
Ketika Darren Sadar,
Ternyata Darren Sudah Berada Di Apartemen Jacky, Darren Melihat Jacky Tergeletak Di Apartemennya, Darren Benar Benar Bingung Harus Bagaimana, Namun Ia Malah Meninggalakan Jacky Yang Pingsan Atau Apalah Darren Sendiri Tak Tau, Ingin Sekali Ia Membantu Jacky Namun Darren tak Bisa Melakukan Apa pun, Dan Mau Tak Mau Darren pun Meninggalkan Jacky Karena Jacky Malah Terlihat Tak Sadarkan Diri, Ternyata Saat Itu Aslan Yang Mengambil Alih Tubuhnya dan Mengambil Hawa murni Jacky sampai Habis, dan Juga Memindahkan Jiwa Jacky....
Untung Saja Jacky Tak Mati...Begitulah pemikiran Darren Saat Itu.
pertama Darren Memang Marah Pada Aslan Karena Mengambil Alih Tubuhnya, Namun Darren Tak Mengetahui apa Yang Sebenarnya Di Inginkan Aslan.
Memang Benar, Darren Sembuh Sepenuhnya,, Dan Hidup Lebih Lama Lagi, Tapi...Apa yang Ia Lakukan Selalu Menghantui Hidupnya... Bahkan Ia Juga Merasa Bersalah pada Jacky,
Dua Tahun Yang Lalu Wajah Darren Sudah Di Rubah Dan Bukan Darren Yang Dulu yang Dikenal Jacky,
Darren Sengaja Melakukan Itu, Agar Tak satu Orang Pun Mengenal Atau pun Mengingatnya,
Namun Nama Darren Tetap Ia Pakai, Karena Nama Itu Adalah pemberian Mamahnya..
Darren Juga Baru Tau...kalo Mamahnya Ternyata Sudah Meninggal Setahun Yang Lalu, Saat di kabarkan Darren Meninggal, Tak selang Lama Mamahnya Pun meninggal,
Darren Benar Benar terpukul Saat Mengetahui Jika Mamahnya Ternyata Sudah Meninggal.
Darren Pun Bertekad Akan Menjadi Orang Lebih Hebat Lagi.
Karena Dorongan Kuat Dan Hasutan Aslan Darren Pun Semakin Gencar Untuk Berubah Lebih Baik Lagi...
Karena Merasa Ia Paling Kuat Dan Hebat Darren Melakukan Berbagai Cara agar Bisnis Yang Ia Miliki Maju Pesat.
Bukan Hanya Mengajar, Darren juga Memiliki Bisnis Dimana Mana Sekarang.
Namun Yang Ia Geluti Sekarang ini Hanya Mengajar Karena Ada Maksud Dan Tujuannya.
Bisnis Yang ia Jalani Ia Serahkan Pada Orang Kepercayaannya.
Darren mengajar Karena Ia Harus Terus Mencari Hawa Murni, Karena Ia Baru Menemukan Hawa Murni Yang Ke 37 Dan Itu Juga termasuk Hawa Murni Yang Di miliki Jacky, Hawa Murni Yang Di miliki Jacky Sangat lah Tinggi, Darren Baru Saja Mendapatkan Hawa Murni Yang Ke 25 Selama Ini Karena Mencari Hawa murni Tidaklah Mudah, Namun Hawa Murni Yang Di miliki Jacky Sangatlah Tinggi Hingga Darren Mengambil Nya, dan Langsung Naik Pesat Begitu Saja.
Hawa Murni Yang Di miliki Jacky Sangatlah Kuat, Dan Membuat Aslan Mencari Hawa Murni Yang Lebih Kuat Lagi Agar Maksud Dan Tujuannya Tercapai...
Dan Ketika Darren Mengajar di Kampus Ternama itu, Untuk Kedua Kalinya Ia menyukai Wanita..
Pertama Kalinya Ia Melihat Wanita Itu...Langsung Tertarik Padanya.
" Emily, Nama Yang Cantik," Ucap Darren Saat Pertama Kali Melihat Nama Emily di Daftar Mahasiswi Kampus saat Darren Membaca Nama Nama Daftar Mahasiswa Yang akan Menjadi Muridnya Itu.
Karena Penasaran Dengan Wajah Emily, Darren Pun mencari tau Siapa Itu Emily,
Ternyata Ketertarikan Darren Semakin Besar Saja, Apa Lagi Saat Melihat Wajah Emily Yang Begitu Cantik.
Berbagai Cara Darren Lakukan untuk mendekati Emily,
Memang Darren Sellau Mendengar Kalo Emily bukan Gadis Biasa, Atau Bisa Di bilang Gadis Yang Bisa Melihat Hantu atau Lebih Keren Lagi bisa Di bilang Indigo, Namun Darren Tak Pernah Melihat Atau pun Mendengar Emily Berbiacara dengan Hantu Hantu, Dan Bahkan Aslan Sendiri pun Tak Pernah Tau Kalo Emily Memiliki Hawa Murni dan Aslan Sendiri Tak Pernah Tau Jika Emily bukan Gadis Biasa.
" Kemana Lagi Aku Harus Mencari Hawa Murni," Kata Darren Saat Terdiam Di Apartemennya.
