I'm yours

I'm yours
Kembali mendekat



4 tahun berlalu.


Kini Leangga sudah menginjak usia 5 tahun. Anak itu tumbuh dengan begitu cerdas dan sangat cerewet.


Hubungan nya dengan Leon terjalin begitu dekat. Bahkan dia sering ikut bersama Leon ke mansion keluarga Guesson untuk menginap disana.


Dan Lea tak bisa mencegah nya. Karena anak itu sangatlah cerdas dan sangat pandai merayu sampai Lea pun tak bisa lagi menolak permintaan nya.


Bahkan hubungan Lea dan Leon semakin dekat. Sejak mendengar cerita dari Marta beberapa tahun yang lalu, Lea kembali membuka hatinya untuk pria itu.


Leangga pun selalu meminta agar Momy nya dan Daddy Leon menikah. Ya, Leangga menyebut Leon dengan sebutan Daddy.


Dan sekali lagi, Lea tak bisa melarang nya karena Leon pun tak keberatan dengan hal itu.


Seperti halnya pagi ini. Leangga tak mau pergi sekolah jika tidak bersama Leon.


Lea sampai di buat pusing oleh putra nya itu. Dan dengan terpaksa dia harus menghubungi Leon.


" Hallo ... ada apa, Lea?" sahut Leon dari seberang telepon nya.


" Apa kau sedang sibuk? bocah itu merengek tak mau sekolah jika tak bersama mu," kata Lea.


Leon tertawa di seberang sana.


" Dia memang putra ku yang sangat pengertian. Dia sangat tahu jika aku sedang sangat merindukan Momy nya," sahut Leon yang membuat Lea menggelengkan kepalanya.


" Cepat kesini. Atau aku akan menyeret bocah itu ke sekolah nya!" tegas Lea dan langsung memutuskan panggilan itu sebelum pria itu mulai menggombali nya lagi.


Leon menatap ponselnya yang sudah mati dengan senyuman yang tersinggung dari bibirnya.


" Dia takut aku menggodanya," gumam Leon lalu kembali fokus dengan kemudinya menuju mansion keluarga Mouvrik.


.


.


Kini Leon sudah tiba di mansion itu. Dia sudah melihat Leangga yang sudah rapi dan siap untuk berangkat ke sekolah.


" Daddy ..." panggil Leangga saat melihat Leon berjalan kearah nya.


Leon berlutut dan merentangkan kedua tangannya. Lalu Leangga dengan cepat melompat kearah pelukan Leon seperti yang biasa dia lakukan sejak kecil.


Lea tersenyum melihat pemandangan itu. Lalu dia menghampiri keduanya.


" Ayo kita berangkat. Atau kau akan terlambat," kata Lea.


Mereka pun masuk kedalam mobil Leon. Dan mobil itu melaju meninggalkan halaman mansion itu.


" Mom ... aku ingin Daddy selalu mengantarkan aku pergi ke sekolah seperti teman-teman ku yang lain," kata Leangga dengan nada yang terdengar sendu.


Lea menangkup wajah tampan putra nya itu lalu memeluknya.


" Mom ... aku ingin keluarga yang utuh seperti teman-teman ku di sekolah. Kata mereka Momy dan daddy nya tinggal bersama dan tak tinggal terpisah seperti kau dan Daddy Leon," lanjut Leangga.


Hal itu membuat Lea sedih dan tak tega melihat putranya itu. Dia tahu suatu saat nanti Leangga pasti akan meminta hal itu pada nya.


Bahkan dia sudah menyiapkan diri untuk hal itu namun Lea tetap tak bisa membendung kesedihannya.


' Sorry,' batin Leon.


" Mom ... maukah Momy menikah dengan daddy Leon untuk ku?" tanya Leangga sambil mendongakkan kepalanya menatap Lea.


Wanita itu tak langsung menjawab, dia hanya terdiam sambil memikirkan jawaban apa untuk bisa menjawab pertanyaan dari putra nya itu.


" Boy ... Jangan memaksa Momy mu, itu bisa saja membuat Momy mu sedih," kata Leon.


Lalu Leangga menangkup pipi Lea dengan tangan mungilnya. Dia menatap lekat mata Lea yang berkaca-kaca.


" Maaf jika permintaan Leangga membuat Momy sedih, tapi bukan kah Momy selalu mengajarkan padaku untuk selalu jujur tentang apa yang aku rasakan," kata anak itu.


" Dan aku hanya sedang mengutarakannya pada Momy," lanjut Leangga.


Lea tersenyum dan mencium kening putranya itu.


" Baiklah. Momy akan memikirkan permintaan mu. Hmmm," sahut Lea.


" Benarkah?" sahut Leangga.


" Jangan hanya memberi nya harapan palsu, Lea. Karena jika kau berkata seperti itu sama saja kau juga memberikan ku harapan," kata Leon menatap Lea dari balik spionnya.


" Iya iya ... kalian ini sangat menyebalkan," sahut Lea.


Dan mobil itu pun sudah tiba di depan gerbang sekolah Leangga.


Leon turun dan ikut mengantar kan Leangga ke dalam sekolah bersama Lea.


Semua teman-teman Leangga menatap kearah mereka.


" Belajar yang benar. Buat daddy dan Momy bangga. Hmmm ..." kata Leon berlutut di depan Leangga dan mengacak rambutnya.


" Dad ... jangan lakukan itu. Nanti rambut ku berantakan!" tegas Leangga mencebik.


" Baiklah - baiklah. Daddy minta maaf," sahut Leon merapikannya kembali rambut Leangga.


Lalu Leangga mencium tangan Leon dan juga Lea.


" Bye ... Love you Mom, Dad ..." teriak Leangga sambil berlari masuk kedalam kelas nya.


" Sayang ... Jalan yang benar nanti kau jatuh!" kata Lea sambil menggelengkan kepalanya.


Lalu leon menarik tangan Lea menuju mobilnya.


" Aku bisa pulang sendiri, Leon," kata Lea.


" Kau pikir aku akan membiarkan calon Momy dari anak-anak ku ini pulang sendirian?" sahut Leon sambil membuka pintu mobil dan menyuruh Lea masuk.


Lea tersenyum dan hanya menatap Leon yang sedang berjalan menuju pintu sebelah nya.


Leangga Angre Adelard