EMILY

EMILY
BAG 111



" Apa terjadi Seuatu Pada kakak Mil," Tanya Akilla Setelah Emily Membersihkan Seluruh Tubuh Akilla, dan Berangsur Noda Hitam Itu Menghilang..


" Jin Yang Ada Di Kamar Kakak, Menyukai Kakak, dan dia Menandai Kakak Di Leher Kakak," Kata Emily.


" Iya...Tadi Gue Lihat Ada Noda Hitam Di Leher Kak Akilla." Kata Citra Pelan dan Tak Percaya Karena Ia Pikir Itu Masker yang Akilla Belum Bersihkan.


" Gue Kira Itu Masker Kak Akilla, yang Belum Kakak Bersihkan.," Kata Citra Lagi.


" Apa...Lalu Apa Yang Harus Kakak Lakukan Mil, Kakak Takut," Kata Akilla Lagi.


" Kakak Tenang Saja, Urusan Jin Itu Biar Aku Sama Pampam Yang Urus.," Kata Emily Lagi.


" Mulai Sekarang...Kakak Tidurnya Di sini saja Dulu," Kata Emily lagi dan Akilla Pun Mengangguk.


" Sekarang Tidurlah." Ucap Emily Pelan.


Tak Lama Ke tiga Gadis Itu Pun Tidur Dan Mereka Di Jaga Pampam Dan Kemuning.


" Apa Tidak Akan Berbahaya Nanti," Tanya Kemuning.


" Kau Tenang Saja, Emily Adalah Keturunan sang Ratu, Tidak Mungkin Dia Kalah Hanya Dengan Jin Biasa Seperti itu Bukan," Kata Pampam Tenang.


" Aku takut Terjadi sesuatu Pada Emily," Kata Kemuning.


" Kau Tenang Saja, Aku Tidak Akan Membiarkan Jin Itu Menyentuh Keluarga Emily sedikit pun," Kata Pampam Lagi.


DI KAMAR AKILLA....


" Siapa Yang Berani Menghapus Kepemilikanku," Kata Seorang Mahluk Tak Kasat Mata kesal Dan marah.


" Maafkan Saya Tuan... Sepertinya Di sini Ada Gadis Yang Spesial,Dan Dia Yang Telah Menghapus Kepemilikan Anda Tuan," Kata Bawahan Sosok Mahluk Itu.


" Kurangngajar," Kata Sosok Mahluk Itu Murka,


" Siapa Gadis Itu..Berani Beraninya Mengganggu Kesenangan ku," Kata Sosok yang Tengah Marah Itu.


" Gadis Itu Adalah Adik Dari Calon Istri Tuan," Kata Bawahannya Itu.


" Kurangajar, Apa Gadis Itu Ingin Mati Hah," Kata Sosok Mahluk Itu lagi.


" Berani Beraninya Gadis Itu Melawan Raden Sri Langka," Kata Sosok Itu Yang Ternyata Bernama Raden Sri Langka.


Yah...Dia Adalah Raden Sri Langka.... Raden Pemilik atau Penguasa Tanah Puncak Bogor Ini,


Raden Sri Langka Adalah Sosok Yang terbilang Sangat Tampan dan Berkharisma.


Banyak Selir di kerjaannya Ini, namun Ia belum Memiliki Istri..Karena Ia Belum Menginginkan Seorang Istri..Namun Ketika Ia Melihat Akilla saat itu pemikirannya Langsung Berubah.


Ketika Raden Sri Langka Berjalan Melwati Kamar Akilla, Tak Sengaja Ia Melihat Wanita Cantik Yaitu Akilla Yang Sedang Memandang Langit Hitam di Jendela, dan Sang Raden Tertegun Melihat Kecantikan Akilla.


Pertama Kali Melihat Akilla Dia Menyukai Wanita Itu, Dan Ingin Menjadikannya Istri Di istananya ini,


Setelah Mendekati Akilla, tadinya Sang Raden Tak Ingin Menyentuh Atau pun Menggoda Wanita Itu, Namun Hasratnya Yang Begitu Besar Pada Wanita tak Bisa Ia Pendam. Sehingga Ia Berbuat Tak Senonoh Pada Wanita Itu..Yaitu Ia Menyetuh Tubuh Akilla dan Membuat Akilla Terkejut Bukan Main.


tadinya Akilla Pikir Ia Tengah Bermipi namun Semakin Ke sini Sang Raden Malah Semakin Intim...karena Perbuatan Itu Lah, Akilla Langsung Lari Ketika Sang Raden Memberi Tanda Padanya dan Meneriakinya Hantu Mesum..


" Berani Beraninya dia," Kata Raden Sri Langka kesal.


" Aku aKan Memberi dia Pelajaran.," Kata Raden Sri langka Itu Lagi.


*****.......******......******........*****


" Sayang....Ayo Pada Bangun," Kata sang Mamah Ketika mengetuk Pintu Kamar Emily.


Tak Lama Keluarlah Akilla.


" Loh Sayang, Kok Kamu Tidur Sama Emily, kenapa," Tanya Sang Mamah Aneh.


