EMILY

EMILY
BAG 20



" Apa yang Di katakan Regina Mil," Tanya Egi penasaran...


" Regina Bertanya...Apakah Kau Mau Melihatnya Untuk Yang Terakhir Kalinya sebelum Regina Pergi Untuk Selama Lamanya." Kata Emily Pelan.


" Maksudmu Regina Akan Pergi Selama Lamanya," tanya Egi pelan.


" Apa maksudmu Regina tidak Akan Bisa Ku Temui Lagi," tanya Egi lagi..


" Kau Memang bisa Bertemu lagi dengannya...Tapi di hari hari tertentu," Kata Emily pelan


" Bagaimana, apa Kau Ingin Melihatnya Untuk Terakhir Kali.." Tanya Emily lagi.


" Iya...Aku Mau Melihat Adikku," Kata Egi pelan.


" Baiklah...Pejamkan Matamu," Kata Emily pelan.. Emily Berlahan Membuka Mata Batin Egi sebentar hanya Untuk Melihat Regina..


" Bukalah Matamu" Kata Emily Pelan.


Ketika Egi Membuka Matanya Egi Melihat Sosok Adik Kesayangan di sisinya,


" Regina...apakah itu Kau," Kata Egi Saat melihat Adiknya. Regina Pun Mengangguk.


" Iya....ini aku Kak," Kata Regina Sendu.


" Terimakasih...karena Kakak sudah Memberikan Keadilan Padaku, Terimakasih Selama Ini Kau Selalu Menyayangiku Kak," Kata Regina Lagi.


" Sekarang Aku tenang Kak, Karena Semua Penjahat Yang Menyakitiku Sudah Kakak Penjarakan," Kata Regina Lagi.


Egi menangis Tersedu sedu..


" Maafkan Aku Regina...Aku tak Bisa Melindungimu...Aku Kakak Yang Buruk Bagimu Regina, Aku Kakak Yang Payah tak Bisa Melindungi Adiknya Sendiri." Kata Egi Menangis.


" Tidak Kak... Menurutku kakak, Adalah Kakak yang Hebat, Kakak Yang Selalu ada Untuk Adiknya," kata Regina Tersenyum.


" Mulai Sekarang...Kakak Jangan Menangisiku Lagi...Aku Sudah Bahagia Kak di sana, Aku Harap Kakak Juga Bahagia Di Sini," Kata Regina Lagi..


" Tolong Bilang Pada Mamah...Aku sangat Menyayanginya," Kata Regina Lagi..


" Emily..." Panggil Regina pelan.


" Terimakasih untuk semuanya," Kata Regina Tersenyum.


" Sama Sama Regina," Kata Emily Tersenyum.


" Terimakasih...Aku senang telah mengenalmu," Kata Regina.


" Aku Akan Pergi Sekarang...Terimakasih Kak, Terimakasih Emily," Kata Regina Sebelum Pergi...


" Apakah Nanti Gue Bisa Bertemu Dengan Adik Gue Lagi," Tanya Egi setelah Regina Pergi.


" Bisa...Tapi Untuk Hari Hari Tertentu Saja," Kata Emily pelan.


" Kalo Begitu Kami Berdua Pulang ya Gi,," Kata Emily Lagi.


" Iya...Terimakasih Emily, Terimakasih untuk Semuanya," Kata Egi.


" Gue Tak Bisa memberikan apa apa Pada Lu Mil, gue Berhutang Budi sama Lu Mil, Dan Gue Akan Ingat Itu Semua Untuk Selamanya," Kata Egi tegas.


" Lu tenang Aja Gi, Kalo Gue Butuh Bantuan Lu gue Nanti Tinggal Bilang sama Lu Nanti," Kata Emily Bercanda.


" Iya...Gue Pasti Siap Membantu," Kata Egi Pelan dan Ia Tersenyum..


" Ya Udah Kita Berdua Pulang Ya...Lu Cepat Sembuh..." Kata Emily Lagi.


" Iya Gi...Gue Pulang Juga Ya," Kata Citra.


" Iya...Lu berdua Hati hati," Kata Egi.


Emily dan Citra Pun Meninggalkan Egi di ruang Rawatnya..


" Syukurlah semua sudah selesai," Kata Citra Pelan.


" Iya...Untung Saja," Kata Emily.


Ketika Emily Melewati Ruang VIP Yang Terkenal Mahal dan Mewah di rumah Sakit Ini


Tiba Tiba Emily Berhenti, Kaki Emily Seperti Mati Rasa dan Tak Bisa Bergerak Sama Sekali..


ADA APA DENGAN KAKIKU..KENAPA TIDAK BISA DI GERAKAN, dalam Hati Emily.


" Gue Gak Tau...Kaki Gue Kayanya Mati Rasa Deh Cit," Kata Emily Merasa Aneh Juga..


" Jangan Jangan...kaki Lu di pegang Suster Jadi Jadian, makannya Kaki Lu Gak Bisa Di gerakan," Kata Citra Takut dan Berpikir Kalo Kaki Emily di pegang Hantu..


