EMILY

EMILY
BAG 41



" Bahasa Apa Tuh Mil,, Kok Lu Bilang Rampes Sih," Tanya Citra Penasaran..


" Oh Itu... Gue Kan Sering Banget Ketemu sama Hantu Yang Bukan Agama Islam,, Nah Jika Ketemu Yang Bukan Agama Islam mereka Suka Bilang,"Sampurasun,"Nah Baru Kita Jawab "Rampes,"," Jelas Emily..


" Oh Gitu...Gue Baru Tau Mil," Kata Citra Bingung...


" Eh Itu Pak Cong Udah Pergi," Tanya Citra Saat Sudah Membuka Pejaman Matanya Dan Tak Melihat Pocong Itu dimana Mana,


" Udah Pergi Kok," kata Emily Ringan..


" Tuh Pocong Mau Ngapain, Kok Ngalangin Jalan Kita Sih," Tanya Citra Penasaran.


" Dia Kira..kita Tuh Orang Jahat Cit, makannya Kita Di gangguin," Jawab Emily pelan.


" iih tuh Pocong fitnah Aja, Masa Iya kita Gadis Cantik Cantik Di bilang Jahat Sih," Kata Citra Kesal.


Emily Hanya Tersenyum Mendengar Citra Mendumel.


" Udah Yu...kita Pulang Aja," Kata Emily Dan Menuju Mobil Miliknya..


Baru Saja Masuk Mobil, Emily dan Citra Di Kagetkan Warga Penduduk Desa Yang Menggedor Pintu Mobilnya..


" Ya Allah," Kata Emily Kaget Saat Seseorang Mengedor Kaca Mobilnya.


" Astaga," Ucap Citra sama Terkejutnya..


Emily Pun Turun Kembali dan Berbicara Sopan Pada Penduduk Desa Tersebut.


" Permisi Neng," Kata Bapak Penduduk Desa Itu sopan.


" Iya Pak Ada Apa Ya," Tanya Emily sopan.


" Ini udah Malam Neng, Neng Gak Bermalam Di sini saja," Tanya Warga Yang Tadi Siang Berbicara Pada Emily.


" Tidak Usah Deh Pak,, Kami mau Langsung pulang Saja, Lagian Kan Tugas Kami Juga Udah Selesai," Kata Emily Pelan...


" Maaf Neng...Sebetulnya Mah Saya Teh Mau Minta Tolong Sama Neng," Kata Si Bapak Jujur


" Minta Tolong Apa Ya Pak," Tanya Emily pelan.


" Begini Neng...Anak Tetangga Saya Kan Sebulan Ini Sering Banget Rewel Tiap Malam dan Selalu merasa Sakit Tiap Hari, Kami Juga Sudah Berobat Kemana Mana Namun Tidak Kunjung Sembuh," Jelas Si Bapak Itu Lagi.


" Menurut Cerita Nenek Moyang Saya Dulu jika Suatu Hari Ada Siapa pun Yang Masuk ke bukit Telaga Bodas dan Pulang Dengan Selamat, Orang Tersebut Berarti bukan Manusia Sembarangan," Kata Si Bapak Itu lagi menjelaskan Pada Emily.


" Dan saya Beranggapan kalo Neng Neng Ini Pasti Bukan Manusia Sembarangan, Dan Pasti Neng Menuju Bukit Telaga Bodas tersebut Mempunyai Niat Yang Lain," Kata Si Bapak Itu lagi..


Memang Benar...Di bukit Telaga Bodas Tersebut memang Banyak Di Cari Warga Warga Lain...Namun dalam Seminggu Baru Bisa Kembali dan Anehnya Lagi Mereka Tidak Bisa Menemukan Telaga Bodas tersebut...


Banyak Orang Orang berbondong Bondong Mencari Karomah Di telaga Bodas Tersebut,namun Tak Ada Yang Berhasil mendapatkannya, Dan Malah Mereka Di sesatkan Di Bukit Telaga Bodas Tersebut.


" Tapi Pak...Bapak Salah, Kami Tuh Hanya Mahasiswa Biasa Saja Pak, Kami Kesana Hanya Menjalankan Tugas Saja," Kata Citra Pelan.


" Tapi Neng...Tidak Ada Salahnya Kan Membantu Kami Terlebih Dulu," Kata Bapak Itu lagi Putus Asa, Mungkin Sudah Yang Ke seratus Orang Si Bapak Itu Meminta tolong Untuk Kesembuhan Putri tetangganya yang Masih Balita.


" Kata Orang Yang Pernah Mengobati Anak Tetangga Saya..Katanya Anaknya Itu Ketempelan Neng, Tapi Anehnya Tidak Ada Yang Bisa Mengeluarkan atau pun Mengusir hantu tersebut Dari Tubuh Anak Itu Neng," Jelas Si Bapak Itu Lagi..


