
Leon tersenyum dan langsung memasangkan cincin di jari manis wanita itu.
Lea hanya menatap kearah wajah Leon tanpa ekspresi.
" Thank you," ucap Leon.
Lalu mereka melanjutkan mengitari mansion itu.
" Kita akan menikah Minggu depan," kata Leon saat sudah memerintahkan pada asistennya untuk mengurus segala berkas pernikahannya.
Lea menoleh dengan tatapan datarnya.
" Secepat itu?" tanya Lea.
" Ya. Bukankah dulu Momy sudah memperingati kita agar tak menunda hari bahagia?" sahut Leon.
Lea mengingat kembali masa itu. Dimana dia yang memutuskan untuk menunda pernikahan mereka hanya demi karir nya.
" Ya. Aku sangat mengingat hal itu," sahut Lea.
" Kau tak tahu betapa kecewa nya aku kala itu," sahut Leon yang membuat Lea langsung menatap nya dengan kening yang berkerut.
" Ya. Aku pergi ke Korea dengan sebuah kekecewaan, dan disitulah kesalahan ku bermula."
Lea menghentikan langkahnya dan tetap menatap pria yang berdiri di sampingnya.
" Tapi kau tak mengatakan hal itu padaku," sahut Lea datar.
Leon menghembuskan nafasnya kasar.
" Ya. Itulah kesalahan ku, aku tak mengatakan kekecewaan ku padamu karena aku ingin kau sendiri yang sadar akan hal itu," sahut Leon.
Lea menatapnya dengan lekat. Dia sangat ingat saat hubungan nya dengan Leon merenggang saat pria itu sudah berangkat ke Korea.
Dan dia baru mengetahui alasannya hari ini.
Wanita itu reflek mengambil tangan Leon dan menggenggam nya.
" Maaf. Aku tidak peka akan hal itu dan aku malah berpikiran yang aneh-aneh tentang mu. Seandainya kau mengatakan hal itu mungkin keadaan nya akan berbeda," kata Lea sendu.
Dia sadar bahwa Leon tak sepenuhnya salah dalam masa lalu itu. Dan itu terjadi karena rasa kecewanya pada wanita itu.
Pria itu meraih dagu runcing Lea dan mengangkat nya agar bisa menatap kearah nya.
" Tidak usah membahas yang sudah berlalu. Kita cukup fokus dengan kebahagiaan Leangga. hmmm?"
Lea menatap mata tajam Leon. Dan dia menganggukkan kepalanya.
Dan mereka kembali melanjutkan langkahnya mengitari mansion itu.
Lea masuk dan mengitari kamar itu. Dia langsung membuka gorden lebar dan membuka pintu kaca yang menjadi pembatas antara kamar dan beranda kamar.
Dia keluar dan senyumnya mengembang saat melihat pemandangan yang begitu indah di depan matanya.
" Ini akan menjadi kamar kita nanti," kata Leon dengan menyandarkan tubuhnya di ambang pintu kaca.
" Jadi ini mansion mu?" tanya Lea menoleh kearah pria yang berdiri di belakangnya.
" Ya. Aku menyiapkan ini untuk Leangga," sahut Leon.
Lea mengalihkan pandangan nya ke arah pemandangan indah itu lagi dengan ekspresi wajah datar yang tak bisa di tebak.
' Dia hanya melakukan ini untuk Leangga, Lea. Ingat hal itu,' batin Lea menegaskan saat perasaan nya mulai timbul.
" Apa yang kau pikirkan?" tanya Leon yang langsung membuat Lea tersentak kaget.
" Tidak. Aku hanya menikmati pemandangan indah di hadapan ku," sahut Lea.
Mereka terdiam sejenak. Merasa kan Angin sepoi-sepoi menerpa tubuh nya dan berhasil membuat helaian rambut Lea melambai Idan dan menutup pandangan wanita itu.
Leon mengangkat tangan nya dan menyibakkan rambut Lea yang menutupi wajahnya.
" Kapan kau membeli mansion ini?" tanya Lea.
" 3 bulan yang lalu. Bahkan aku meminta persetujuan Leangga dan dia yang menilai sendiri tempat ini," sahut Leon.
"Jadi anak itu sudah pernah kemari?" tanya Lea dan di jawab anggukan oleh pria itu.
Lea kembali menatap kearah depan.
' Jadi Leangga yang pertama kali kesini. Bukan aku. Apa ini Lea ... Kenapa aku merasa kesal dengan hal itu,' batin Lea berkecamuk.
Lalu mereka melanjutkan langkahnya hingga jam menunjukkan pukul 12 siang dan waktu nya makan siang.
Mereka memutuskan untuk makan disana karena pelayan sudah menyiapkan makan siang untuk sang majikan.
.
.
Kabar bahagia itu sudah terdengar oleh semua anggota keluarga. Dan mereka menyambut bahagia dengan kabar itu.
" Akhirnya Leon menemui takdir nya. Kali ini semoga saja dia tak melakukan kebodohan lagi," kata Erka.
" Hmmm ... Aku sangat senang mendengar kabar ini," sahut Marta.
Lalu mereka berpelukan karena akhirnya putra mereka akan segera melepas masa bujang nya di umur yang sudah menginjak 34 tahun.