EMILY

EMILY
BAG 51



Emily Merasa Sekujur Tubuhnya Sakit Semua, Emily Tahan karena Ingin Menyelamatkan Jacky.


" Emily...Berhentilah..Aku Tidak Ingin Melihatmu Terluka Seperti ini," Kata Jacky Sedih.


" Aku Tidak Apa apa Jack, Aku Masih Bisa Menahannya," Kata Emily menahan Sakit.


" Hahahaha Kau Akan Mati, Manusia, Kau Akan Mati...Hahahhahaha" Teriak Hantu Tersebut.


" Kau Yang Akan Mati," Kata Jack Kesal.. Jack Pun Membantu Emily dan Mengeluarkan Ilmu Yang Ia Bisa.


Dengan Kekuatan Yang Jack Miliki Emily kembali Melawan Hantu Itu...


Sama Sama Terluka Hantu Dan Emily terus Saja Melawan. Emily Tak Ingin Menyerah Karena Ia Tak Mau Perjuangannya untuk Jacky Sia sia..


Emily Melihat Pampam Yang Kewalahan Melawan Hantu Satunya dan Mereka Juga Sama Sama Terluka Parah.


Emily Bingung Ia Harus Bagaimana ia ingin sekali membantu Pampam, Tapi ia Juga Dalam Masalah dan Membutuhkan Bantuan Juga.


YA TUHAN APA AKU AKAN MATI SEPERTI INI,, dalam Hati Emily.


TIDAK...AKU TIDAK AKAN PERNAH MENYERAH PADA HANTU,APA LAGI HANTU SEPERTI INI, kata Emily Bertekad dan Tak Menyerah.


Emily Teringat Dua Pilihan Yang di Berikan Ratu Purbararang padanya, Yaitu Melepaskan Jacky dan Membiarkannya Mati, Atau menggunakan Ajian Yang Ibundanya Miliki,


Dengan Kekuatan Yang Tersisa, Emily Melukai Hantu Itu Dan Hantu Yang Melawan Pampam Juga, Emily terpaksa Melakukan itu Karena Melihat Pampam Benar benar Tak Berdaya..


Emily Pun Menggunakan Ajian Itu pada kedua Hantu tersebut, Dan Emily Sengaja Melakukan nya Dengan Tenaga Terakhirnya dan Melukai Hantu Hantu dengan Parah dan Imbasnya Emily Juga Terluka karena Ilmu Yang Ia Gunakan Adalah Ilmu Yang Di Berikan IBunda padanya... Namun Hanya Itu Yang Bisa Emily Pilih Dan Membantu Dirinya Dan Pampam agar Selamat.


Emily Mengeluarkan darah Di Mulutnya.. Namun Hantu Itu Terkapar Dan Kesakitan, Emily Pun Membacakan Ajian Yang Ratu purbararang Ajarkan yaitu Untuk Memusnahkan Lawan Atau Pun Musuh Yang Ingin Ia Musnahkan....


" Siapa Kau Sebenarnya," Tanya Hantu Itu Pelan dan Menahan Kesakitan Karena Emily Membacakan Ajian Pemusnah.


" Kenapa Kau, Memiliki Ajian sang Ratu Purbararang, dan Kenapa Kau meMilikinya," tanya Hantu Itu penasaran..


" Aku....Adalah Putrinya," Kata Emily Pelan di Sela Rintihan.


" apa..." Tanya Hantu Itu Tak Percaya.


" Jadi.....Kau Putri Galuh...Putri Yang akan Di Bangkitkan Oleh Ratu Purbararang," Tanya Hantu Itu Kaget Karena Ternyata Rumor Yang Tersebar Di alam Gaib tentang dirinya itu memang benar...


" Ya...Aku adalah Putri Galuh, Putrinya Kanjeng Ibu Purbararang," Kata Emily menahan Sakit Di Dadanya.


" Hahahaha Jadi Kau Adalah Keturunan Purbararang asli," Kata Hantu Itu Congak dan Tak Perduli Dengan luka Atau Pun Sakit Yang ia Rasakan..


" ternyata Kau Adalah Anak dari Musuhku," Kata Hantu Itu Senang,


" Hahhahahaha Kau Harus Mati, Kau Akan Mati Bersamaku,,hahahhahah" Kata Hantu Itu Tertawa Jahat Dan Melukai Emily dengan Ilmu terakhir Yang Ia Miliki dan Mengenai Dada Emily hingga terluka.


" K..auu..Ak...an Ma...Ti," Kata Hantu Itu Sebelum Musnah..


" Ka...u ak...and Mati Bersamaku," kata Terakhir Hantu Itu Sebelum Mati.


Emily MeRasa Pusing,Dan Mengeluarkan darah Semakin Banyak lagi.


" Uuhuuk..." Emily Mengeluarkan Darah Lagi.


Dengan Cepat Ia Mendekati Tubuh Jacky dan Memegang Tangannya...


" Tante...Tolong Bantu Aku," Ucap Emily Pada Tante Melati.


