
3 hari berlalu.
Alina dan Mike kembali di pertemukan dalam rapat yang di adakan di kantor milik Dev.
Ada Dev yang juga hadir di rapat itu hingga membuat kecanggungan di wajah Alina dan Mike semakin terlihat.
Rapat itu berakhir dalam waktu 3 jam. Karena memang itu rapat yang cukup penting, yang di hadiri oleh beberapa pemegang saham dan beberapa direksi.
Kini semua staf penting sudah meninggal kan ruangan meeting dan hanya menyisakan Dev, Alina dan juga Mike.
Dev dan Mike tampak saling menatap dan kini tatapan mereka beralih pada sosok wanita cantik yang tengah sibuk menata semua berkas nya.
Alina bangkit dan menatap kedua nya.
" Aku akan ke ruangan ku, ada beberapa berkas yang harus aku revisi. Permisi."
Alina melangkah kan kakinya menuju pintu keluar ruangan itu dan berjalan menuju ruangan nya.
Sementara itu, Dev dan Mike hanya diam sambil menatap kepergian Alina.
" Lalu bagaimana dengan rencana mu melamar nya? sikapnya saja masih seperti itu pada mu, Mike."
Mike menatap kearah Dev.
" Tapi itu tidak akan merubah keputusan ku, Dev. Begitu pun kau! kau tidak bisa mencabut janjimu," sahut Mike.
Dev terkekeh saat melihat sifat ambisius Mike yang sudah mulai tampak. Dan itu artinya pria itu sangat serius untuk mencapai tujuannya.
" Good. Apa kau sudah mengatakan niat mu itu pada Uncle Roman dan Aunty Elis?" tanya Dev.
Mike tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
" Lalu apa reaksi mereka?" tanya Dev.
" Kau bisa menebaknya sendiri, Dev. Betapa hebohnya mereka saat aku mengatakan ingin melamar seorang wanita dan bertepatan wanita itu adalah Adik mu," sahut Mike sambil terkekeh.
Dev pun ikut terkekeh mendengar perkataan Mike. Hubungan nya dengan keluarga Mike memang cukup dekat. Dan itu membuat nya merasa lega karena sudah menemukan keluarga yang tepat untuk menerima sang adik.
Setidaknya jika Mike mulai bertingkah dan menyakiti Alina, ada Uncle Roman dan Aunty Elis yang tak akan membiarkan itu terjadi.
.
.
Sementara itu, tepatnya di mansion megah keluarga Ivander.
Seorang wanita yang sempat ingin di kenalkan dengan Mike, tengah mengadu pada Nyonya besar di mansion itu.
" Bagaimana dengan aku, Aunty! harusnya Aunty harus menyeleksi kami terlebih dulu. Bukankah Aunty belum mengenal wanita itu?" kata Brity.
" Aunty memang belum mengenal wanita itu. Tapi ini sudah keputusan Mike, dan kebetulan kami mengenal dekat keluarga wanita itu," sahut Elis.
Brity tampak semakin kesal karena gagal menghasut Aunty Elis. Namun dia masih belum menyerah.
" Tapi Aunty, kau juga sangat mengenal keluarga ku, bukan? kau sudah mengenal aku bahkan aku sudah berkenalan dengan Mike. Aku hanya butuh waktu untuk mendekati Mike, Aunty. Aku yakin Mike belum sepenuhnya mencintai wanita itu," kata Brity yang masih kekeh ingin mendekati Mike dan berharap dengan perjodohan itu.
Lagi-lagi Elis menghela nafasnya dan menggeleng kan kepalanya.
' Pantas saja Mike kekeh tidak mau melanjutkan pendekatan dengan wanita ini, ternyata seperti ini sifatnya. Sangat pemaksa,' batin Elis.
" Bagaimana? Aunty menyetujui keinginan ku untuk mendekati Mike, kan? dan melanjutkan perjodohan ini, kan?" tanya Brity.
" TIDAK!!"
Elis dan Brity sama-sama menoleh pada asal suara.
Brity langsung menundukkan kepalanya saat melihat wajah tegas Uncle Roman.
Pria paruh baya yang bertubuh tinggi dan kekar itu berjalan menghampiri Elis dan Brity yang ada di ruang tengah.
Tatapan mata tajamnya membuat Brity tak mampu mengangkat wajahnya, apalagi menatap kearah wajah Uncle Roman.
" Perjodohan itu tak bisa di terus kan, dan aku sudah mengatakan hal itu pada Kedua orang tua mu, Brity!"
Elis terserah lega dengan kedatangan sang suami yang mampu membuat Brity terdiam dan tak merengek lagi.
" Tapi ini tidak adil untuk ku, Uncle," kata Brity tanpa mengangkat wajahnya untuk menatap wajah Roman.
" Apanya yang tidak adil? apa ku di rugikan disini? apa Mike sudah menyentuh mu? tidak, Kan?" sahut Roman dengan suara bariton nya.
Brity mengangkat wajahnya dan memberanikan diri untuk menatap kearah Roman, dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya.
" Aku sangat menyukai Mike, Uncle. Aku sangat bahagia saat kalian menyetujui perjodohan itu dan aku berharap lebih dengan hubungan itu. Tapi kalian malah membatalkan perjodohan ini tanpa memikirkan perasaan ku!"
Roman dan Elis saling menatap heran.
Benar-benar wanita pemaksa, batin mereka berdua.
" Maaf, jika keputusan kami membuat kau kecewa. Tapi kami juga tak bisa berbuat apa-apa karena ini sudah keputusan dari Mike. Dia yang akan menjalani hubungan ini, jadi kita tak bisa ikut campur di dalam nya. Sekali lagi maaf kan kami, Brity," sahut Elis yang mulai kasihan dengan wanita itu.
Brity hanya terdiam. Dia menundukkan wajahnya sambil terisak.
" Baiklah! Jika itu memang keputusan kalian. Tapi aku tidak akan menyerah, aku yakin Mike akan berpaling dari wanita itu dan menjadi milikku. Permisi!"
Brity langsung keluar dari mansion itu setelah mengatakan keinginan nya.
" Beruntunglah dia tak jadi menantu di rumah ini," gumam Roman sambil terus menatap kepergian Brity.