I'm yours

I'm yours
01



TAP TAP TAP


Seperti hari\-hari sebelumnya, terlambat ke sekolah memang sudah menjadi rutinitas dhifa sehari\-hari, ia melirik jam tangan cream miliknya dengan merek Alexandre Christie yang melingkar indah di pergelangan tangannya.


Jam 08:45



Tepat seperti perkiraannya, kali ini ia terlambat 15 menit dari jadwal ia telat dari biasanya. Kembali ia semakin mempercepat langkah kakinya menuju kelas Vlll\-3. Tiba\-tiba ia mendengar sebuah suara memanggil namanya dengan setengah berteriak.


"Dhifa khustya!"


Langkahnya pun terhenti karena tindakan seseorang memanggil namanya dengan sangat keras. Ia menghirup nafas dalam\-dalam berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri.



Baru juga jam 8 udah harus dengar ceramah sialan.umpannya pelan.



"Kok bisa sih hari ini kamu lebih dari biasanya, Dhifa. kamu sadar enggak sih ini jam berapa?" kata perempuan tersebut menghampiri Diva dan mulai menceramahinya.



Sedangkan Dhifa yang terkenal dengan pipi tembemnya hanya mengembungkan pipinya kesal dan memutar malas bola matanya ke segala arah berusaha untuk tidak memperdulikan ceramah yang dilontarkan oleh Krystal, kakak kelas lX\-1 selaku ketua keamanan disekolahnya.



"Dhifa kamu dengar nggak sih apa yang kakak bilang?" tanya Krystal geram. Sedangkan Dhifa hanya memandangnya sekilas sambil menaikkan sebelah alisnya dengan wajah terheran.


Loh, perasaan hari ini matahari gak terik deh, tapi masa iya gue bisa kepanasan gini. batin dhifa heran.


Dhifa mulai merasakan hawa panas mulai mengelilinginya secara tiba\-tiba padahal matahari aja hari ini kesiangan bangunnya Akankah hal yang buruk akan terjadi??



Alamak gue lupa ini yang di depan kan kaya singa yang lagi istirahat, ya iyalah kalau gue injak ekornya Pasti gue yang langsung diterkam. Masih untung ni singa masih jinak sama gue bodyguard gue. kata Dhifa dalam hati dengan senyum yang dibuat\-buat nya, walaupun hanya sekedar ekspresi buatan tapi pada kenyataannya wajah Dhifa tetap Baby Face namun juga terkesan manis walau hanya seulas senyum palsu.



"Ini untuk kakak" kata Diva masih dengan senyum sama.



"Apaan tuh?". tanya kristal yang kini ia yang menaikkan alisnya sebelah.



" udah ah kakak banyak nanya, nih ambil Dhifa mau masuk kelas dulu ya! See u my sister in law".kata Diva Seraya berjalan melewati kristal yang matanya masih terpaku terhadap bungkusan coklat yang dihadiahkan Dhifa di tangan kirinya barusan.



Dasar asam jawa dari planet pluto, bikin gue tambah telat aja tu orang. umpan Diva kesal dalam hati.



~♥~



"Nih makan!"


Diva hanya menatap datar es krim Cornetto yang disadarkan oleh seseorang untuk nya tanpa ada niat untuk menerimanya apa lagi memakannya.



"buruan, cuaca lagi panas banget nih ntar yang ada keburu meleleh!" kata Seorang cowok kesal terhadap sikap Dhifa.


. Dan kini Dhifa malah menatap mata cowok tersebut dengan tatapan yang sangat menyiratkan keputusasaan, berharap yang ditatap mau membantunya untuk menyelesaikan tugas yang diberikan Pak Anton beberapa waktu lalu karena ia terlambat ke sekolah lebih dari biasanya. Mengerti akan Tatapan Dhifa, lantas ia menyunggingkan senyum khasnya dan duduk di sebelah Diva dengan kedua stik es krim yang kini sudah berpindah ke tangan Dhifa.



" tu pegang sendiri, gue pegel tau pegang kiri kanan". kata Dhifa seraya menjilat es krimnya yang mulai meleleh akibat matahari yang sudah terik disiang itu.



"kamu nggak berubah ya, masih...." perkataan cowok tersebut kembali terputus karena lototan mata Dhifa yang terlalu besar.



"berapa ribuan kali lagi sih harus gue ingetin bisa enggak jangan formal gitu ngomong sama gue. Oke kalau di depan Papa atau siapa gitu tapi bisa nggak kalau kita cuma berdua Gini ngomongnya itu pakai gue\-lu aja nggak usah aku\-kamu. You understand D\-A\-V\-I\-D A\-R\-U\-S\-H\-A." ceramah Dhifa kesal Seraya menekankan nama David di ujung perkataannya.


ketika David ingin mengucapkan sesuatu tapi buru-buru Dhifa menodongkan telunjuknya tepat di depan muka David dengan ekspresi menahan marah.


"Ingat semua perkataan gue itu perintah, dan perintah itu mutlak". kata Dhifa mengingatkan.


"Dan....".Tapi kali ini perkataan Dhifa yang terputus karena perkataan David yang menyelanya.


"Dan gue benci penolakan!" ejek David yang meniru gaya bicaranya Dhifa.



sedangkan yang diejek hanya tersenyum bangga karena senang akan sang murid yang mengingat titah dari gurunya. Tapi yang mengejek hanya geleng\-geleng karena tahu jalan pikiran tuannya yang begitu konyol.



"Cepat habisin ice cream lo, terus masuk kelas. urusan latihannya biar gue aja yang ngerjain". kata David.


"Nggak mau!" jawab dhifa bersifat tegas.


"loh kok nggak mau?" Kata David keheranan.



"Gue kan udah bilang kalau gue itu maunya diajarin bukan dibuat latihannya." kata Dhifa menjelaskan.



" akhirnya adek gue mandiri juga". kata Dhifa Seraya mengusap pucuk kepala Diva beberapa kali.



" Thank you very much,David". Balas Dhifa dengan kali ini Senyum manisnya yang disodorkan kepada David.


Deg


Buru\-buru David menarik tangannya dari pucuk kepala Dhifa dan berdehem beberapa kali, berusaha menetralkan detak jantungnya yang terlalu berlebihan. tapi sang pemberi senyum sendiri tidak menyadari perubahan mimik wajah yang terjadi pada bodyguard\-nya beberapa detik lalu.



" Tunggu gue di parkiran ya, loe pulang bareng gue. Ntar kita ngerjain latihan di lembah pelangi aja biar lu fres". kata David bangun dari duduknya dan membuang stik es krimnya ke Sembarang arah.



"serius?". tanya Dhifa berbinar\-binar.



" loe ikut instruksi gue aja. Gue cabut duluan ya, bentar lagi masuk Bu sarah." kata david seraya berjalan meninggalkan atap sekola. "Oh ya, ingat ya dhifa khustia, Jangan pernah coba\-coba membolos atau Lu tau sendiri kan konsekuensinya apa?" kata David tersenyum sinis.



Bodyguard sialan, Gue sumpahin lu ntar jatuh dari tangga. Umpat Dhifa kesal Setengah Mati.



~♥~