
" Siapa Kau...Kenapa Gadis Muda Ini Berubah," Tanya Aslan Tak Percaya Dengan Penglihatannya.
" Kau Sudah Keterlaluan," Kata Emily Murka,
Emily Mengeluarkan Ajian Yaitu Pemisah Jiwa Pada Aslan, Dan Mengeluarkan Aslan Dari Tubuh Darren.
Aslan Terpental Sehingga Keluar Dari Tubuh Darren... Sehingga Ia Dan Tubuh Darren Terpisah..
Ia Benar Benar Tak Percaya Dengan Kekuatan Yang Emily Miliki, Sehingga Bisa Membuat Dirinya Terpisah Begitu Saja Dari Tubuh Darren.
" Kau Sudah Memusnahkan Orang Orang yang Tak Bersalah," Kata Emily Dan Mengeluarkan Ajian pelebur Jiwa..
Dan Memusatkan Pada Aslan Yang terkapar Kesakitan, Hanya Dengan Membacakan Ajian Itu Emily Bisa Membuat Aslan terkapar Kesakitan..
" Aaaaaaaaarrgggghh,,, Sakit.." Teriak Aslan Kesakitan....
" ampun....Ampun...Ampun..." Teriak Aslan.
" Ampun Katamu," Kata Emily Yang terbakar api Amarah.
" Bagaimana Dengan Orang yang pernah Kau Ambil Nyawanya, Apa Kau Dengar Kata Ampun dari Mereka Hah," Kata Emily Dan Semakin Membacakan Ajian Pelebur Jiwa Tinggkat Tinggi sehingga Membuat Aslan Semakin Kesakitan Dan Kepanasan,
" Aaaaaaaaarrgggghh Sakit,, Ampun Ampun. Ampun," Teriak Aslan yang tak Henti Hentinya..
Emily Pun Berhenti Membacakan Ajian itu, Dan Aslan Berusaha Bangkit Dan Melawan Emily, Namu Emily Dengan Ajian Lain Juga Bisa Mengalahkannya.
" Siapa Kau... Kenapa Kau Memiliki Ajian Ajian PAra Tetua Leluhur," Tanya Aslan Penasaran Karena Emily Memiliki Ajian Ajian PAra Raja Terdahulu..
" Kau Ingin Tau Siapa Aku," Tanya Emily.
" Aku adalah Putri Dari Sang Ratu Purbararang, Dan Aku Adalah Putri Sang Ratu Yang baru di Bangkitkan," Kata Emily Memberi Tau Aslan.
" Apa...Jadi Kau Putri Galuh Yang Asli," Tanya Aslan Tak Percaya, Pantas Saja Ilmu Emily Lebih Hebat Ternyata Ia Benar-benar Keturunan Asli Sang Ratu...
" Benar...Itu Aku," Kata Emily...
" Kau Tidak Pantas Berada Di Bumi Ini," Kata Emily Membacakan Ajian Pelebur Jiwa Dan Pemusnah Jiwa.
Aslan sudah Tak Berani Melawan Karena Ia Tau Ia Tak Akan pernah Bisa Menang Melawan Keturunan Sang Ratu Tersebut..
Aslan Hanya Tertunduk Pasrah... Emily pun Memperhatikan Kenapa Aslan Malah Terdiam.
" Kenapa Kau Malah Diam, Tak Melawan Seperti Apa Yang tadi Kau Lakukan," Tanya Emily penasaran.
" Maafkan hamba Putri...Hamba Memang Bersalah, Jadi Hamba Memang Pantas Untuk Di Musnahkan," Kata Aslan Pasrah.
Aslan Sadar Berurusan Dengan Sang putri Berarti Ia Juga Akan berurusan Dengan Sang Ratu... Karena Aslan Tau Kekuatan sang Ratu Tidak Ada Tandingannya,jadi Ia Pun Memilih Lebih Baik Di Musnahkan saja dari Pada Harus Berurusan Dengan Sang Ratu.
