
" Aneh Bagaimana Maksudmu Sayang," Tanya Jack Penasaran.
Emily Pun Menceritakan pada Jack Semua, Termasuk Yang Pampam Katakan Padanya.
" Jack,,, Sahabat Yang Kau Ceritakan Barusan Bukan Pak Darren Yang Aku Kenal,kan," Tanya Emily penasaran.
" Aku Tidak Tau Sayang," Kata Jack pelan.
" Karena Aku Belum Pernah Bertemu Dengannya Lagi," Kata Jack,
" Tapi...untuk Berjaga Jaga, Kau Harus Berhati Hati Dengannya, Kau Mengerti sayang," Kata Jack Lagi dan Emily Pun Mengangguk.
" Bagus," Kata Jack Tersenyum.
" Jack, Aku Penasaran Siapa yang membuatmu Koma Seperti itu," Tanya Emily.
" Sahabatku, Dialah Yang membuatku Koma, Karena Sebelum Aku Koma Aku Melihatnya Berada Di Apartemenku saat Itu," Kata Jack Mengenang.
" Dan Dia....Dia Sendiri yang Melakukan Pemisah Jiwa itu Padaku," kata Jack Lagi.
" Maksudmu, Sahabatmu Yang Bernama, Darren,! Kenapa Dia Melakukan Itu," Tanya Emily.
" Aku Sendiri Tidak Tau," Kata Jack Yang Penuh Tanda Tanya.
" Bukan Kau Saja Yang Pensaran, Aku Juga Sangat Penasaran, kenapa Bisa Sahabatku Sendiri Tega Melakukan Itu Padaku," Kata Jack Pelan.
" Apa Karena Nilam," Tanya Emily lagi.
" Tidak Mungkin, Jika Memang Karena Nilam, Seharusnya jika Dia Masih Hidup Dulu, Seharusnya Dia Mendekati Nilam Lebih Cepat," Kata Jack.
" Tapi Tidak, Dia Sama Sekali Tidak Mendekati Nilam," Kata Jack pelan.
" Jika Saat Kecelakan Itu Dia masih Hidup, Kenapa Tidak Dari Dulu Dia Menemuiku, dan Mengatakan Langsung Padaku, Mungkin Saat Itu aku akan Berhenti atau Memutuskan Hubunganku Dengan Nilam," Kata Jack Lagi.
" Tapi... Setelah 3 tahun berlalu Dia Baru datang, dan Malah Menyerangku Dengan Cara Seperti itu," Kata Jack Bertanya Tanya,
" Jacky,, Apakah Darren Sahabatmu Bisa Melihat Hantu Seperti kita," Tanya Emily pelan.
" Ya...Dia Sama Sepertiku," Kata Jack.
" Lalu Kenapa Dia Memindahkan Jiwamu, Apa tujuannya," Tanya Emily pada Dirinya Sendiri.
" Aku Tidak Tau," kata Jack Tak Mengerti.
" Apa...Kekuatanmu Sudah Kembali Jack," Tanya Emily Lagi.
" Kekuatan ku Hilang, Mungkin Itu Yang Di ambil Darren Saat aku Koma," Kata Jack.
" Tapi...Aku Masih Bisa Melihat Hantu, namun Tidak Sehebat Dulu," Kata Jack Lagi.
" Jadi Kau Tetap Bisa Melihat Mereka Hanya Saja Kau Tak Bisa Melawannya," Tanya Emily dan Jacky Pun Mengangguk,
" Hmmmm...Aku Harus Bertanya Pada Pampam," Kata Emily.
" Sayang..." Panggil Jack Lembut dan Emily pun Memperhatikannya Karena Jack Memanggilnya.
" Aku Minta, Kau Berhati Hatilah," Kata Jack Lagi.
" Iya... aku Tau, Bukan Hanya Kau Yang Berkata Seperti itu Padaku, Sahabatku pampam Sudah Menyadarinya Lebih Dulu," Kata Emily Lagi.
" Jadi... Pampam Sudah Tau," Tanya Jacky.
" Ya...Seperti Yang Aku Ceritakan Tadi Padamu, Pampam sudah Bertemu Dengan Pak Darren saat Itu," Kata Emily Lagi.
" Aku Takut...Jika Darren Yang Aku Kenal, Adalah Pak Darren Dosenmu," Kata Jack lagi.
" Dan Apa Lagi...Dia Tinggal Di Apartemen yang Sama Dengan mu," Kata Jack Lagi...
" Kau Tenang Saja Jack, Aku Tidak Sendirian, Pampam, Mamah dan Papahku Selalu Bersamaku,dan Citra Selalu Ada Di Apartemen ku," Kata Emily pelan.
" Dan Ibundaku Juga Selalu Melihatku Di Tempatnya, Jadi Kau Tenang Saja Tidak Usah Mengkhawatirkan aku," kata Emily.
" Kau Kekasihku Sekarang, Jadi Sewajarnya Jika Aku Menghawatirkan mu Seperti Ini," Kata Jack Tersenyum.
" Aku Tau..." Kata Emily Membalas Senyuman Jack Padanya.
" Kau Tau...Senyummu Terlihat Sangat Manis, Membuatku Ingin Sekali Mencobanya," Kata Jack Bergurau.
" Apa.." Tanya Emily Tak Percaya Dengan Apa Yang Di Katakan Jack Padanya.
" Apa Kau Mengijinkan Aku Untuk Mencobanya," Tanya Jack pelan.
