
Kini Leon dan Lea sudah tiba di mansion baru nya. Pria itu menggandeng tangan Lea masuk ke mansion besar itu.
Lea mengedarkan pandangannya kesegala arah di mansion itu yang terlihat sangat sepi.
" Apa tidak ada pelayan disini?" tanya Lea sambil menaiki tangga.
" Mereka akan kemari besok."
Lea tak menjawab, dia hanya menganggukkan kepalanya. Mereka terus melangkah hingga saat ini tiba di depan pintu kamar utama nya.
CEKLEK
Perlahan Leon membuka pintu kamar itu. Dia menggandeng tangan Lea masuk dan menatap kearah kamar yang sudah di hias dengan begitu indah dengan beberapa bunga.
Leon melepaskan tangan nya dari tangan Lea dan membiarkan wanita itu melangkah lebih masuk kedalam kamar yang dipenuhi bunga mawar berwarna merah.
Pria itu menutup pintu kamarnya serta menguncinya. Meskipun di mansion itu tidak ada siapapun lagi selain mereka berdua.
" Kau menyukai nya?" tanya Leon sambil memeluk tubuh Lea dari belakang.
" Hmmm ... ini sangat indah. Aku menyukai nya."
Leon melepaskan pelukannya dan menarik bahu Lea agar berbalik dan menghadap kearah nya.
Hingga kini posisi mereka saling berhadapan. Leon menatap netra indah Lea dan menangkup wajah nya.
" Aku tidak akan memaksa mu jika kau tak ingin melakukan nya," ucap Leon.
Lea tak menjawab. Dia terpaku dengan penuturan pria yang kini sudah mengganti kan posisi Angre.
" Aku hanya ingin tidur dengan memeluk mu."
Lea hanya menatap mata Leon tanpa menjawab perkataan nya.
" Aku ingin membersihkan tubuhku, apa kau bisa membantu ku membuka kan resleting gaun ini?" kata Lea.
" Tentu, berbalik lah aku akan membantumu."
Lea langsung berbalik dan kembali membelakangi Leon.
Pria itu mendekat dan tangan nya meraih resleting gaun itu yang ada di punggung wanita cantik itu.
Perlahan dia mulai menurunkan resleting gaun itu hingga membuat kain itu lolos dan jatuh ke lantai.
Leon terpaku. Di meneguk saliva nya saat menatap tubuh Lea dari belakang yang kini hanya mengenakan ****** ******** saja.
Lea tersenyum dan tangannya menyilang untuk menutupi dadanya yang terbuka.
" Masuklah ke kamar mandi. Aku tidak akan melihat mu," kata Leon langsung membalikkan posisi tubuhnya membelakangi Lea.
Lea kembali mengulas senyum nya. Kemudian dia berbalik dan menatap punggung lebar sang suami yang kini membelakangi nya.
Dia mendekati tubuh kokoh pria itu dan lekas melingkar kan tangan nya di perut Leon.
Leon terkejut dengan apa yang di lakukan wanita itu. Senyum smirk tersungging di bibirnya dan melihat kearah tangan Lea yang melingkar di tubuhnya.
" Kau yakin? aku tidak akan melepaskan mu jika kau nanti meminta ku untuk berhenti di tengah permainan," sahut Leon sambil menoleh kearah samping.
" Hmmm ... aku yakin!" sahut Lea tegas.
Dia sangat yakin ingin memberikan haknya pada pria yang kini menjadi suami nya. Karena dia tidak pernah bermaksud dengan sebuah pernikahan, apalagi saat ini pria yang menjadi suami nya adalah pria yang memang sudah lama menempati hati kecil nya.
Leon melepaskan pelukan Lea dan mulai membalikkan tubuhnya. Dia menatap kearah wajah cantik Lea yang tersipu.
" Boleh aku menyentuh nya?" tanya Leon.
" Bukankah aku istrimu? jadi kau berhak atas tubuh ku," sahut Lea.
