
" Selamat pagi," kata Leon tersenyum.
" Heii ... Leon. Kau sudah datang?" kata Erka menghampiri Leon.
" Ya, Uncle. Aku hanya ingin mengantar kan ini," sahut Leon sambil mengangkat paper bag yang dia bawa.
Lea menatap kearah Leon yang tengah menatapnya.
" Permisi. Aku ingin memandikan bayi ku terlebih dahulu."
Lea langsung berlalu melewati pria itu.
Leon hanya melihat nya saja.
" Apa itu, Leon?" tanya Erka sambil merangkul bahu Leon dan berjalan masuk kedalam mansion.
" Entahlah. Momy hanya menyuruh ku untuk mengantarkan ini untuk Aunty Mona," sahut Leon.
" Leon ... Apa itu pesanan Aunty?" tanya Mona menghampiri pria itu.
" Ya. Ini dari Momy, Aunty."
Leon langsung memberikan paper bag itu pada Mona.
Mona langsung menerima nya dan melihat isinya.
" Baiklah. Aku akan menyiapkan makan pagi dulu. Leon, kau tidak boleh pergi dari sini sebelum ikut sarapan bersama kami!" tegas Mona, lalu berjalan menuju dapur.
Pria itu hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Lalu dia duduk di sofa yang ada di ruang tengah yang lebar itu.
" Ada apa, Uncle? kau terlihat sedih," tanya Leon saat melihat ekspresi wajah Erka yang terlihat sedih.
" Hmmm ... aku sedih melihat perubahan sikap Lea. Dia hanya mengurung diri di dalam kamarnya, dan dia berubah menjadi pendiam meskipun kita sering bersama," sahut Erka mengeluarkan keluhan nya tentang sikap Lea.
" Itu wajar, Uncle. Dia masih dalam suasana berkabung. Pasti akan sulit baginya karena dia sudah terbiasa bersama Angre," sahut Leon.
" Ya. Kau benar, Leon. Tapi setidaknya dia masih meminta bantuan pada kami saat dia kerepotan menjaga bayi nya," sahut Erka.
" Apa Uncle tak mencarikan nani untuk bayi Leangga?" tanya Leon.
" Tidak. Lea tak mau bayinya di urus orang lain. Dia hebat, dia bahkan mengurus semuanya sendiri," sahut Erka.
" Ya. Dia memang wanita yang kuat."
Erka menatap kearah Leon saat mendengar perkataan dari pria itu.
" Kenapa kau belum menikah sampai saat ini, Leon?" tanya Erka.
Leon menoleh pada Erka saat mendengar pertanyaan nya.
Pria itu hanya tersenyum dan menundukkan kepalanya.
" Apa kau masih menunggu Lea?" tanya Erka lagi.
" Aku hanya menunggu takdir untuk ku, Uncle. Aku ingin memperbaiki kesalahan ku di masa lalu. Dan aku yakin takdir akan memberikan ku kesempatan kedua," sahut Leon.
Bersamaan dari itu Lea datang dan mendengar ucapan dari Leon. Dia menatap tajam kearah pria itu sambil mendorong stroller bayinya.
Leon menoleh dan melihat kearah Lea yang sedang menatapnya.
" Tidak akan ada takdir apapun untuk mu. Ada atau tidak ada Angre di sisi ku," kata Lea.
Wanita itu terus mendorong stroller bayinya ke halaman belakang.
Leon hanya menatap kepergian Lea.
' Tapi aku sangat yakin takdir itu akan segera datang padaku,' batin Leon.
Lalu Mona datang menghampiri Leon dan Erka. Dan mereka pun makan pagi bersama.
Tidak ada Lea di meja makan itu. Wanita itu akan makan pagi di halaman belakang sendiri dengan di temani bayi Leangga.
.
.
Satu tahun berlalu.
Lea sedang ada di halaman belakang bersama bayi Leangga. Bayi tampan itu sekarang sudah bisa berdiri namun belum bisa berjalan.
Lea terus menemani buah hati nya itu. Dia melihat sendiri perkembangan bayi Leangga yang sangat lincah dan tak bisa diam.
Wajah nya semakin mirip dengan Angre. Hal itu membuat Lea kembali bersemangat karena merasa Angre lahir kembali dan berwujud putra nya kini.
Bayi Leangga berusaha berdiri. Dia berjalan dengan perlahan dan sesekali terjatuh. Bayi lincah itu bangkit lagi dan berjalan lagi kearah Lea.
