
Sementara di tempat lain.
Tepatnya di dalam kamar Lea dan Leon.
" Oouuwh ... Honey."
Lenguhan panjang itu terdengar saat Leon sudah menuntaskan hasrat nya.
Lea menggunakan cara lain untuk menyelesaikan hasrat sang suami. Meskipun dia sedang kedatangan tamu bulanan nya, hal itu membuat dia tak kehabisan cara untuk tetap melayani pria itu.
" Thank you, Honey. Kau memang yang terbaik," ucap Leon sambil membaringkan tubuhnya di samping Lea.
" Hmmm ... kau beruntung mendapatkan istri seperti diriku," sahut Lea tersenyum sambil berbalik menatap kearah sang suami.
Leon hanya tersenyum dan mengecup kening Lea dengan begitu lama.
" I love you," ucap Leon setelah menjauhkan bibirnya dari kening Lea.
" Hmmm ... me too," sahut Lea tersenyum sambil mengusap dagu Leon yang berjambang kasar.
" Sepertinya kau harus mencukur nya," kata Lea yang sudah merasa risih dengan jambang Leon yang berantakan.
Pria itu hanya menatap nya dengan kening yang berkerut.
" Jika aku mencukur nya, kau tak akan merasa kegelian lagi, Honey," sahut Leon random.
Lea mengerutkan keningnya mendengar ucapan dari sang suami.
" Justru karena geli, aku ingin kau merapikan nya?" sahut Lea.
" Baiklah, tapi kau yang harus merapikan nya untuk ku," jawab Leon.
" Hmmm ... Baiklah. Ayo!"
Lea beranjak dari ranjang sambil mengenakan bath rub yang tergeletak di atas ranjang. Karena dia hanya mengenakan ****** ******** saja.
" Ayo kemana? bukan kah kau ingin mencukur bulu burung ku?"
Lea berbalik dan menatap heran kearah Leon yang masih tak beranjak dari ranjangnya.
" Lakukan disini saja, Honey. Lagipula aku sudah tak memakai apapun," lanjut Leon random.
Lea tampak kesal. Dia mengambil guling yang tergeletak di atas lantai lalu melemparkan nya ke wajah Leon.
Bugh
" Honey!!! apa yang kau lakukan!" pekik Leon terkejut.
" Apa yang barusan kau katakan? aku ingin mencukur bulu-bulu kasar yang ada di wajah mu!! bukan bulu-bulu yang lainnya!!" tegas Lea.
Leon terkekeh dan beranjak dari ranjang.
" Uups ... sorry, Honey. Aku pikir kau ingin mencukur bulu ku yang lain, sekalian dengan bulu ketek ku, oke?" sahut Leon sambil berjalan menuju kamar mandi melewati Lea.
Lea menggelengkan kepalanya saat melihat pria itu berjalan dengan santainya tanpa mengenakan apapun.
" Dasar menyebalkan!" pekik Lea sambil mengikuti langkah kaki Leon ke kamar mandi.
Leon berdiri di depan cermin sambil melihat pantulan dirinya di depan cermin. Dia membolak-balikkan wajah nya sambil memeriksa jambang yang ada di wajahnya dan benar saja, jambang itu memang terlihat sangat berantakan.
Sementara itu, Lea sedang mengambil kotak peralatan untuk mencukur jambang sang suami. Dia juga mengambil bath rub untuk menutupi tubuh polos pria itu.
Pria itu menurut sambil tersenyum smirk.
" Thanks, My wife."
Lea hanya tersenyum dan tak menjawab ucapan terimakasih dari pria itu.
Lalu Leon mengangkat tubuh Lea dan mendudukkan nya di meja marmer yang ada di depan cermin.
Lea mulai memakai kan whip ke area wajah Leon yang di penuhi jambang. Setelah itu dia mulai mencukur nya.
Leon melingkar kan tangannya di pinggang ramping Lea yang ada di hadapannya. Dia hanya menatap wajah cantik Lea yang sangat di cintai nya.
Setelah beberapa menit kemudian.
" Done," kata Lea.
Leon melihat pantulan dirinya di cermin dan memeriksa hasil cukuran dari sang istri.
" Hhmmm ... lumayan," ucap Leon.
Lea turun dari meja marmer dan mengambil dua sikat gigi. Lalu dia memberikan pasta gigi pada kedua sikat itu.
Dia memberikan satu sikat gigi pada Leon dan mereka menyikat gigi bersama.
.
.
Sementara di tempat lain.
Tepatnya di dalam sebuah ruangan VVIP.
Dev tengah menatap dua wajah seorang wanita dan seorang pria yang tak lain adalah Alina dan Mike.
Dia menatap dengan tajam kedua makhluk itu secara bergantian.
Sementara yang di tatap pun hanya memalingkan wajahnya kearah lain karena tak berani menatap mata tajam Dev yang sangat mengintimidasi.
Lama mereka terdiam dalam suasana mencekam itu, hingga akhirnya Dev membuka mulut dan mengeluarkan suara nya.
" Kalian serius dengan hubungan ini?" tanya Dev dingin.
Alina menatap kearah Mike dan Mike menatap kearah wajah menyeramkan Dev.
" Aku serius, Dev. Bahkan aku sangat serius!" tegas Mike dengan semua keberanian nya.
" Bagaimana dengan mu, Al?"
pertanyaan itu tertuju pada Alina yang tengah menatap kearah Mike.
Wanita itu tersentak dan lekas memalingkan wajahnya menatap kearah wajah sang kakak.
" Aku ... aku juga sangat serius, Kak!" jawab Alina tegas.
' Ya. aku ingin segera bebas dari kungkungan kakak. Dengan ini, aku pasti akan segera terbebas dari para bodyguard dan juga pantauan Kaka,' batin Alina.
Dev kembali menatap kedua nya dengan ekspresi wajah yang tak bisa di tebak.