
" KA ka Kakak," Panggil Raja Gugup Saat Ketahuan Kakaknya Sedang Bermesraan Dengan Citra, Citra Pun Tak Kalah Malu Karena Ketahuan Jacky Sedang Bermesraan Dengan Adiknya.
" Di Mana Emily," Tanya Jacky Tak Perduli Dengan Tatapan Malu Kedua Sejoli Yang Lagi Di Mabuk asmara Itu.
" Emily Lagi Berbelanja Sama Mamy Kak," Jawab Raja Yang Masih Malu.
" Ah...Ya sudah Kalo Begitu," Kata Jacky Acuh dan Bermaksud Masuk Kembali Ke Kamarnya, Namun Ia Berbalik Lagi Dan Mengatakan.
" Lain Kali...Jika Ingin Bermesraan Kalian Bisa Lakukan Di Kamar BuKan, Bukankah Kalian jika Bermesraan Di sana Tidak Akan Ada Yang Mengganggu Kalian Mau Berbuat Apa Pun," Kata Jacky Berlalu Ke Kamarnya Lagi..
Jacky Sebenarnya Benar Benar tak Perduli Dengan Apa Yang Mereka Lakukan. Namun Bukankah Seharusnya Mereka Jika Ingin Bermesraan Seharusnya Di Dalam Kamar, Bukan Kah Itu Akan Lebih Aman Dari Orang yang akan Mengganggu, Begitulah Pemikiran Jacky Saat Ini.
Jacky Benar Benar Kesal Pada Emily, Ketika Ia Bangun Emily Sudah Tak Ada Di sisinya, Jacky Pikir Emily Meninggalakannya Namun Ternyata Emily Masih Ada Disini.
Ketika Jacky Bangun Sejam Yang Lalu Ia Mencari Emily Kemana Pun, Namun Ia Tak Menemukan Emily di mana Pun, Akhirnya Jacky Pun Keluar Mencari Emily Siapa Tau Dia Ada Di Rumah Tamu, Ketika Jacky Baru Saja Membuka Pintu dan Berjalan Sebenar Ia Terkejut Melihat Raja Dan Citra Sedang Bermesraan, Jacky Pun Mau Tak Mau Menganggu Kegiatan Mereka, Ia Merasa Malu Kala Raja Mencium Bibir Citra, Jadi Ia Mengingat Dirinya Yang Mau Mencium Emily Malah Ketiduran... Itulah Yang Membuat Jacky Kesal Dan Mengganggu Raja Dan Citra, Dengan Cara Mengagetkan Mereka.
" Ternyata Dia Lagi Pergi Bersama Mamy," Gumam Jacky pelan,
" Aku Pikir Dia Sudah Pulang," Kata Jack Lagi.
DI TEMPAT LAIN....
Emily dan Tante Melati Sedang Berbelanja.. Ia Membeli Keperluan Memasak Mereka Nanti..
" Kita mau Masak Apa Sayang," Tanya Mamah Melati.
" Hmmmm....Tante Maunya Masak Apa Untuk Hari Ini," Tanya Balik Emily.
" Tante Tidak Tau...Tante juga tidak Tau Harus Masak apa," Gumam Tante Melati Yang Serba Tak Tau Itu.
Melati Merasa Ia Tak Berguna Jika Ia Tak Bisa Melakukan satu Hal Yaitu Memasak.
" Hmmmmm Kalo Gitu... Emily Ambil Yang Ini... ini...Sama Ini Ya Tan," Kata Emily Mengambil Berbagai Macam Masakan Yang Akan Ia Buat..
Melati Hanya Memperhatikan Emily Yang Sedang Berbelanja Sayur, Daging dan Segala Macam Untuk Keperluan Memasak.
Diam Diam Melati Kagum Dengan Apa Yang Emily Lakukan,
ANAK INI MEMANG COCOK MENJADI MANTUKU, Kata Melati Dalam Hati.
" Tante Mau Masak Apa, Apa Yang Tante Suka ," Tanya Emily pelan Dan Membuyarkan Lamunan Melati.
Melati Memikirkan ia Mau Makan Apa,
" Sayang...Apa Boleh Tante Belajar Masak Maskan Fuyunghai, Tante Ingin Sekali Makan Makanan Itu, Tapi Tante Sama Sekali Gak Bisa Memasaknya," Kata Melati Pelan, Melati dulu Suka Sekali Memakan Fuyunghai buatan Mamahnya, Namun dulu ia Tak Pernah Melihat Mamahnya Memasak Jadi Ia Tak Tau Bagaimana Cara Memasaknya,
" Tante...Mau Isian Apa Untuk Fuyunghainya," Tanya Emily..
" Apa Ya..Setau Tante Fuyunghai Bukannya Isiannya Itu Wortel Saja Kan," Tanya Melati pelan.
" Iya...Tapi Kan Kalo Wortel Itu Untuk Saosnya Tante, Kalo Untuk Isian Telornya Tante Mau Isian Apa, Daging Ayam Atau Jamur, Dan Bisa Juga Pakai Sosis," Tanya Emily Yang Faham Banget.
" Kalo Pakai Semuanya Bagaimana Sayang," Tanya Melati Antusias.
" Boleh Kok Tan, Itu kan Terserah Kita Mau Isiannya Apa," Kata Emily Lagi.
Emily Pun Mengambil Jamur, Wortel, Sosis, Beserta Bumbu Yang Ia Perlukan Untuk Membuat Fuyunghai Kesukaan Melati, Dengan Cekatan Emily Memilih Bumbu Bawang Bombai dan Bumbu Yang Lainnya,
Tak Lama Emily Dan Melati Pun Selesai Belanja Untuk Persiapan Memasak Nanti.
