
Emily Pun Mau Tak Mau Mendengarkan Apa yang Wanita Itu Tanyakan. dan Mereka Berdua Mengobrol Di Kursi Dekat Taman Apartemen milik Emily.
" Apa Yang Mau Kau tanyakan dan Katakan," Tanya Emily Pelan.
" Aku Mau Tau...Kenapa Hanya Kamu Yang Bisa Melihat Dan Berbicara DenganKu, Sedangkan Orang Yang Aku Temui Di jalan Sana Sama Sekali Tak Melihat dan Mendengarku," Kata wanita Itu Lagi..
Emily Merasa Bingung Ia Pikir Kalo Wanita Ini Sadar Kalo Ia Sudah Meninggal Namun Ternyata wanita Ini Tidak Sadar Kalo Ia Sudah Meninggal.
APA YANG HARUS AKU KATAKAN, dalam Hati Emily.
" Aku Mau bertanya Padamu..." Tanya Emily dan Wanita Itu pun Mengangguk.
" Sudah Berapa Lama Kau Ada Di Jalan Sana," Tanya Emily.
" Mungkin Hampir Seminggu," Kata Wanita Itu Lagi..
" Dan Aku Tidak Bisa Kemana Mana, aku Hanya Bisa Berkeluyuran Di Daerah sini saja," Kata Wanita Itu Lagi.
" Apa Kau Ingat Siapa Namamu," Tanya Emily Lagi.
" Tentu Saja..Namaku Sindy," Kata Wanita Itu Yang Bernama Sindy.
" Hmmmm,,, Apa Kau Ingat Keluarga Atau Saudaramu," Tanya Emily Lagi.
" Iya Aku Ingat...Tapi Aku Sama Sekali Tidak Bisa Menemui Mereka," Kata Sindy lagi.
" Ya Tentu saja Kau Tidak Bisa Menemui Mereka," Kata Emily Pelan.
" Kau Sudah Meninggal," Kata Emily Lagi.
Sindy Yang Tidak Percaya Ucapannya Hanya Tertawa Karena Merasa Emily Sedang Bercanda Padanya.
" Tidak Mungkin,kau Jangan Bercanda," Kata Sindy Tak Percaya.
" Kamu Jangan Menakutiku," Kata Sindy takut.
" Maaf Sebelum Nya...Bukannya Aku mau Menakuti kamu..Tapi Kamu Memang Sudah Meninggal," Kata Emily pelan.
" Apa.... Apa yang kau Katakan Itu Benar," Kata Sindy Mulai Menangis.
" Kalo Kau Tidak Percaya....." Kata Emily Mencoba Mengayunkan Belanjaannya Pada Tubuh Sindy dan Ketika Sindy terkejut Melihat Emily mau Memukulnya Dengan belanjaan Memejamkan Matanya Namun Sindy Tak Merasakan apa apa Pada tubuhnya saat Emily mencoba Memukulnya...
"Lihat...Tidak Terjadi Apa apa Kan," Kata Emily Pelan.
Sindy Yang melihat Kejadian Itu hanya Terdiam tak Percaya.
" Jadi...Aku Beneran Sudah Mati," Tanya Sindy pada Dirinya Sendiri.
" Tidak...Itu Tidak Mungkin," Kata Sindy Histeris.
" Sudah Kan...Aku Mau Pulang Ya," Kata Emily Pelan Dan bermaksud Meninggalkan Sindy yang Menangis.
Memang Emily Sering Menemui Hantu Yang Baru sadar Kalo Ia sudah Mati dan Menjadi Hantu..
Dan Emily Berpikir Sindy Nanti akan Menerima Dirinya Sendiri nanti.
" Tunggu.," Pinta Sindy.
Emily Pun Berbalik Pada Sindy..
" Jika Aku sudah Mati...Kenapa Aku tidak Kembali Ke Alam Ku, Kenapa Aku Malah Tinggal Di Sini," Tanya Sindy aneh.
" Mungkin...Ada Sesuatu Yang mau Kau Lakukan Sebelum Pergi,Misalnya Bertemu Dengan keluarga mu terlebih Dulu, Atau Kau Mau Menyampaikan Sesuatu," Kata Emily pelan.
" Makanya Kau Masih Di sini," Kata Emily Lagi.
" Tapi Kenapa Aku Tidak Bisa Keluar Dari Sini dan Aku Hanya Bisa Diam Di sini Saja," Tanya Sindy Lagi..
" Kalo Itu...Aku Juga Tidak Tau," Kata Emily Merasa Aneh Juga...
" Tunggu Sebentar aku Akan Memanggil Seseorang," Kata Emily Lagi.
Tak Lama Pampam pun Tiba dan Muncul Di hadapan Emily membuat Sindy yang melihat terkejut.
" Apa dia Sama, Hantu Sepertiku Juga," Tanya Sindy Pada Emily.
" Dia Bukan Hantu...Tapi Jin," Kata Emily Tersenyum melihat Terkejutnya Sindy.
" Jadi Kau Juga Berteman Dengan Jin.." Kata Sindy Semakin Terkejut.
