
Emily Yang Mendengar Sendiri Apa Kata Pampam Padanya Hanya Terdiam..
" Beliau Adalah Ibu Kandung Putri Emily.. Dan Beliau Adalah Ratu Mayang Sari Purbararang," Jelas Pampam.
" Dan Nama Hamba Adalah Raden Fatih," Kata Pampam Yang Ternyata seorang Raden.
APA JADI WANITA CANTIK INI IBU KANDUNGKU,pikir Emily.
DAN TEMAN MASA KECILKU RADEN..DAN NAMAYA RADEN FATIH, dalam Hati Emily Lagi
LALU...APA AKU HARUS MEMANGGILNYA IBUNDA,PADA WANITA CANTIK INI,Dalam Hati Emily Lagi.
" Jadi Kau Punya Nama Pampam," tanya Emily..
" Maafkan Saya Putri...Karena Saya memang Punya Nama, Tapi Saya Hanya Menjalankan Perintah Dari Baginda Ratu," Jelas Pampam.
" Benar...Ibunda Yang Menyuruhnya untuk Tidak Membuka Identitas padamu Nak," Kata Wanita Cantik Itu yang ternyata Ratu Purbararang,
" Apa kau Marah Pada Ibunda," Tanya Ratu pada Emily.
" Tidak Ibunda...Aku Tidak Marah," Kata Emily Pelan Dan Mencoba Menerima Semua Yang Terjadi, dan Memanggil Wanita Cantik itu Ibunda..
" Justru Aku Berterimakasih pada Bunda Karena Sudah Mengirimkan Teman Yang Begitu Baik Padaku,dan Selalu menjaga ku," Kata Emily Tersenyum.
" Tapi Dia Bukan Temanmu Nak...Dia Pengawal Pribadimu," Jelas Ratu pada Emily.
" Tapi Bagiku...Dia tetap Teman Sekaligus Sahabatku Ibunda," Kata Emily..
" Baiklah Terserah Padamu Nak," Kata Ratu Mengalah.
" Dan Aku meminta Padamu Raden...Tolong Jagalah Putriku dengan Baik,Sampai usianya Menginjak 20 tahun, Dan Setelah itu Kau Tidak Perlu melindunginya Lagi, Karena Setelah Usia 20 tahun kekuatan Putriku Akan sempurna," Kata Ratu Purbararang tegas,
Pernyataan Ibundanya Membuat Emily terkejut.
" Maksud Bunda..." Tanya Emily...
" Apa Pampam... Maksud Aku Apa Raden Fatih akan Pergi meninggalkan Ku setelah Umurku genap 20 tahun," Tanya Emily.
" Iya...Raden Fatih Hanya Menemanimu sampai Usiamu 20 tahun Nak," Kata Ratu pelan..
" Tapi...Kenapa Bunda," Kata Emily pelan.
" Aku Ingin Pampam terus bersamaku Bunda, Karena dia Teman Kecilku sejak Lama Bunda," pinta Emily..
" Baiklah...Bunda Akan Merubahnya Nanti setelah Kau Berusia 20 tahun Mendatang," Kata Ratu tersenyum..
" Sekarang Pulanglah.. Teman dan Kakakmu sangat Mengkwatirkanmu Nak, kau dengar Bukan Mereka Memanggil Manggil Namamu," Kata Ibunda Ratu Lagi.
" Emily...Emily.... Emily," Panggil Akila Dan Citra.
" Pulang Lah, Mereka Mengkhawatirkan mu Nak," Kata Ibunda Ratu.
" Bunda...Apakah Mamah Kiona Tetap Mamahku," Tanya Emily pelan Sebelum Pergi..
" Tentu saja...,Kiona Adalah Ibumu di Dunia nyata, Dan Ibunda Adalah Ibundamu Di Alam Ghaib Seperti ini," Kata Ibunda Ratu Lagi.
" Terimakasih Ibunda," kata Emily dan Emily memeluk Ibunda nya Untuk pertama Kalinya..
" Selamat Ulang Tahun Nak..Ibunda Hanya Bisa Memberikan Ini," Kata Ibunda dan Memberikan Kalung Cantik Yang berbandol Berbentuk Batu Akik Kecil Yang Berwarna Hijau Laut yang Indah dan Ibunda Sendiri yang Memakaikan Nya Pada Emily..
" Ini Akan Melindungimu..." Kata Ibunda Ratu..
" Jagalah,," Kata Ibunda Ratu Lagi..
" Iya Bunda...Terimakasih," Kata Emily Senang.
" Raden...Bawalah Putri Emily kembali Kedalam Tubuhnya," Kata Ibunda Ratu Lagi..
" baik Ratu," Kata Raden Fatih dan Membawa Emily kembali Kedalam Tubuh Emily.
*****......…..********..........….********........*****
" Emily...Bangun Emily..." Panggil Citra Dan Juga Akila Yang terkejut Saat Melihat Emily berbaring Lemah Dan Berdarah di mulutnya..