" Emily..." Panggil Seseorang Saat Melihat Emily.
" Pak Darren," Kata Emily kaget, Ternyata Yang Memanggil Namanya Adalah Darren Dosennya.
" Siapa Sayang..." Tanya Melati Pada Emily.
" Pak Darren Tan, Dosen Emily," Ucap Emily Pelan.
" Ah...Begitu," Ucap Melati Dan Terus Memperhatikan Darren Dengan Seksama.
Melati Benar benar Terkejut Ternyata Dosen Emily Masih Muda Dan Sangat Tampan,
" Hai...Nak...Apa Kau Sedang Berbelanja," Tanya Melati Ramah.
" Ah Iya Tante..." Kata Darren Yang Begitu Mengenal Siapa Tante Melati Ini..
" Tante...Sendiri Lagi Berbelanja," Tanya Balik Darren Ia Pura Pura Tak Mengenal Tante Melati.
" Ah...Nama Saya, Tante Melati Nak," Ucap Melati tersenyum Lembut.
Tak Melati Katakan Pun Darren Sudah Tau, namun Ia Tetap Diam Dan Berpura Pura Tak Mengenal Melati.
" Emily...Beliau Ini Apa Orang tua mu," Tanya Darren Sopan,
Darren Tau Siapa Itu Melati, Namun Iya Pura Pura Tak Mengenalnya.
" Tante Melati.,...," Ucap Emily Bingung Ia Harus Berkata apa,
" Emily Ini adalah Kekasih Dari Putra Saya, Dan Saya Sudah Menganggapnya Sebagai Putri Saya," Kata Melati Pelan.
" Ah Begitu, Maafkan Saya Tante, Saya Pikir Tante Mamahnya Emily," Kata Darren Meminta Maaf Pada Melati.
" tidak apa apa Nak," Ucap Melati Pelan, Namun Matanya Selalu Saja Memperhatikan Darren Dengan Seksama.
" Sayang... Sudah Kan Kita Belanjanya," Kata Melati Lagi..
Melati Merasa Kalo Darren Ini Menyukai Emily, Karena Sangat Terlihat dari Gelagat Darren Yang Terus Memperhatikan Emily, Tanpa Ia Sadari Melati Terus Salah Memperhatikan Darren.
KENAPA AKU MERASA NAMA ANAK INI BEGITU FAMILIAR YA, dalam Hati Melati mengingat.
" Kalo Begitu Kita Duluan Ya Pak," Ucap Emily Pelan Dan Mengajak Tante Melati Untuk Meninggalakan Supermarket Itu.
" Ayo Tante..." Kata Emily Mengajak Tante Melati.
" Ah Iya sayang," Ucap Tante Melati Pelan.
" Kami Duluan Ya nak," Ucap Melati Lembut.
Emily Dan Tante Melati Pun Meninggalakan Darren Yang Masih Berbelanja Di sana.
" Apa Kau Begitu dekat Dengan Dosenmu Itu Sayang," Tanya Melati pelan setelah Berada Di luar Supermarket itu.
" Gak Sih Tan, Emily Gak Begitu Dekat Sama Dia," Kata Emily pelan.
" Kok Tante Ngerasa Agak Gak Asing Ya Sama Itu Anak Muda," Kata Tante Melati.
" Entah Kenapa, Tante Merasa Kenal dengan Nama Pria Muda Yang Bernama Darren Itu," Kata Melati Yang Seperti Punya Perasaan Yang Sama Dengan Jacky Seakan Mengenal Darren Itu Siapa.
" Kenapa Perasaan Tante Sama Jacky Sama Ya Tan," Tanya Emily Bingung.
" Jacky Juga Mengatakan Itu Padaku, Dia Seperti Melihat Sosok Sahabatnya di Tubuh Pak Darren Itu, Bahkan Jacky Pernah Mengatakan Kalo pak Darren Itu adalah Sahabatnya Yang dulu," Kata Emily Pelan.
" Apa Tante...Kenal Sama Darren Sahabat Jacky," Tanya Emily penasaran.
" Tante Bukannya kenal lagi Sayang, Tante Bahkan Sudah Menganggap Darren Anak Tante, Karena Mamahnya Darren Adalah Teman Bahkan Sahabat Tante," Kata Melati..
" Kau Kenal Tante Talia Bukan," Tanya Melati Pada Emily.
" Maksud Tante...Tante Talia Yang Pernah Menemui Mamah Emily Saat Di Rumah Mamah Kiona," Tanya Balik Emily dan Melati Pun Mengangguk.
" Jadi Maksud Tante ..Tante Talia Adalah Mamahnya Darren Sahabat Jacky," Tanya Emily Lagi.
" Iya..." Kata Melati Pelan.
" Apa Dulu Darren Sahabat Terbaik Jacky Tante," Tanya Emily.
" Ya...Sangat Baik, Jacky Dan Darren Adalah Sahabat Yang Tak Terpisahkan Sejak Mereka Masuk SMA," Kata Melati.
Melati Pun Menceritakan Siapa Sahabat Jacky Itu, Dan Cerita Tante Melati Tak Jauh Beda Dengan Apa yang Di Ceritakan Jacky.
" Jadi Begitu..." Kata Emily Pelan.
Tak Lama Emily dan Melati Pun sampai Rumah Jacky,
Supermarket tidak Terlalu Jauh Dari Rumah Jacky, Dan Mereka Berdua Pun Malah Berjalan Kaki Karena Dekat.
" Akhirnya Kita Sampai Rumah Juga Ya," Kata Melati Merasa Cape.
Emily Pun Membuka Semua Yang tadi Ia Beli..
Ada Sayur Kangkung, Daging Ayam, Danging Sapi, Wortel, Jamur Kancing, Dan Yang Lain lainnya.