" Panjang Mah Ceritanya,, Nanti aja Ya Jelasinnya, Akilla Mau Ngambil Baju, Tapi Temenin Ya Mah," Kata Akilla Pelan.


" Tumben Banget Minta Di Anterin... Ya Sudah Ayo..." Kata Sang Mamah Lembut.


" Sayang....Ada Apa," Tanya Sang Mamah Semakin Penasaran.


" Biar Emily aja Ya Mah Nanti Yang jelasin.," Ucap Akilla Pelan.


" Iya Mah...Nanti Emily Kasih Tau Mamah, Tapi Nanti Ya," Kata Emily Setelah Sampai di Kamar Akilla.


Akilla Pun Membuka Kamarnya berlahan....


Sebelum Masuk Emily Mengunci Tubuhnya Agar Tak Satu Kasat Mata Pun Tau Ia Bisa Melihat Dan Mendengar Mereka.


Emily Mengangguk Ketika Akilla Bertanya Masuk Apa Tidaknya, Tanpa Suara.


Akilla Pun Masuk Berlahan dan Mengambil Semua Baju Yang Tadi Ia Rapikan Di lemari.


Emily Melihat Keseluruh Penjuru Kamar Akilla Mencari Di mana Sosok Yang Sudah Menganggu Kakaknya ini.


Munculnya Sosok Tak Kasat Mata Yang Berbentuk Besar Dan Berbulu Yang Sedang Menatapnya...NamuN Emily Seperti Biasa Pura Pura Tak Melihatnya.


Ketika Emily melihat Sosok Pria Tampan yang Tengah Duduk Di Pojokan Kursi Mungkin Seperti Kursi Rias yang Tengah Memandanginya... Seakan Menilai Emily Dari Ujung Rambut Hingga Kaki.


Perlakuan Itu Membuat Emily Seperti Di telanjangi di tempat,


ingin Rasanya Emily Mencolok Dua Mata Yang Terus Memperhatikannya.


" Loh.... sayang...Kok Di Keluarin Semua Bajunya," tanya Kiona Aneh.


" Kakak Mau Tidur Bersama Ku Mah," Ucap Emily Pelan.


" Oh Begitu..." Hanya Itu Yang Keluar Dari Mulut Kiona Walau pun Banyak Pertanyaan Yang Ingin Ia Lontarkan Namun Ia Tahan dan Kiona Pun Membantu Kedua Putrinya Memasukan Baju Akilla Ke kopernya.


Dua Kasat Mata itu Tidak Tau Kalo Emily Mencuri Dengar Pembicaraannya. Dan Dengan Ahli Emily Pura Pura Tak dengar Dan Tak Tau..


" Apa Gadis Kecil Ini yang Kau Maksud Ajudan.," Tanya Sosok Tampan Itu Pada Makhluk Tak Kasat Mata yang Ternyata Bawahnya..


" Sandika Raden..." Ucap Makhluk itu Pelan.


" Kau Lihat....Gadis Ini Biasa saja, Bahkan Ia Sendiri tidak Tau Kalo Kita Ada Di sini," Ucap Sosok Tampan itu Yang Ternyata Raden Sri Langka.


" Tapi...Benar Gadis Ini Yang Telah Memusnahkan Kepemilikan Anda Raden," kata Sang Bawahan Lagi.


Sang Raden tak Percaya, Karena Yang Ia Lihat Emily Adalah Gadis biasa Dan Tak Memiliki Spesial Yang Tadi Ajudannya Katakan.


" Aku Akan Mendekatinya," Ucap Sang Ajudan Ketika Mendekati Emily.


Dengan Lihai Emily Pura Pura Tak Melihat Dan Mendengar Sosok Itu Berbicara.


" Aku Tau Kau Bisa Melihatku," Kata Sang Mahluk itu Pelan.


Namun Emily Tetap Tak Perduli.


Karena Penasaran, Sang Raden Pun Terus Memperhatikan Emily dengan Seksama.


Sehingga Membuat Emily Balas Menatapnya Karena Tak Tahan Dengan Mata Yang Terus Seperti menelanjanginya...


" Berhentilah...Menatap Ku Seperti Itu," Ucap Emily Dalam Hati Dan Menatap Langsung Mata Sang Raden.


" Akhirnya Kau Bicara Juga," Kata Sang Raden Pelan.


" Jangan Ganggu Kakakku," Kata Emily Tegas.


" Ah.... Ternyata Kau Yang Telah Menghapus Kepemilikanku," tanya Sang Raden Tersnyum Manis.


" Baiklah...Aku Tidak Akan Mengganggu Kakakmu, Asal Kau Yang Mau Menggantikannya," Kata Sang Raden Tersenyum.


Sang Raden Malah Terlihat Tertarik Dengan Emily Karena Makin di lihat Emily Semakin Cantik, apa lagi Ia Memiliki Aura Yang Begitu Kuat.


" Kurang Kerjaan Banget Gue, Mau Jadi Bini Hantu kaya Lu," Kata Emily Kesal.