I HATE YOU, BUT

I HATE YOU, BUT
#28



•••


Pesta yang diselenggarakan keluarga Fernandez memang selalu menarik perhatian seperti biasanya. Kali ini perhelatan yang diselenggarakan di hotel berbintang yang menjadi aset berharga dari keluarga Fernandez dihadiri kaum sosialita. Tuan Fernandez memang memiliki relasi yang begitu kuat dengan para bangsawan.


“Kenapa kalian tiba lama sekali, pestanya sudah dimulai sejak lima belas menit lalu,” keluh Ibu Davian ketika mendapati putra dan menantunya di pesta itu. Alena dan Davian saling melirik satu sama lain, pandangan penuh arti.


“Maaf, tadi ada sedikit gangguan,” terang Davian dengan senyum manisnya. Ia menelusupkan tangannya di sela jari Alena lalu menggandengnya masuk. Ibu hanya menggelengkan kepala dengan bibir tersenyum gembira melihat kedua anaknya tampak mesra.


“Davian, apa ini pesta ulang tahun perusahaan? Banyak sekali orang yang hadir,” Alena berbisik sambil melihat-lihat ke sekitar. Banyak beberapa wajah pesohor negeri yang dikenalinya karena sering muncul di televisi dan hal itu membuatnya gugup.


“Bukan. Ini pesta ulang tahun Ayahku,” ucapnya membuat Alena berhenti melangkah. Davian menoleh pada istrinya yang mendadak diam. Mungkin Alena terkejut begitu tahu ini hari penting Ayahnya.


“Maaf baru mengatakannya padamu, aku tahu kau belum menyiapkan kado bukan? Ayah pasti akan mengerti,” ujar Davian lembut sambil menyampirkan helai rambut Alena ke belakang telinganya. Namun nyatanya anggapan Davian salah.


Raut tegang Alena bukan disebabkan karena ia terkejut hari ini hari ulang tahun Ayah Davian melainkan karena tepat di hadapan mereka kini berdiri sosok yang menjadi pengganggu utama rumah tangganya. Jeane.


“Kau mengundang Jeane ke pesta ini?” lirih Alena gamang. Davian mengerutkan kening lalu menoleh ke arah yang kini menjadi fokus perhatian istrinya. Matanya melebar kaget. Jeane memang berada di sana dan itulah hal yang membuatnya heran. Setahu dirinya, Ayahnya sangat membenci Jeane dan tidak mungkin juga gadis itu berada di pesta ini. Lalu apa yang sedang dilakukannya sekarang?


“Tidak, aku yakin Ayah tidak mungkin mengundangnya. Dan aku juga tidak merasa mengundang Jeane. Kami tidak saling mengontak sejak aku masuk rumah sakit waktu itu,” jawab Davian heran. Mereka tersentak bersamaan ketika pandangan Jeane mengarah pada mereka dan gadis itu tersenyum. Davian menggenggam erat tangan Alena dan mendekatkan tubuhnya dengan gadis itu saat Jeane perlahan berjalan menghampiri mereka.


“Bagaimana kau bisa datang ke pesta ini?” tanya Davian serius. Jeane tertawa pelan melihat cara bicara Davian yang sinis padanya. Sepertinya Alena berhasil memperdaya Davian. Terlihat jelas dari cara pria ini menatapnya. Ada raut benci dan tidak suka dalam sorot mata Davian. Dua emosi yang tak pernah Jeane lihat sebelumnya. Setidaknya pria ini tidak pernah memberikan ekspresi itu untuknya.


“Kau lupa teman priaku tidak hanya dirimu? Yoga yang mengajakku datang ke pesta ini.” Ucapnya dengan nada sedikit angkuh.


Davian mengangguk. Ia hampir melupakan satu fakta bahwa Jeane adalah wanita cantik yang bisa mempesona pria manapun yang diinginkannya. Tentu saja tidak sulit baginya untuk merayu pria lain agar mengajaknya datang ke pesta.


“Apa tujuanmu datang kemari?”


“Owh, tuan Fernandez. Aku tak pernah melihatmu semarah ini. Apa yang terjadi? apa karena istrimu sudah mempengaruhimu?” sindir Jeane sambil melirik Alena yang sejak tadi diam. Jeane sedikit terhenyak oleh tatapan Alena padanya. Seperti mengasihani. Apa maksudnya? Apa itu strategi Jeane untuk membuatnya tertekan?


“Jika kau datang untuk menggangguku. Sebaiknya kau pergi,” ucap Davian. Dia menarik Alena pergi. Alena mendesah lega karena tidak perlu menatap Jeane lagi. Ia tidak bisa menatap Jeane tanpa ada rasa bersalah di hatinya.


“Aku tak percaya akan begini akhirnya, Davian. Kau pintar sekali memberi harapan palsu pada wanita. Apa istrimu sekarang pun akan menjadi korbanmu selanjutnya?” ucap Jeane dingin, berhasil menghentikan langkah Davian. Pria itu terkejut, sama seperti Alena yang mengeratkan pegangannya pada Davian. Mendadak hatinya dilanda rasa cemas. Ia takut sekali Davian akan terpengaruh Jeane dan kembali padanya.


________


XOXO