BAGAIMANA PAM,, APA KITA LIHAT DULU SAJA, Batin Emily bertanya Pada Pampam.


" Baiklah Pak...Bapak Bisa Tunjukan Dimana Rumah Anak Tersebut," Kata Emily Pelan.


" Lu Yakin Mil," Tanya Citra Pelan.


" Tidak Ada Salah nya Bukan Kalo Kita Tolong Dulu," Jawab Emily Pelan.


" Ayo Neng..Ayo Neng..Ikuti Bapak," Kata Sibapak Tadi dan Menujukan Jalan untuk Ke Rumah Anak Tersebut.


Dari Kejauhan Terdengar Suara Teriakan anak Kecil dan Tangisan Anak Kecil Tersebut..


" Ya ampun Mil...Kok Gue Takut Sih," kata Citra Takut.


" Lu Do'a apa Aja Yang Lu Bisa," Kata Emily Sebelum Masuk..


" Assalamualaikum," Sapa Emily Seblum Masuk Rumah tersebut.


" Ayo Masuk Neng," Kata Si Bapak Tadi.


" Ie Bi..Anu tadi Di Caritakeun teh," Kata Si Bapak Tadi Dan Berbicara Logat Sunda pada Si Bibi Mungkin Yang Di Maksud Ibu Si anak Tersebut.


" Ooh...Kaleubet Atuh Neng," Kata Si Ibu tersebut mempersilahkan masuk pada Emily dan Citra.


" Maaf Ya Neng, ngeganggu Malam Malam kos Kie," Kata Si Ibu Lagi.


" Hapunten Neng, Lamun Tiasa Mah, Tiasa Kitu Ngabantos Putri Abdi NU Ie," Kata Si Ibu Pelan dan Sudah Putus ada Menghadapi Putrinya Yang menangis Dan Tak Bisa Diam Seperti Kesakitan.


Citra Yang Sama Sekali Gak Mengerti Hanya Diam Karena Ia sama sekali Tidak Mengerti Bahasa Sunda.Berbeda Dengan Citra Emily Tau Betul apa Yang Di Katakan Si Ibu Tadi, Karena Emily Memang Memiliki Darah Sunda Dan mamanya Adalah Orang Sunda.


" Maaf Bu...Memangnya Sudah Kemana Saja Anak Ibu di Bawa Berobat," Tanya Emily Pelan...


Memang Dari Pertama Masuk Rumahnya Saja Emily Sudah Merasakan Aura Negatif di Rumah Ini dan Ia Juga Melihat Sosok hantu berbadan Hitam dan Besar Yang Berada Di Tubuh Anak Kecil Tersebut.


Mungkin Anak Itu Sekitar Umur 5 atau 6 tahun menurut Emily.


" Sudah Kemana Mana Neng, Tapi Gini Gening Gak Ada Hasilnya," Kata Si Ibu Tersebut.


" Ibu mah Minta Tolong Sama Neng, Tolongin Ibu Neng,, Ibu mah Menta Anak Ibu Teh Kembali Seperti Sedia Kala Lagi," Kata Si Ibu dengan Bahasa Indonesia yang belum Lancar dan Masih Bercampur Bahasa Sunda.


" Insya Allah Ya Bu,, Tapi Kan Saya Tidak Bisa Apa apa Bu," Jelas Emily pelan.


" Yang Punya Kekuatan Kan Hanya Allah, Jadi Kita Minta Padanya," Kata Emily Lagi..


" Tapi...Emily Akan Coba,, Semoga Allah Mengijinkannya," Kata Emily Lagi...


Emily Duduk dan Melihat Sosok tersebut Tersenyum Padanya...


" Saha Anjen," (Siapa Kamu,) Tanya Gadis Kecil Itu Pada Emily dengan Nada Suara Yang Menyeramkan.


" Abdi...Abdi sanes sasaha, Naha Anjena Ngaganggu Jalmi Alit,"( Aku..Aku Bukan siapa siapa, kenapa kamu mengganggu Anak kecil,) Tanya Emily dengan nada Lembut.


" Tong...ikut Campur Sia," ( Jangan Ikut Campur Kamu,) Kata Si Anak Kecil Itu lagi..


" Abdi mah sanes Bade ikut Campur...cuman Lamun Anjena Teu tiasa Di omongan Secara sopan, Abdi Oge Moal Sopan KA Anjena," ( Aku bukan Mau Ikut Campur, Cuma Kalo Kamu Tidak Bisa Di ajak Ngomong Secara Baik Baik, Saya Juga Tidak Akan Sebaik Itu sama Kamu,) Jelas Emily..


" Hahahahahhahaha Teu Sien Aing KA sia," ( Hahhahahaha tidak Takut Aku sama Kamu,) Kata Gadis Kecil Itu dan Menatap Emily dengan Menakutkan.