Emily Terkejut Ternyata Aslan tak Melawannya Lagi.. Ia Bingung Harus Bagaimana, Mana Mungkin Ia Melawan Orang yang memang sudah Kalah...
Emily Pun Memiliki Ide, Agar Tak Memusnahkannya.
" Aku Tidak Bisa Memusnahkanmu," Kata Emily Pelan.
Aslan dan Juga Pampam pun Terkejut Mendengar Emily Berkata Seperti Itu.
" Memusnahkan Mu, Sama Saja Aku memberi Kebebasan Yang seharusnya Tak Kau Dapatkan," Kata Emily Lagi.
" Sebagai Gantinya Karena Kau Sudah Mengambil Kebanyakan Aura Murni Yang Tak Seharusnya Kau Ambil," Kata Emily Lagi.
" Aku Akan Mengambil semua Kekuatan Mu," Kata Emily.
" Tidak Putri... Tidak...Lebih Baik Kau Musnahkan Aku Saja," Kata Aslan Meminta.
Emily Pun Melakukan Apa Yang Tadi Ia Ucapkan, Ia Mengambil Semua Kekuatan yang di Miliki Aslan dengan Sekali Tarikan...
Aslan Merasa Kesakitan Saat Semua Ilmu Yang ia Miliki Di Tarik Paksa Oleh Emily.
" Aaaaarrrrrrrgggggggggg," Teriak Aslan Saat Ilmu Yang ia miliki di ambil Paksa Emily.
" Itu Hukuman Yang Pantas Kau Miliki," Kata Emily...
Emily Pun Mengeluarkan Botol Yang Entah Dari Mana Datangnya Karena Di Tangan Emily Sudah ada Botol Itu..
Emily Pun memasukan Aslan ke dalam botol Itu,
" Renungilah Semua Perbuatanmu," Kata Emily Pelan.
" Setelah Satu Juta Tahun dan Hatimu Bersih Dari Semua Kejahatan Yang membelenggumu, Kau Akan Terbebas Sendiri," Kata Emily pada Botol Itu. dan Emily Pun Meniup Botol Itu dan Menghilang....
Emily, Ah Tidak Putri Galuh Mengurung Aslan dan Aslan Pastinya Tidak Akan Pernah Bisa Keluar Sebelum Ia Benar Benar Bersih Hatinya..
Emily Merasa Dunianya Kini Berbeda..
Emily Pun Menatap Pampam dengan Sendu...
" PAM...Apa Aku akan Mati," Tanya Emily Menangis...
" Kenapa Rasanya Duniaku Kini Berubah," Kata Emily Yang Meraskan aneh Pada Dirinya..
" Kau Ini Ngomong Apa,...Pejamkan Matamu, Dan kuasai lagi Dirimu Emily," Kata PamPam Memberi Tau Emily.
Emily Pun Menuruti Apa Kata Pampam, Emily memejamkan Matanya Dan Entah Kenapa Ia Malah Merasa Sakit dan Pusing...hanya Suara Pampam Yang ia Dengar Sebelum Kegelapan Memeluknya..
" Jacky...Tolong Emily," Kata Pampam saat Emily Pingsan Tak Sadarkan Diri..
******......*******........*******.........*******
" Hei Kau....Apa kau masih Betah Di Sini Hah," Kata Pampam pada Seorang Gadis Yang sedang Duduk di tempat Tidur Mewahnya..
" Kenapa Memangnya,, Lagi Pula Kata Ibunda Aku masih Dalam Pemulihan kan," Kata Emily Pelan.
Ya Emily Di Istana Ibunda Sudah Hampir 3 hari, Jika Berada Di Dunia Berarti Sudah hampir 3 Minggu Emily Koma,
Ibunda Emily Membawa Emily Saat Ia Pingsan, dan Menyembuhkan nya di istana Sang Ratu..
Sudah Hampir 3 Hari Emily Di Istana Sang Ratu.