Jacky terus Saja Memanggil Manggil nama Emily karena Khawatir pada Emily.
APA DIA AKAN SELAMAT, Dalam Hati Jack takut Kalo Emily Tak Selamat Karena Dirinya..
Pertama Citralah Yang Melihat Kedalam Karena Emily tak Kunjung Keluar dari ruang Ajaib Milik Emily. Karen Merasa Khawatir pada Emily, Citra Pun Masuk dan Terkejut Melihat Emily yang Terbaring Lemah dan Berdarah.. dan Langsung Memanggil Akila kakak Emily.
" Emily Bangun Mil." Panggil Akila Dan membaringkan Emily di kursi Ruang Tamu Apartemen itu..dan Jack Hanya Bisa Melihat dan Ia Menangis Saat melihat Emily Seperti itu.
" Pam....kau Dimana," Tanya Jacky lagi.
" Emily... Bangun." kata Citra Memanggil Emily.
" Kak Bagaimana Ini," Tanya Citra Pada Akila..
" Aku Tidak Tau Cit..Kau Tau Betul Kan Kalo Aku sama Sekali Tidak Mengerti sedikit pun Hal Kaya Gini," Kata Akila pelan dan Semakin Khawatir Pada Keadaan Emily, Citra Menceritakan Pada Akila Kalo Emily sedang Berbicara Pada Teman dan Juga Hantu baru Yang Tinggal di Apartemen milik Emily.
Tak Lama Emily pun Kembali sadar...
" Emily.." Panggil Citra dan Akila Barengan Saat Melihat Emily mulai Sadar.. Jacky merasa Lega Saat Melihat Emily sadar..
" Emily.." Panggil Jacky takut..
" Kak Akila, Citra...Kalian Ngapain, Kenapa Aku Di Sini," Tanya Emily dan Ternyata saat sadar Ia Malah berada Di ruang Tamu Apartemennya.
" Mestinya Kakak Yang Nanya Sayang, Apa Kau Baik Baik saja, Kenapa Kau Malah Tergeletak dan Berdarah di lantai," Tanya Akila Pada Emily,
" Aku Tidak Apa apa Kak, Aku Hanya Kelelahan Saja," Kata Emily pelan dan Tak Berkata Jujur pada Akila Dan Citra. dan Ia Juga Tidak Akan Memberi tau Siapa Dirinya Pada Kakak Atau Pun Sahabatnya.
" Lalu Kenapa Kau Berdarah Emily," Tanya Citra Khawatir pada Keadaan Emily Yang Berdarah..
" Aaah Ini....Mungkin TaDi aku Tersandung dan Tak Sengaja Mengeluarkan Darah Di mulutku," Kata Emily Tak Jujur..
Citra Tau Betul Kalo Emily Berbohong Padanya.. Karena Citra Tau Betul Bagaimana Tingkah Emily ketika Berbohong.
" Kakak ambilkan Minum dulu Ya," Kata Akila Kedalam Dapur sdan Mengambilkan Minum Untuk Adiknya.
" Aku tau Kau Berbohong Padaku Mil," Tanya Citra Pelan dan sedikit Berbisik.
" Ada apa," Tanya Citra..
" Nanti Gue Jelasin Ya..." Kata Emily berbalik Berbisik Pada Citra
Dan Citra Pun Megerti...
" Itu Kalung Apa Mil," Tanya Citra Saat Melihat Emily Memakai Kalung Cantik.
" Ini pemberian Seseorang," Kata Emily lagi dan Memasukannya Kedalam Baju Emily.
" Istirahatlah...Aku Akan Membantu Kak Akila, Mungkin Kau Lapar Kan," Kata Citra dan Menuju Dapur,
" Kau Tidak Apa apa Mily," Tanya Jack Khawatir Pada Emily..
" Aku tidak apa apa Jack," Kata Emily lembut.
" Iya kan PAM," Kata Emily lagi saat Pampam Tiba Tiba Duduk dihadapan Emily.
" Iya...Emily Baik Baik saja," Kata Pampam..
Sebelum Emily Masuk Ke raganya Emily Bertanya Pada Pampam atau Raden Fatih..Mau Memanggilnya Raden atau Bagaimana..dan Pampam Bilang Dia lebih Suka Nama Pampam, dan Ia Ingin Emily terus Memanggilnya Seperti itu..
" Syukurlah kalo Kau Baik Baik saja Emily," Kata Jack Pelan.
" Aku takut kau Kenapa Napa," kata Jack pelan.
" Kau Tenang Saja...Jacky...Aku adalah Seorang Perempuan yang Sangat Tangguh dan Tak Bisa Di tumbangkan Hanya Dengan seperti Itu," Kata Emily Tersenyum...
" Syukurlah..." Kata Jack Bersyukur.
" Aku tidak Mau Kau Melakukan Itu Lagi..." Kata Jacky Takut..
" Iya...Aku Tidak Akan Membuatmu khawatir Lagi," Kata Emily pelan..