
MALAM HARINYA....
21 : 00 WIB...
Emily Dan Citra Sedang Membakar Jagung, Sedangkan Raja Dan Jacky Sedang Memanggang Sosis..
Mamah Dan Papah Emily Sedang Menyiapkan Makanan Dan Minuman..
Sudah Beberapa Tamu Akilla Yang datang yaitu Karyawannya Sendiri, Akilla Sengaja Menyelanggarakan Acara Ini Untuk Karyawan Karyawannya..dan Tentunya Untuk Keluarganya Juga.
" Emily..." Panggil Kemuning Yang Baru saja Tiba.
" Kemuning...Kau Kemana Saja," Tanya Emily Dalam Batinnya..
" Hehehehe Habis Pdkt Sama Hantu Mesum," Kata Kemuning Nyengir.
" Gimana..." Tanya Emily Penasran Tentang Informasi yang Ia tunggu tunggu.
" Tentu Saja aku Sudah Jadian Sama Dia," kata Kemuning yang Menyalah Artikan Pertanyaan Emily.
" Bukan Itu Maksudku," Kata Emily Memutar Bola Mata karena Jengah.
" Hehehehe Lupa aku...Nanti deh Dia Sendiri Yang Akan Menceritakannya, Namun Katanya Jangan Ada Si Yang Mulia jika Ingin Menanyakan Hal Itu," Kata Kemuning Panjang Lebar.
" Oh Ok, Nanti Kita bIcara Di Kamar Ku saja," Kata Emily lagi.
" Ok, Ke Mana Si Pampam," Tanya Kemuning..
" Entahlah...Aku Juga Tidak Tau, Aku Belum Melihatnya Malam Ini," Kata Emily Merasa Aneh.
" Hmmmm Kayanya Ada Yang Aneh Deh," Ucap Kemuning Merasakan Hal Yang Sama.
23 : 00 WIB.....
Tiba Tiba Pampam Datang Mengagetkan Emily.
" Emily...Bisa Kita Bicara Sebentar," Ucap PamPam yang Mengagetkan Emily.
" Astaga PAM...Lu Bikin Gue Jantungan Aja, Ada Apa," Tanya Emily pelan.
" Ini Tentang Darren," Kata Pampam pelan.
" Apa...Ada Apa Dengannya," Tanya Emily Tak Perduli.
" Dia Ingin Berbicara Padamu," Kata PamPam.
" Siapa Yang Mau Bicara Padanya," Tanya Jacky Mendengar Ucapan Pampam.
" Pak Darren Katanya," Jelas Emily Pelan.
" Mau Apa Lagi Dia," Tanya Jack Kesal.
" Ini Penting." kata Pampam.
" Ikutlah Denganku," Kata Pampam berjalan Menjauh.
" Kau Mau Berbicara Dengannya," Tanya Jack Saat Melihat Emily Mengikuti Pampam.
" Iya...Siapa Tau Ada Hal Penting Kan," Kata Emily Mengikuti Pampam.
" Aku Ikut." Kata Jack Pelan dan Ikut Berlari Mengejar Emily.
Emily Dan Jacky Terus Mengikuti Pampam Sampai Di Sebuah Tempat, yang Bisa Di Katakan Sebuah tempat Yang Begitu Cantik Dan Cocok Untuk Sebuah Perayaan Akhir Tahun..
Emily Melihat Darren Yang berdiri Mematung Di sana, Ia Seakan Memandang Langit Langit Yang Sudah Gelap Karena Malam.
Ketika Emily Dan Jacky Menghampiri, Darren Mengalihkan Pandangan Pada Mereka.
" Terimakasih Raden Fatih," Kata Darren Mengucapkan Terimakasih Pada Pampam dan Pampam Hanya Mengangguk.
" Ada Apa Ini," Kata Emily Merasa Aneh.
" Emily... Terimakasih Karena Kau Mau Bersedia Untuk Berbicara Denganku," Ucap Darren Pelan.
" Pak Darren Kenal Sama Pampam," Tanya Emily Dan Darren Pun Mengangguk,
" Dia... Sahabat mu bukan," kata Darren Lagi.
" Aku Juga Sama, Mempunyai Sahabat Yang Tak Kasat Mata, sama Seperti mu," Kata Darren.
" Jadi Kau juga Sudah Mengenal Aslan," Tanya Darren Dan Emily Pun Mengangguk.
" Jadi Benar Apa Yang Di Katakan Aslan, Kau Memiliki Aura Murni," Tanya Darren pelan.
" Dan Itu Sangat Berbahaya," Kata Darren Lagi.