Leon tersenyum mendengar ucapan dari wanita itu. Dia kembali mendekati tubuh wanita itu hingga mengikis jarak di antara mereka.
Satu tangan nya merengkuh pinggang ramping Lea dan satu tangan nya menangkup benda bulat nan kenyal itu hingga membuat Lea memejamkan matanya.
Wajah wanita itu mendongak dengan bibir yang terbuka. Leon menyapa bibir ranum itu dan memagut nya.
Lea membalas ciuman itu sambil mengalungkan tangannya di leher pria itu. Mereka berciuman dan saling menyalurkan perasaan nya yang sudah tak terbendung selama beberapa tahun lamanya.
Leon merasa sangat bahagia karena kini wanita yang tengah di tunggu nya telah resmi menjadi miliknya. Dia berjanji pada diri nya sendiri bahwa dia akan menjaga hubungan ini.
' Thanks God. Kau mewujudkan mimpi ku,' batin Leon.
Ciuman yang semulanya lembut kini berubah menjadi semakin menuntut. Tangan Lea mulai beralih membuka jas yang masih menempel di tubuh sang suami.
Leon semakin meremas dia benda di hadapannya dengan bergantian hingga membuat wanita itu mendesah dalam ciuman nya.
Dengan gerakan cepat, Lea melanjutkan kegiatannya membuka kancing kemeja Leon. Dia melepaskan kemeja itu dan melempar nya dengan asal.
Kini tangannya mulai menurun dan membuka ikat pinggang Leon hingga membuat celana bahan itu lolos seketika.
Bibir mereka saling bertautan. Leon menggendong tubuh Lea dan membawanya ke ranjang.
Dia menurunkan tubuh sintal itu dengan bibir yang masih terpaut. Pria itu langsung bergabung dan menindih tubuh sintal itu.
Dia melepaskan ciumannya dan menatap wajah cantik Lea yang ada di bawah kungkungan nya.
" I love you, I love you so much," ucap Leon dan kembali mencium bibir Lea.
Dia menurunkan ciuman ke leher jenjang Lea. Mereka tak lama melakukan foreplay nya dan langsung ke inti kegiatan itu.
Leon melakukan penyatuan nya. Dia bergerak dengan perlahan dan menikmati momen itu.
" Aku mengunci diri ku dari wanita. Aku selalu meyakinkan hatiku bahwa diriku adalah milikmu," kata Leon.
Lea tak menjawab, dia hanya mendengar kan penuturan pria itu.
" Aku bersumpah tidak pernah melakukan hal ini dengan wanita manapun. Karena aku hanya milikmu."
Lea menatap lekat mata sayu Leon yang ada di atas wajahnya.
" I'm Yours, Honey. Dan aku lebih memilih untuk bermain dengan tangan ku untuk menyalurkan hasrat ku dari pada harus melakukan nya dengan wanita lain. Karena itu akan mengingatkan ku dengan kebodohan ku di masa lalu."
Lea tertegun mendengar perkataan Leon. Dia tak menyangka bahwa pria itu benar-benar menjaga dirinya selama ini dengan tak bermain dengan wanita.
" I love you, Honey. I'm Yours dan aku hanya milik," ucap Leon.
Lea terharu, dia menarik tengkuk leher Leon dan langsung mencium bibir nya.
Dia melepaskan ciuman itu dan menatap lekat mata Leon.
" I love you. I love you, Honey. Kau tetap menempati hati kecil ku sejak dulu, hingga kini," ucap Lea dengan buliran bening yang mengalir dari sudut matanya.
" I love you to, Honey. Kau milikku dan aku milikmu. Dan tak akan ada yang memisahkan kita."
Leon mengecup seluruh wajah Lea dan kembali bergerak di atas tubuh sintal wanita itu.
Mereka melakukan percintaan panas itu selama beberapa kali. Hingga membuat Lea kewalahan melayani hasrat pria itu yang tak kunjung padam dan tanpa kata lelah.