I HATE YOU, BUT

I HATE YOU, BUT
#51



“Kak Fahri.,” David melebarkan matanya. Ia tidak mungkin melupakan wajah kakak laki-laki Sarah. Namun yang membuatnya sangat terkejut adalah alasan pria itu berkunjung ke rumahnya. Terlebih karena eksprei Fahri sekarang terlihat tidak bersahabat.


“Ada perlu apa kemari?” ia juga heran karena Fahri datang bersama dua orang pria berseragam polisi.


Fahri tidak menjawab, dia justru memandang polisi yang berdiri di kedua sisi tubuhnya lalu mengangguk. Salah seorang polisi maju selangkah menimbulkan kecurigaan bagi David. Ada apa sebenarnya?


“Apa kau pria yang bernama David?”


“Ya.” Tepat setelah mengatakannya tiba-tiba saja polisi itu memborogol kedua tangannya. David terperanjat kaget.


“Anda kami tahan. Ikut kami ke kantor polisi.”


David membulatkan matanya. Ia tidak mengerti sama sekali dengan semua ini. Memang kesalahan apa yang sudah diperbuatnya sampai polisi ini menahannya?


“Kak, ada apa sebenarnya?” David melayangkan pertanyaan dengan panik dan bingung pada Fahri. Pria itu menatapnya sengit.


“Diamlah. Kau akan tahu setelah tiba di kantor polisi nanti.”


“Tunggu dulu!! aku harus tahu apa alasan kalian menangkapku!!!” David berteriak panik saat kedua polisi itu mengereknya ke dalam mobil polisi.


“David!!!” Nia tercengang melihat suaminya dibawa paksa ke kantor polisi tanpa tahu apa kesalahannya. Ia segera menghubungi pengacara pribadi suaminya untuk meminta bantuan.


•••


David tidak mengerti sama sekali apa kesalahannya hingga Fahri tega melaporkannya ke polisi. Kini ia duduk di sebuah ruangan privat. Kedua tangannya masih diborgol dan otaknya terus mencari kira-kira kesalahan apa yang membuatnya berada di tempat ini.


Pintu terbuka, masuklah Fahri bersama dengan seorang polisi dan dua orang pria dengan seragam yang berbeda. David yakin mereka adalah seorang pengacara dan dokter jika dilihat dari seragam yang dikenakannya. Tapi untuk apa seorang dokter juga berada di sana?


“Kak, katakan apa kesalahanku?” David tanpa ragu bertanya pada Dahri. Ia merasa tidak melakuan kesalahan apapun. Ia mengerjap karena tiba-tiba ia teringat pada Sarah,


“Apa terjadi sesuatu pada Sarah?”


Barulah saat nama Sarah disebut, Fahri menatap tajam dirinya. David yakin, penangkapannya pasti berhubungan erat dengan Sarah.


“Kau ******** tengik! Kau sudah memberikan harapan palsu pada adikku dan kau mencampakkannya?!!” David mengerjap,


Fahri terlihat semakin suram dan wajahnya begitu mendung. Pria itu menundukkan dalam kepalanya sebelum akhirnya meneteskan airmata.


“Sarah meninggal dunia pagi ini,”


“Apa?!” David merasa dunianya berhenti mendengar berita mencengangkan itu. Otaknya mendadak kosong. Sarah sudah meninggal, gadis yang dicintainya meninggal dunia? Tidak, itu tidak mungkin!!


“Mustahil..” lirihnya. Mendadak tenggorokannya terasa seperti tercekik, alhasil matanya mengabur. Pandangan matanya begitu penuh dengan kenangan indah bersama Sarah.


“Kenapa? Kenapa dia meninggal? Bagaimana bisa?!”


Fahri benar-benar kalap mendengar David masih bisa mengajukan pertanyaan. Tidak adakah rasa penyesalan dalam dirinya setelah mendengar berita kematian Sarah? Fahri yang sudah dikuasai emosi mencengkram baju David seraya menariknya berdiri.


“KAU BEDEBAH BUSUK!! KAULAH YANG MEMBUAT ADIKKU BUNUH DIRI DENGAN OBAT PENENANG!! KAU YANG SUDAH MENGHANCURKAN HARAPAN DENGAN MENGKHIANATINYA!!” Fahri rasanya ingin sekali membunuh David detik ini juga. Ia begitu syok ketika membuka pintu kamar adiknya pagi tadi, Sarah ditemukan sudah tidak bernyawa lagi di tempat tidurnya. Ia yakin alasan adiknya mengakhiri hidupnya karena pria ini.


Polisi langsung menarik cengkraman tangan Fahri setelah melihat David kesulitan bernapas.


“Tenanglah tuan, kita bisa selesaikan semua ini dengan pikiran dingin,” ucapnya.


David kembali duduk di kursinya dengan napas tersengal. Ia melihat Fahri duduk lunglai di kursi yang lain dengan ekspresi yang menyayat hati. Pria itu jelas terpukul karena kematian Sarah. Sesungguhnya bukan hanya dirinya, David pun merasa sangat terpukul. Hampir dua tahun tidak ada kabar mengenai Sarah dan kini ia harus mendengar kabar buruk yang membekukan sekujur tubuhnya?


Dengan hati tak menentu David mendengarkan kisah yang diceritakan oleh pengacara Kak Fahri sementara pria itu sedang menenangkan diri di sudut ruangan. Ia tidak tahu harus berkata apa lagi setelah mendengar kronologis kematian Sarah. Ia terlalu kaget dan merasa amat bersalah.


Pengacara itu berkata bahwa Sarah kemungkinan bunuh diri karena depresi yang berkepanjangan. Pernyataan itu diperkuat oleh dokter yang memberikan bukti ditemukannya obat penenang dengan dosis tinggi dalam lambung Sarah sehingga dokter menyimpulkan bahwa Sarah sengaja mengkonsumsinya untuk mengakhiri hidup.


“Kami menemukan secarik surat ini di bawah bantalnya. Aku yakin ini ditujukan untukmu,” Pengacara itu menyerahkan secarik surat pada David yang langsung diterima olehnya dengan tangan bergetar.


Aku akan beristirahat dengan tenang, terima kasih sudah mencintaiku David.


________


XOXO