PamPam Karena Kasihan Pada Jacky Dan Juga Kedua Orang Tua Emily Akhirnya Menyuruh Emily Untuk Pulang Dan Kembali Pada Tubuhnya..
" Iya Nak...Kembali Lah..." Kata Sang Ibunda Pelan.
" Sekarang Kau Sudah Sembuh Total, dan Kau sudah Baik baik saja," Kata sang Ratu Ibunda Emily.
" Benarkah Ibunda," Kata Emily Tersenyum.
Ibunda Pun Mengagguk.
" Kembalilah..." Kata Ibunda Lembut.
" Ibunda Sangat Bangga Padamu Nak, Karena Kau Bisa Mengikuti Kata Hatimu, dan Tidak Mengikuti Kemarahanmu," Kata Ibunda Bangga karena Emily Tidak Memusnahkan Aslan Justru Malah Memaafkan dan Membiarkan dirinya Mengubah Hidupnya..
" Kambalilah," Kata Ibunda lembut, Emily Pun mengangguk.
" Aku Hanya Tidak Ingin Pengorbanan Teman Temanku Sia Sia Ibunda, Jika Aku Mengikuti Kemarahan Itu, Sama Saja Aku Seperti Moster Nantinya,," Kata Emily Mengingat Kemuning, Sri langka, dan Darren Mati sia Sia.
" Kau Benar Anakku, Kita Tidak Seharusnya membalas Kejahatan Dengan kejahatan," Kata Ibunda Lagi.
" Sekarang Pulanglah," Kata Ibunda Ratu Pada Emily, Emily Pun Mengangguk
********........*******.......********
BEBERAPA HARI KEMUDIAN....
" Akhirnya Lu Sadar Juga Mil," Kata Citra Senang Saat mengetahui Kalo Emily Sudah Sadar.
" Iya...Tadinya Sih Gue Gak Mau SaDar, Cuma Gue Kasihan Nanti Ada Yang Kangen Sama Gue," kata Emily malah Bercanda.
" Ih...Apaan Sih Lu, Malah Ngomong Kaya Gitu," Kata Citra .
" Bagaimana Keadaan Mu Sayang," Kata Jack Lembut.
" Aku Baik Baik Saja," Kata Emily Tersenyum Melihat Jack, Sudah 3 Minggu Ia Tak Melihat Wajah Jacky, Emily Sangat Merindukan Wajah Tampan Jacky.
" Bagaimana Pak Darren Jack," Tanya Emily Ia Lupa Bagaimana Dengan Pak Darren.
" Dia Tidak Selamat," Kata Jack Pelan.
" Setelah...Aku Membawamu dan Darren Ke Ruang sakit, nyawa Darren Benar-benar sudah Tak Bisa Di tolong Lagi," Kata Jacky.
" Dan Kata Dokter...Darren Mengalami Serangan Jantung," Kata Jack, Merasa Bingung Dengan Apa Yang terjadi Pada Darren menurut Dokter.
Dimata Jack, Darren Begitu Parah Terluka Namun Di Mata Dokter Darren Tidak apa apa, Hanya Mengalami Serangan Jantung Saja,
Jack Tak Ambil pusing, Mungkin itu karma Untuk Darren Karena Sudah Bersekutu Dengan Setan.
Emily Benar-benar sedih, Karena Tak Bisa Menolongnya. Namun Ia Tau Mungkin Ini Memang Takdir Yang harus Pak Darren Jalani..
Dan Emily Juga Tak Tau, Sampai Kapan Takdir Ini Emily Hadapi..
Mungkinkah Sampai Tua Pun Ia Akan tetap Bersinggungan Dengan Hal Hal Seperti ini, Emily Sendiri tak Tau...
Maaf Ya Teman Teman, mungkin Kelanjutannya novel ini sampai sini saja ya, Buat penggemar novel, Selamat membaca ya, semoga Suka Salam Sayang dan sehat Selalu Dari Author....😘