Sampai akhirnya dia bisa meraih mainan yang ada di tangan Lea.
" Kau bayiku yang sangat pintar. Kau sudah mulai bisa berjalan, Momy bangga padamu." Lea mendekap erat bayi nya itu sambil mencium gemas pipi gembul nya.
Bayi Leangga kini sudah genap berusia 1 tahun. Lea mengingat kembali kejadian satu tahun yang lalu.
Dia sangat ingat saat Angre mendorong nya hingga pria itu tertabrak. Sampai kata-kata terakhir yang di sampaikan pria itu sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.
Lea menangis sambil mendekap erat bayi Leangga.
" Happy birthday, Sayang. Kau lahir setelah daddy menghembuskan nafas nya. Maafkan Momy, karena menyelamatkan Momy, daddy pergi dari kita," kata Lea.
Leon yang kebetulan berdiri di belakang Lea, mendengar perkataan dari wanita itu.
Hatinya merasa tercubit saat mendengar isakan Lea saat mengingat kejadian itu.
' Aku akan membantu mu melupakan nya. Sama saat dia menggantikan ku dan berhasil membuatmu melupakan ku,' batin Leon.
" Ehhem ..."
Lea langsung menghapus air matanya saat mendengar suara seseorang berdehem.
" Ternyata kalian disini. Hallo boy ..." kata Leon menghampiri bayi Leangga.
" Stop ... berdiri disitu," kata Lea.
Leon langsung berhenti melangkah dan menatap heran pada Lea.
Lalu Lea menghadap kan bayi Leangga pada Leon. Bayi itu sangat senang saat melihat pria itu.
Perlahan dia berjalan dengan sedikit cepat kearah Leon. Dengan senyum has balita pada umumnya.
Leon berjongkok sambil merentangkan kedua tangannya ke depan. Bayi Leangga terus berjalan kearah Leon sambil merentangkan kedua tangannya.
HUP
Leon menangkap tubuh mungil Leangga yang terhuyung akan jatuh ke arahnya. Dia mengangkat tubuh mungil itu tinggi-tinggi hingga membuat Beby Leangga tertawa gembira.
Lea menatap kearah Leon yang tengah mengayun baby Leangga ke atas. Seketika hatinya menghangat melihat pemandangan itu.
Leon selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi bayi Leangga. Dia memang sangat suka pada anak-anak,
itu karena membuat nya lebih bahagia.
Hampir setiap hari sejak kepindahan Lea ke negara itu, Leon selalu mengunjungi Leangga. Bahkan dia sering bermain bersama Lea dan Leangga di sana.
Maka dari itu kedekatan antara Leon dan Leangga terjalin. Bahkan Lea sendiri sempat cemburu dengan kedekatan keduanya yang seperti ayah dan anak.
Lea tak lagi membatasi kedekatan Leon dan putra nya itu. Leon selalu menemani bayi Leangga hingga tertidur.
Dan dia bisa pulang dengan tenang setelah menidurkan bayi itu. Pernah suatu hari Leon ada pekerjaan di luar negeri hingga satu minggu lama nya.
Bayi Leangga rewel selama seminggu itu. Bahkan semua di buat pusing dengan tangisan bayi itu.
Thoy dan Marta pun sampai ikut turun tangan untuk mendiamkan bayi itu. Namun dia tetap rewel dan tak mau makan.
Alhasil Leon tak sampai menyelesaikan pekerjaan nya karena mendengar kabar bayi Leangga yang terus menangis.
Sungguh aneh bukan? mereka tak memiliki ikatan darah dan memiliki ikatan batin yang cukup kuat.
.
.
Saat ini Lea sedang menyusui Beby Leangga. Bayi itu sedang senang-senangnya berjalan hingga dia kehausan.
Leon menemani bayi Leangga yang sedang menyusu. Salah satu jari Leon di genggam dengan begitu erat oleh tangan mungil Leangga.
Dia seakan tak mau di tinggal oleh Leon. Dan pria itu hanya bisa pasrah.
Perasaan nya menghangat saat melihat pemandangan indah dan menghangatkan hatinya. Dia tersenyum saat Lea dengan wajah damai nya menyusui bayi Leangga.
Leon bahkan menelan saliva nya saat melihat dada Lea yang sedikit terbuka. Dengan refleks Leon mengusap puncak kepala bayi Leangga hingga bayi itu tertidur sambil *****.
Mata mereka saling bertumpu. Hal itu membuat dada Lea bergemuruh.