" Ada Apa Kau Memanggil Aku Mil," Tanya Pampam.
" Lalu...Siapa Wanita Ini," Tanya Pampam Lagi dan Memperhatikan Sindy.
" Namanya Sindy.." Kata Emily Pelan
" Lah...Kok Gue Sih Mil, Lu Kan Juga Bisa," Kata Pampam.
" Kenapa gak Lu Aja," Kata Pampam Lagi
" Tenaga Gue Lagi Terkuras Pampam, lagian Gue Juga Belum Makan, Makannya Tenaga Gue Tidak Ada," Kata Emily.
" Ya Elah...Lu mah," Kata Pampam..
Dan Pampam pun meminta Sindy Untuk Memegang Tangannya..
Pampam pun Melihat Kejadian Saat Sindy Sedang Berjalan di jalan dan Tertabrak Mobil yang Oleng Hingga Sindy Terpental Hingga Pelipisnya Terkena pembatas Jalan yang Ada Kawat Besarnya dan Melukai Pelipis Wanita Itu hingga Pelipisnya Terluka karena Besinya Menancap di pelipis Sindy Sehingga Meninggal di tempat.
" Jadi Kau Kecelakan Di sana," Kata Pampam Dan menunjuk Jalan Yang Merenggut Nyawa Sindy.
" Aku Tidak Ingat." Kata Sindy Pelan.
" Tentu saja Kau Tidak Akan Ingat.." Kata Pampam.
" Lalu...Kenapa Arwahnya Tidak Bisa Keluar Dari Sini PAM, Kenapa Sindy Hanya Bisa Berkeliaran Di Daerah Sini saja," Kata Emily penasaran.
" Iya...Karena Darah Sindy Masih Di sana, dan Belum Di Sempurnakan," kata Pampam.
" Makannya Sindy tidak Bisa Kemana Mana," Kata Pampam Lagi...
" Lalu Kita Harus Bagaimana," Tanya Emily Lagi.
" Kau Harus Menyempurnakan Darah Sindy jika Ingin Sindy Terbebas," Kata Pampam pelan.
" Baiklah Aku Akan Mencobanya, mudah Mudahan Saja Allah mengabulkan Apa Yang Kita Lakukan,," Kata Emily Pelan..
Emily pun Mengambil Air yang Ia Beli Dan Membacakan Surat Surat Al-Qur'an sebisa Emily,. Dan Emily Pun Juga Menggunakan Kekuatan Yang Emily Miliki dan Ketika Emily Membuang Air Bersih Pada Tanah Yang dulu Tempat Sindy Kecelakaan, Membuat Tanah Itu Mengeluarkan Asap...
" Apa Ini Berhasil PAM," Tanya Emily..
" Ya...Kau Berhasil.." Kata Pampam pelan.
" Apakah Sindy Bisa Keluar dari Sini," Tanya Emily.
" Kita Coba Saja," Kata Pampam.
Sindy Pun Terbang Menuju Tempat Lain dan Kini ia Bisa Melakukannya..
" Aku Bisa...Kau Lihat...Sekarang Aku Bisa Terbang," Kata Sindy Aneh..
" Jadi Beneran Aku Memang Sudah Meninggal." Tanya Sindy lagi..
" Ya...Kau Sudah Meninggal," Kata Pampam.
" Jadi Terimalah Mungkin Itu semua Sudah Takdirmu," Kata Pampam Lagi.
" Lalu...Bagaimana dengan Keluargaku, Apa Aku Bisa Melihatnya Untuk Terakhir Kalinya," Kata Sindy lagi.
" Tentu saja Kau Bisa Menemuinya," Kata Pampam.
" Apa kau Ingat di mana Rumahnya,"Tanya Pampam Lagi
" Aku Ingat... Tapi...Apakah Mereka bisa Melihatku," Tanya Sindy...
" Tidak....Mereka Tidak Akan Bisa Melihat Apa Lagi Mendengar mu," Kata Pampam lagi.
" Baiklah Terimakasih...." Kata Sindy Sebelum Pergi.
" Siapa Namamu," Tanya Sindy Pada Emily Sebelum Pergi.
" Namaku Emily," Kata Emily Pelan.
" Ok Emily... Terimakasih Untuk Semuanya," Kata Sindy Sebelum Pergi.
" Sama Sama," Kata Emily Pelan.
" Lu tuh Ya....Pasti Ada..... Aja Yang Ketemu Sama Lu Kalo Di Jalan," Kata Pampam,
" Mending Kalo Orang...Nah Ini Hantu Mulu," Kata Pampam Lagi...
" Gue Sih Lebih Mending ketemu Hantu Pam...Dari Pada Orang, Gue lebih Takut sama Orang," Kata Emily.
" Iya Juga Sih...Udah Ah Udah Malam Ini, Pulang Gih Sana," Kata Pampam menyuruh Emily Pulang..
" Iya...Gue Pulang, Lu Temani Gue," Kata Emily Pelan.
Emily dan Pampam Pun Ke Apartemennya bersama Sama