernikahan itu berlangsung.


Lalu dia mulai melangkah kan kakinya masuk kedalam acara pernikahan yang tak terlalu ramai. Dia langsung menghampiri sang pengantin karena dia ingin segera pergi dari tempat itu setelah mengucapkan selamat pada pria yang sudah menghancurkan perasaan nya.


" Haii ... apa aku terlambat?" kata Alina dengan senyum cantiknya.


" Haii ... Al. Aku pikir kau tak akan datang," sahut Mika sambil menggenggam tangan Alina.


Alina berusaha tersenyum meskipun hatinya sakit. Dia cukup bahagia melihat pria yang sempat mencuri hatinya itu menikah dengan wanita yang baik seperti Mika.


" Selamat untuk kalian. Aku turut bahagia dengan pernikahan ini, semoga kalian selalu bahagia dan segera memiliki seorang anak yang pastinya akan merepotkan kalian," ucap Alina.


" Oouuhh ... Terimakasih, Al. Aku sudah sangat senang kau mau menyempatkan hadir di hari bahagia ku," sahut Mika sambil memeluk tubuh Alina.


Alina tersenyum dan membalas pelukan itu. Dan tak sengaja tatapan nya bertumpu dengan tatapan Bruno yang tersenyum kearahnya.


Dia menyadari hal itu dan langsung mengalihkan pandangannya. Dan melepaskan pelukannya dari Mika.


" Terimakasih sudah mau hadir di pernikahan kami, Al. Semoga kau segera mendapatkan pria yang baik agar segera mendampingi mu," kata Bruno.


Pria itu bukannya tidak tahu tentang perasaan wanita itu pada nya. Namun dia berusaha untuk bersikap biasa karena dia memang hanya menganggap Alina sebagai sahabat nya.


Lalu mereka melanjutkan obrolan nya di kursi dan menahan Alina agar mau makan terlebih dahulu di pesta itu sebelum pergi dari sana.


Saat mereka tengah mengobrol, tiba-tiba ada seorang pria yang muncul dari belakang Alina.


" Heii ... Mike. Akhirnya kau datang juga," ucap. Bruno bangkit dari kursi dan bersalaman dengan Mike.


' Mike? apa dia Mike yang sama dengan orang yang tadi berkenalan dengan ku di pesta Lea?' batin Alina tanpa menoleh pada seseorang yang tengah meliriknya dari samping.