Tante Melati Pun Membantu Emily Untuk Mendekati Tubuh Jacky, Dan Menyatukan Tangan Jacky dan Emily.


" Kembalilah Pada Tubuhmu Jack," Kata Emily pelan dan Menahan Sakit Yang Luar Biasa.


" Anak Laki Laki itu Memang akan Selamat, Tapi Kau...Tidak, kau Akan Mati Jika Anak Laki laki Itu kembali Pada Tubuhnya." Kata Hantu satu nya Lagi Yaitu Hantu Yang Melawan Pampam, Dan Hantu Itu Tertawa Jahat Sebelum Mati..


" Kau...Ak....an. Ma...ti...Ber....Sa...ma.. KA..mi.," Kata Hantu Itu Sebelum Mati dan Musnah.


" Tidak Bisa...Kau Akan Mati, Aku Tidak Mau,, Emily," Kata Jacky Takut.


" Pam...Tolong aku,, Tolong Keluarkan Jacky Di Dalam Tubuhku," Kata Emily..


" Tidak PAM...Tidak...Jangan PAM,, Aku Tidak Mau,, Aku Tidak Mau Kau Mati Emily," Kata Jacky Ketakutan..


" Aku janji...Aku Tidak Akan Mati, Percayalah Jack," Kata Emily Lembut.


" Pam..kumohon Tolonglah, Bantu aku," Pinta Emily lemah.


Emily Sudah Tidak Punya Tenaga Lagi,, dengan Tenaga terakhir Yang Ia Miliki Ia Mendorong Jacky Dari Tubuhnya Agar Kembali pada Tubuh Jacky..


Pampam Pun Tidak Punya Pilihan Lain Selain Menuruti apa Kata Emily.


Pampam Juga Tau Kalo Emily pasti Akan Selamat.


" Tidak Emily...," Teriak Jacky, Jakcy Tidak Mau Kembali Pada Tubuhnya Karena Emily Pasti akan Mati begitulah pemikiran Jacky saat Ini.


Karena Sudah Tak Kuat Emily pun Pingsan. Dan Jacky Pun ikut Pingsan Karena Tersedot Tubuhnya Sendiri.


SEMINGGU KEMUDIAN...


Emily belum Juga Sadar.


Emily Sudah Berada Di Rumah Sakit Ini Hampir Seminggu...


Sejak Kejadian Itu Emily Pingsan Dan Citra Menelvon Mamah Dan Papah Emily langsung Dan Mamah Papah Emily Langsung Membawa Emily Untuk Di Rawat di sana.


Banyak Sekali Pertanyaan Yang Ingin Mamah Dan Papah Emily katakan, Namun Mereka Tak Bisa Mengatakan Apa apa Kerana Anaknya Yaitu Emily Belum Juga Sadar, Dan Hampir Saja Emily Tak Selamat.


" Apa Nak Emily Belum Juga Sadar," Tanya Tante Melati Khawatir pada Emily.


" Belum Mel, Emily Belum Juga Sadar," Kata Mamah Emily yaitu Mamah Kiona sedih..


" Apakah Jacky belum sadar Juga," Tanya Kiona pelan.


" Belum Kio, Aku Harap Emily dan Jacky Cepat Sadar," Kata Tante Melati.


" Ya..." Kata Kiona lemas.


" Kalian Berdo'a lah," Kata Adam Suami Kiona.


" Siapa Tau Emily dan Jacky Sadar Bersamaan." Kata Adam Lagi.


" Aku Harap Begitu,," Kata Melati pelan.


" Apa Perubahan Jacky Semakin Terlihat Mel, Bagaimana Dengan Perkembangan selama Seminggu ini," Tanya Kiona Penasaran


" Kata Dokter Jacky sudah Ada perubahan, Dan Alhamdulilah Jacky Semakin Membaik Seminggu Ini," Kata Melati pelan.


" Tapi...kenapa Nak Emily Belum Juga Sadar Kio, Apa Emily Akan Baik baik saja," Tanya Melati Penasaran Dengan Apa Yang Terjadi Pada Emily.


" Aku tidak Tau Mel, Kata Dokter Emily sudah Membaik,ia juga Sudah Terbebas Dari Masa Kritis kemarin, Tapi... kata Dokter Kita Mesti Harus Berjaga jaga Karena Masa Kritis Yang Emily Rasakan Bisa Mendadak," Kata Kiona Lagi.


" Aku Juga Bingung Kenapa Emily Belum Juga Sadar, Aku Harap Apa yang Di katakan Dokter Tersebut dak Akan Terjadi Lagi Pada Emily,," Kata Kiona Sedih.


" Mah..." Panggil Akila.


" Sayang...Kamu Sudah Datang Nak," Kata Kiona Lembut.


" Iya Mah,, Dari Bandara Akila Langsung Kesini," Kata Akila,


Akila Langsung Ke Jakarta Setelah Mendengar Kabar Emily yang Sedang Sakit,


" Duduk dulu,, Pasti Kamu Cape Kan Sayang," Kata Mamah Kiona lembut.


" Bagaimana Keadaaan Emily Mah," Tanya Akila cemas.