" Jangan Jangan Apa Sih...Gue Gak Lihat Hantu Di Sini Citra," Kata Emily Kesal pada Temannya Yang Penakut.


" Lu Jangan Samain Dunia Nyata Sama Sinetron Cit,, Lu pasti Berpikir Kalo Kaki Gue Di pegang Hantu Suster Ngesot kan, Jangan Karena Ini Rumah Sakit..Lu pikir Penghuninya Suster Ngesot Semua Apa, Gak Lah Cit," Kata Emily Serius..


" Terus Kaki Lu Gak bisa Gerak Kenapa, Mil," Tanya Citra Yang Semakin Penasaran.


" iiiih....kalo Gue Tau, Gue Gak bakal Ngomong Sama Lu Juga Kali Cit," Kata Emily Kesal pada Temannya..


" Bentar... Gue Mau Lihat Dulu," Kata Emily pelan, Dan Emily Memejamkan Mata untuk membuka Mata Batin Emily.


Dengan Kekuatan Batinnya Emily Melihat Sosok Jack Yang Berbaring Lemah Di Sebelah Ruang VIP yang mewah Itu.


SIAPA ITU...KENAPA JACK ADA DI SINI,, dalam Hati Emily saat melihat Sosok Jacky Yang terbaring Lemah di ruang Itu..


Emily Pun Membuka Matanya.


" Cit...Kenapa Gue malah Lihat Jacky di sini, Di Ruangan Ini," Kata Emily.


" Jangan Jangan Jacky Memang Masih Hidup Mil," Kata Citra tak percaya juga.


" Gue Juga Gak tau Cit, Tapi....gue Penasaran Gue Mau Lihat Bentar Ya," Kata Emily dan Mengintip Ruang VIP itu..


Tak Lama Ada Seorang Wanita Paruh Baya Yang Mau Masuk Ke ruang VIP itu.


" Permisi Nak..." Kata Wanita Paruh Baya Itu..


Emily Yang Menghalangi Jalan Wanita Paruh Baya Itu Pun Melangkah sedikit Menjauh.


" Maafkan Saya Tante," Kata Emily Pelan..


" Tidak Apa apa..Apa kau Mengenal Putraku," Tanya Wanita Paruh Baya itu pada Emily, Karena Mengira Emily Mengenal Putranya..Namun Wanita Paruh Baya Itu berpikir Tidak Mungkin Kalo Gadis Seusianya Mengenal Putra Yang Menyukai Wanita Dewasa. Karena Menurutnya Putranya Menyukai Wanita Yang Dewasa sedangkan Gadis Di Hadapannya Masih Belia...


" Maaf Tante...Saya Tadi Sedang mencari Teman Saya Yang Di Rawat Di Rumah Sakit Ini Juga, Tapi Suster Malah Menunjukkan ruangan Ini," Kata Emily Berbohong...


" Siapa Nama Temanmu Nak," Tanya Wanita Paruh Baya Itu.


" Namanya Jacky," Kata Emily Mencoba Menyebut Nama Jacky Yang Ia Gunakan Saat Membuka Lemari Ajaibnya dan Menemukan Jack saat Itu.


" Loooh....ini Memang Ruangan Jacky Nak, Masuklah.." Ajak Wanita Paruh Baya Itu dan Mempersilahkan Emily Masuk..


" Tapi ...Apa Saya Boleh Masuk Tante," Tanya Emily Lagi...


" Tentu Saja Boleh Nak...Bukan Kah Kalian Teman Jacky," Kata Wanita Paruh Baya Itu Lagi..


" Aaah Baik Tante... Terimakasih," Kata Emily.


Emily dan Citra Pun Masuk Ke Ruang Rawat VIP itu.


Emily terkejut saat melihat Sosok Jacky Yang Tertidur di sana.


YA YUHAN...INI BENAR BENAR JECKY,dalam Hati Emily tak mempercayai penglihatannya.


" Mil...Lu Kenapa," Tanya Citra berbisik..


" Ini benar benar Jacky Cit, Wajah dan Semua nya Sama seperti Jacky Yang Aku Lihat Di Apartemen ku," Kata Emily Balik Berbisik.


" Jadi Dia Memang Setampan Ini," Kata Citra Tak Percaya Saat Melihat Jacky Yang Nyata Ternyata Memang Tampan.


" Iya..." Ucap Emily pelan.


" Tante...Kalo Boleh Tau Sudah Berapa Lama Jacky Terbaring Seperti Ini," Tanya Emily penasaran.


" Putra Tante....Sudah Terbaring Lama Nak..Mungkin Hampir 2 Tahun," Kata Wanita Itu yang Ternyata Mamahnya Jacky.


APA WANITA INI YANG AKU LIHAT SAAT ITU, dalam Hati Emily saat mengingat Saat saat dimana Emily melihat Jacky Yang Terbaring Lemah Di Rumah Sakit.


" Dia...Belum juga Sadarkan Diri dari Komanya," Kata Mamah Jacky.


" Tapi Tante Percaya Kalo Putra Tante Masih Hidup," Kata Mamah Jacky.


" Karena Tante Selalu Merasa Kalo Jack, Masih Hidup," Kata Mamah Jacky Lagi..