
BEBERAPA HARI KEMUDIAN...
" Sampai Kapan Aku Harus Berpura Pura Seperti Ini," Kata Aslan Yang berada Di Tubuh Darren dan Ia Sedang Berada Di Ruang Darren Di Kampus.
" Aku harus Segera Mendapatkannya," Kata Aslan Lagi..
" Tidak Ada Cara Lain Selain Cara Ini," Kata Aslan Pelan.
tak Lama Terdengar Ketukan Pintu diRuangnya...
Tok....
Tok...
Tok...
" Permisi Pak," Sapa Emily Saat Di Depan Pintu Ruang Pak Darren.
Darren Sengaja Memanggil Emily Ke Ruangan nya, Karena Ada yang Mau Ia Katakan Jadi Mau tidak Mau Hanya Dengan Cara Ini Lah Ia Bisa Berbicara Pada Emily.
" Masuklah," Kata Darren Pelan.
" Ada Apa Ya Pak," Tanya Emily pelan.
" Duduklah," Kata Daren Lagi.
Emily Pun Menuruti Apa Kata Darren Dosennya Itu dan Duduk Di Hadapannya.
Emily Berdebar Kenapa Ia Di Panggil Dosennya..
Emily Pikir Darren Akan Mengatakan sesuatu, yaitu Perasaanya, Namun Pemikirannya Salah,,
Tak Lama Darren Pun Mengeluarkan Botol Kecil Di Hadapan Emily.
Emily Merasa Bingung Melihat Botol Kecil Itu, Seakan Ia Pernah Lihat di suatu Tempat.
" Apa Kau kenal Dengan Botol Ini Nona Muda," Tanya Darren Pelan.
Emily Yang merasa Aneh Dengan Sikap Darren Langsung Bertanya.
" Botol Ini,," Tanya Emily Merasa Aneh Kenapa Darren Menunjukan Botol Ini Padanya,
" Kenapa Bapak Menunjukan Botol Ini Pada Saya," tanya Emily Lagi ia Merasa Bingung Kenapa Darren Memperlihatkan Botol Kecil aneh itu Padanya.
" Apa Kau Tidak Mengenalnya, Apa Kau Tidak Pernah Melihatnya Di Suatu Tempat," Tanya Darren Lagi.
"Siapa kau Sebenarnya, Kenapa Kau Merasuki Tubuh Pak Darren," Tanya Emily Pelan dan Memandang Darren Dengan Seksama Karena Ia Pikir Darren Di Rasuki Hantu.
" Hahahhaha Ternyata Kau Pintar Juga Ya, Bisa Menebak kalo di tubuh Laki Laki Ini Bukan Dirinya," Kata Darren sinis.
" Kau Ingin Tau Siapa Aku," Tanya Darren Lagi,
" Coba Kau Ingat Ingat Sekali Lagi Apa Kau Ingat tentang Botol Kecil Ini," Kata Darren Lagi.
Emily Memandang Botol Itu, Sekilas Ia Teringat Tentang Jacky Beberapa Tahun lalu Yang Terkurung Di Dalam Botol yang Sama Seperti itu.
" Botol Pemisah Jiwa," Kata Emily Pelan.
" Ternyata Kau Ingat Nama Botol Kecil Ini," Kata Darren Tertawa..
" Kau Tau siapa yang berada Di Dalam Nya Sekarang,," Tanya Darren Lagi...
Emily Berpikir... Bukankah Yang memiliki Botol Kecil Ini Adalah Aslan, Jadi Yang berada Di Tubuh Darren Adalah Aslan,, Lalu Jika Aslan Merasuki Tubuh Darren, Dimana Darren,..tidak Mungkin Kan Kalo Darren Di Dalam..
" Apa Kau Aslan," Tanya Emily pelan.
" Aslan...Kenapa Kau Tega Lakukan Ini Pada Darren," Kata Emily tak Percaya Ternyata Yang Merasuki Darren Adalah Aslan.
" Hahahahhahaa Kau Pintar Juga Menebak, Ternyata kau Tau Siapa Aku," Kata Aslan Pelan.
" Kau Ingin Tau Darren Di mana," Tanya Aslan Lagi.
Aslan Pun Memegang Botol Kecil Itu,
" dia Berada Di sini,di dalam Sini,"Kata Aslan memperhatikan Botol Itu.
" Bukan Pak Darren Yang Melakukan nya, Tapi Kau," Kata Emily lagi.
" Hahahahhaahha Ternyata Kau Tau Kalo Bukan Dia Yang melakukannya, Aku Hanya Ingin Memanfaatkannya Saja, Karena Dengan Begitu, Aku Bisa Menyerap Aura Murni, Agar Ilmu Yang Aku Miliki Bertambah," Kata Aslan Lagi.
"tapi...Kenapa Kau lakukan itu Aslan, Kenapa Kau Malah Menguruh Jiwa Darren," Kata Emily Bingung...