" Mencoba Apa Maksudmu," Tanya Balik Emily.
" Bibirmu," Kata Jack Tersenyum.
" Apa...kau Mau Aku Memukulmu,Jack," Kata Emily Gugup Karena Jack Menggodanya.
" Apa kau Tega Memukulku, Padahal Aku Baru Sembuh dan Ingat padamu," Kata Jack ringan.
" Jika Kau Memukulku, Bagaimana Jika aku Lupa lagi Padamu Nanti," Kata Jack Asal.
" Kau Ini...Kau Mau Menggodaku Ya Jack," Kata Emily Kesal.
Jacky Mendekati Emily Berlahan,
" Kau Mau apa Jack," Tanya Emily saat Jack Semakin Mendekatinya.
" Aku Mau MenciumMu," Kata Jack Malah Jujur.
" Sayang.." Panggil Mamah Melati Saat Masuk Kembali Ke Ruangan Jacky.
Kembalinya Mamah Melati Membuat Emily Lega karena Jack Tak akan Melakukan Apa Yang tadi Ia katakan Bukan, Apa Lagi Ada Mamahnya Di Sini.
Jacky Yang Merasa Kesal Karena Mamahnya Mengganggu , Dan Jacky pun Hanya Diam.
...……...****..…...*****.......*****......******..…....
Emily Pun Kembali Ke Apartemennya..
" Emily..." Panggil Seseorang Yang Mau Masuk Lif.
" Pak Darren," Kata Emily Terkejut Saat melihat Darren Masuk Ke Lif Yang Sama,
" Kau...Tinggal Di Apartemen ini juga Mil," Tanya Darren pelan.
" Iya Pak," Kata Emily Pelan,
Emily Berusaha Menormalkan Suaranya Agar Tak Terlihat Gugup Di depan Pak Darren.
" Ah Iya...Kemarin Kemarin Saya Pernah Melihat Temanmu Kemari, Saya lupa, Ternyata Kau Tinggal Di Apartemen ini Juga, Kau Tinggal Di Lantai Berapa Mil," Tanya pak Darren Penasaran.
" Lantai 15 pak," Kata Emily pelan.
" Panggil Saja Darren, Lagi Pula Kita Di Luar, Bukan Di Kampus Tempat Kuliah," Kata Darren Pelan.
" Berati Kita Cuma Beda Satu Lantai, Kalo Saya Di lantai 14," Kata Darren Lagi.
" Oh Begitu Pak, Pak Darren Sudah Berapa Lama Tinggal Di Apartemen ini Pak," Tanya Emily MeNormalkan Suasana,
" Saya Baru Pindah, Beberapa hari Lalu," Kata Darren Lagi
Ting....
Suara Bunyi Lift Pun Berbunyi tanda Pintu Lift akan Terbuka,
" Yah...Lantai 14 sudah Datang, Saya Duluan Ya Mil," Kata Darren Lembut.
" Iya Pak," Kata Emily Pelan.
" Panggil Saja Darren," Kata Darren Pelan dan Keluar Dari Lift itu.
" Iya Pak," Kata Emily Sebelum Lift Itu Tertutup,
" Tetap Saja Dia Memanggilku Pak," Kata Darren Tersenyum dan Ia Pun Menuju Apartemennya Sendiri.
" Emily...Nama Yang Cantik," Kata Darren Pelan.
" Apa Dia Sudah Punya Pacar Ya," Tanya Darren pada Dirinya Sendiri...
" Apa kau Menyukainya," Tanya Teman Darren Yang tiba Tiba Keluar Dari Tubuhnya..
" Kenapa Kau Keluar," Tanya Darren.
" Kau Harus Menyediakan Energi Anak Indigo Lagi Untukku," Kata Teman Darren Itu Lagi.
" Apa... Energi Murni Itu Lagi," Kata Darren.
" Kau Pikir Mencari Orang Yang Memiliki Kelebihan Itu Mudah, Itu Tidak Mudah ,Aslan," Kata Darren Memanggil Nama Aslan, pada Jenis Jin Yang Menjadi Teman Darren.
" Jika Kau Tidak Menemukannya Dalam 3 bulan Ini, Kau akan Melemah, dan Mungkin Saja Kau akan Mati kembali," Kata Aslan.
" Bukankah Yang Harus Aku Lakukan Hanya Mengambil Energinya Saja," Tanya Darren.
" Ya Tentu, Sama Seperti Yang Kau Lakukan Dua tahun Lalu," Kata Aslan Teman Darren.
" Kenapa Kau Tidak Membunuhnya Saja Jika Kau Ingin Membunuhnya," tanya Aslan.
" Alih Alih Kau Malah Membiarkan Dirinya Hidup Kembali," Kata Aslan Lagi.
" Biarkan Saja Dia hidup, Dia Sekarang Sudah Menjadi Manusia Biasa," Kata Darren,
" Dia Sahabatku, Jadi Tidak Mungkin Aku Membunuhnya," Kata Darren.
" Ah...Dia Sahabatmu," Kata Aslan.
" Ya...Dia Sahabatku Dulu,," Kata Darren.
Darren Mengenang Saat Saat Masa Masa Menyenangkan ketika Bersama Jacky,
Dan Ketika Darren Terjatuh...
Untung Saja Ada Yang Menolongnya Mbah SugioHarupat,
Beliau Lah Yang Meolong Darren Saat Itu..