" Aslan..bukankah Aku Sudah Sembuh Total, Kenapa Aku Harus Tetap Menyerap Energi Hawa Murni," Kata Darren Penasaran.
" Apa Kau Tidak Ingin Lebih Hebat Lagi, Ren," Kata Aslan Pada Darren.
" Lebih Hebat Lagi," Tanya Darren Merasa Bingung.
" Ya...Jika Kau Terus Menyerap Hawa Murni Yang Lebih Kuat Lagi, Kau Akan Jauh Lebih Kuat, Dan Kau akan Di Takuti Hantu dan Manusia Mana Pun," Kata Aslan Pelan.
" Aku Rasa Sudah Cukup, Aslan, Aku Tidak Ingin Melakukan Hal Seperti Itu lagi," Kata Darren.
" Lagi Pula aku Sudah Sembuh Total, dan Kehidupanku Pun Sudah Kembali," Kata Darren.
" Lalu Jika Kau tiba Tiba Mati karena Tak Menyerap Hawa Murni, Bagaimana," Kata Aslan Menakuti Darren.
" Aku Ingin Kau Lebih Hebat Lagi, Ren, dan Aku Ingin Kau Hidup Lebih Lama Lagi," Kata Aslan.
" Apakah Aku Harus Melakukan Itu," Tanya Darren Pada Dirinya Sendiri.
" Aku Akan Mencari Hawa Murni Yang Lainnya, Dan Aku Akan Memberi Taukannya Padamu Nanti," Kata Aslan Sebelum Pergi.
Namun Darren Benar Benar Bingung, Di sisi lain Ia Tak Ingin Melakukan Hal Seperti itu lagi. Namun di sisi lain Darren Sangat Takut Akan Kematiannya.
******........******.......******......*****
17 : 30 WIB...
" Dari Mana Saja Kau Mil," Tanya Pampam.
" Kenapa Baru Pulang," Tanya Pampam Lagi.
" Ini Kan Masih Sore PAM, Lagi pula Aku Baru Pulang, Karena habis MenJenguk Jacky," Kata Emily Pelan.
" Ah...Jadi Kau Habis Dari Sana," Kata Pampam.
" Bagaimana Keadaannya," Tanya Pampam Lagi.
" Aku Ada Kabar Berita Yang Baik Untukmu," Kata Emily Senang.
" Apa Itu," Tanya Pampam Penasaran.
" Kau Tau Pam, Jacky Sudah Mengingat Semuanya, dan Ia Juga Sudah ingat Padaku," Kata Emily Senang.
" Benarkah. Apakah Dia Juga Ingat Padaku," Kata Pampam penasaran.
" Iya...Bukan Hanya Aku Yang Dia Ingat, Dia Juga Mengingatmu, Bahkan Dia Berkata Ingin Sekali Bertemu Denganmu," Kata Emily Lagi.
" Benarkah,, Kalo Begitu Lain Kali Aku Akan Menemuinya," Kata Pampam Lagi.
" Ah Iya Mil, Apa Kau Lupa Sebentar Lagi Hari Apa," Tanya Pampam.
" Hari apa Maksudmu," Tanya Emily Penasaran.
" Bukankah, Sebentar Lagi Kau Ulang Tahun Yang Ke 20 Tahun," Kata Pampam lagi.
" Apa kau Melupakan Hari Dimana Ulang tahunmu," Tanya Pampam Lagi.
" Ulang Tahun Ku kan Tinggal 2 mingguan Lagi Pam Masih Lama," Kata Emily.
" Aku Tau.." Kata Pampam Tersenyum.
" ternyata Bayi Yang aku Jaga, Sudah Sedewasa ini," Kata Pampam Memperhatikan Emily.
" kau Ini..." Kata Emily Merasa Malu.
" Aku Takut...di Hari Ulang Tahunmu Aku Tak Bisa Melihatmu Lagi Mil," Kata Pampam Sedih.
" Kenapa Kau Berbicara Seperti itu," Tanya Emily Ikut sedih.
" Aku Hanya Takut, Tak Bisa Melihat dan Menjagamu Lagi," Kata Pampam Lagi.
" Apa Pun Yang Terjadi..Kau dan Aku Tak Akan Pernah Terpisahkan Pampam," Kata Emily Yakin.
" Karena Kau Sahabatku," Kata Emily.
" Jadi Kau Harus Bersamaku Selalu," Kata Emily.
" Semua Itu kan Kehendak Yang Mulia Ratu," Kata Pampam Lagi.
" Hanya Dia Yang Bisa Mengendalikan Semuanya," Kata Pampam lagi.
" Kalo Begitu Aku akan Memintanya Nanti Pada Ibunda," Kata Emily pelan.
" Kenapa Kau Selalu Ingin Bersamaku," Tanya Pampam.
" Karena Kau Sahabatku, Sekaligus Kakak Untukku," Kata Emily,
" Karena Hanya kau yang Selalu Ada Untukku," Kata Emily Lagi.
" Jadi...Aku Tidak Mau Kau Meninggalkanku," Kata Emily Lagi..
" Apa Pun Yang Terjadi...Aku akan Tetap Bersamamu," Kata Pampam Lagi.