" Kenapa...Itu Semua Karena dirimu," Kata Aslan Marah.
" Karena Kau, Darren berani Melawanku, Karena Kau Juga Ia Tak Mau Mengambil Aura Murni lagi, apa lagi dia tidak Mau Mengambil Aura yang Kau Miliki, Aku Marah Padanya, Dan aku Memberi Pelajaran untuknya, Hanya Dengan cara Ini Aku Bisa Mendekatimu dan Mendapatkan Aura Murni Itu," Kata Aslan Lagi...
" Jadi Hanya Karena AURA Murni Yang Aku Miliki Kau Berbuat Seperti ini pada Darren," Kata Emily merasa Kasihan Pada Darren
" Kau Benar Benar Kejam Aslan," Kata Emily Pelan.
" Bukankah, Darren Sahabat Mu," Tanya Emily Lagi..
" Sahabat...Kau Bilang,hahahhahaha," Kata Aslan tertawa.
" Aku Tak Percaya Pada Manusia, Dan Aku Juga Tidak Akan Pernah Percaya Pada Persahabatan Seorang Manusia Dan Jin, Itu Tidak Ada," Kata Aslan Lagi..
" Lalu...Apa yang Kau Inginkan," Tanya Emily.
" Aura Murnimu," Kata Aslan.
" Terus Jika Aku Memberikan Aura Murniku, Apa Kau Akan Melepaskan Darren," Kata Emily lagi..
" Aku Akan Melakukannya, Dan Aku Berjanji Akan Melepaskan Darren jika Kau MemberiKan Aura Murnimu padaku," Kata Aslan Lagi...
" Baiklah, Aku Akan Memberikannya Padamu," Tanya Emily Lagi.
" Bagus...Temui aku Di Apartemen ku, Kau Harus Menemuiku di sana, Dan Pastikan Tidak Ada Orang yang tau Termasuk Jin Yang Selalu Bersama mu, Kau Mengerti," Kata Aslan.
" Baiklah...Aku akan menemui mu," Kata Emily pelan.
*****.......******......*****......******
" Hei...Kau Kenapa," Tanya Pampam saat melihat Emily Malah Terdiam di Apartemen dan Pampam melihat Emily sedang Melamun.
" Tidak Apa apa," Kata Emily Pelan.
" Katakan Padaku, Jangan Menyembunyikan Sesuatu Dariku," Kata Pampam Yang Bisa Membaca Raut Wajah Emily yang Terlihat Gusar Dan Cemas.
" PAM...Aku Ingin Bertanya Padamu," Tanya Emily Serius.
" Apa," Jawab PamPam.
" Jika Seseorang Di Ambil Aura Murninya, Apa Yang Akan Terjadi Pada Orang Itu," Tanya Emily.
" Kebanyakan Orang Tersebut Mati, Atau Gila, Namun Yang Aku Tau Kebanyakan Aura Yang Di Ambil, Kebanyakan Pemiliknya Mati," Kata Pampam pelan.
" Kenapa Kau Ingin Tau Itu," Tanya Pampam Lagi.
" PAM...Apa Yang Harus Aku Lakukan," Kata Emily Putus Asa.
" Ada Apa, Katakanlah," kata Pampam.
" Roh Darren Di tangkap Aslan, PAM, Dan Kau Tau Aslan Menyimpan Roh Darren Di mana," Kata Emily Lagi, Pampam serius Mendengarkan Apa pun Yang Akan di Katakan Emily Jadi Ia Tak mengucapkan Sepatah Kata Pun, Ia Hanya Mengangguk Atau Menggelengkan Kepalanya.
" Di Botol Pemisah Jiwa Yang Pernah Mengurung Jacky," Kata Emily lagi.
" Maksudmu Apa, Apa Kau Bertemu Aslan Emily," Tanya Pampam lagi.
Emily Pun Menceritakan Semua pada Pampam ketika Bertemu Darren,
" Apa...Jadi Aslan Merasuki Tubuh Darren, Dan Darren di kurung Di Botol Pemisah Jiwa," Kata Pampam tak Percaya Emily Pun Mengangguk.
" Dan Dia Memintamu Untuk Menyerahkan Aura Murni mu Padanya, Dan Dia Mengatakan Kalo Darren Akan Bebas, jika Kau Memberikannya Aura Murni Itu," Kata Pampam lagi. dan Lagi Lagi EMily Mengagguk.
" Kau Pikir Aku akan Setuju Hah, Tidak Emily," Kata Pampam Lagi.
" Lalu Aku Harus Bagaimana PAM, Jika Aku Tak Memberikan Aura Murni Itu, Pak Darren bagaimana," Kata Emily.
" Kita Pikirkan Cara Yang Lain, Aku Tidak Akan pernah Mau Jika Harus Mengorbankanmu," Kata Pampam lagi.