" Aku Rasa...Kau Harus Berhati Hati Padanya," Kata Darren Pelan.
" Maksud Bapak Apa," Tanya Emily Bingung.
" Aslan Sedang Memburumu Sekarang," Ucap Pampam.
" Dan Itu Sangat Berbahaya," Kata Pampam Lagi.
" Karena Ia Ingin Menguasai Aura Murni Milikmu," Ucap Pampam Lagi.
" Apa Maksud Kalian," Tanya Emily Yang semakin Bingung.
Darren Pun Menjelaskan Pada Emily Semua Ia Juga Menceritakan Semua Pada Jacky Bahwa Ia Yang Sudah Mencelakainya dulu.. Jacky Benar Benar Tercengang Mendengar Penuturan Darren Padanya.
" Jadi Kau Darren, Temanku Yang Terdahulu," Tanya Jack Tak Percaya, Ternyata Semua yang ia Curiga Ternyata Benar Adanya, Ternyata Darren Adalah Teman dan sahabatnya Dulu, Dan Darren Yang ini Kenapa Berbeda Dengan Darren Yang dulu,
" Iya...Aku Darren Teman Masa Smp mu Dulu, Teman Dimana Kita Sekolah bareng, Gaul Bareng Dan Kuliah Bareng," Kata Darren Pelan.
" Aku Adalah Orang Yang Pernah Masuk Jurang bersamamu saat Kita Kemping dul dan aku Juga Yang Pernah Meminta Padamu Untuk Menjadi Kekasih Wanita Yang Aku Cuntai, Dan Aku Juga Orang Yang sudah Mencelakaimu Saat Sebelum Kau Koma,," Kata Darren Mengakui Semua Perbuatannya.
" Mungkin Kau Tak akan Mengenal Wajahku Yang sekarang, Karena Aku Sudah Merubah Wajahku Yang Dulu," Kata Darren Pelan.
" Aku Minta Maaf Jack, Aku Benar Benar Minta Maaf," Kata Darren Tulus.
" Aku Tau Aku Salah, Aku Benar Benar Minta Maaf, Aku Melakukan Itu Karena Termakan Omongan Aslan temanku," Kata Darren Pelan.
" Namun Ternyata Ia Malah Hanya Memanfaatkan ku Saja," kata Darren.
" Aku Minta Maaf Jack," Kata Darren Pelan.
" Kau Sudah Mengorbankan Banyak Orang, Kenapa Kau Hanya Meminta Maaf Padaku Hah," Kata Jack Marah Dan Ia Mencekram leher Kemeja Yang di pakai Darren.
" Bagaimana Nasib Semua Orang Yang Kau Habisi Terdahulu hah," Kata Jacky Kesal.
" Aku Tau...Aku Benar Benar Minta Maaf Jack, Ini Semua Salahku," Kata Darren Menyalahkan dirinya Sendiri.
" Tapi Sekarang Yang Paling Penting...Aku Tidak Ingin ada Korban Aslan Lagi Jack, Aku Tidak Mau Hal Yang Sama Padamu Terulang Pada Emily," Kata Darren Cemas.
" Maksudmu ia Menginginkan Aura Murniku Hanya Untuk Kekuatan saja," Tanya Emily dan Darren Pun Mengangguk.
" Bukan Hanya Kau, Dia Juga Pernah Mengatakan Padaku, Akan Mencari Keturunan Ratu Purbararang yang Baru saja Di Bangkitkan," Kata Darren Pelan.
" Apa yang dia Inginkan Pada Keturunan Sang Ratu Itu," Tanya Emily Semakin Penasaran.
" Entahlah Aku Juga Tidak Tau," Kata Darren Bingung.
Emily dan Pampam Saling Pandang.
" Apa Kau Tau Siapa Keturunan Sang Ratu Tersebut," Tanya Pampam Pura Pura Penasran.
" Aku Belum Tau...Yang Aku Tau, Dia Seorang Manusia dan Dia Seorang Perempuan," Kata Darren Lagi..
" Tapi Aku Belum Tau Siapa Wanita Itu," kata Darren lagi.
" Apa Aslan Berbahaya PAM," Tanya Emily Penasaran.
" Jika Ia Sudah Memiliki Keinginan Yang Begitu Kuat, Dia Pasti Berbahaya Untukmu Emily," Kata Pampam Lagi.
" Lalu Apa Yang Harus Aku Lakukan," Tanya Emily Lagi.
" Kau Tenang Lah, Aku Tidak Akan Membiarkan Jin Itu Menyakitimu," Kata Pampam Tegas.
" Iya...Aku Juga Tidak Akan Membiarkan siapa Pun Menyakiti kekasihku," Kata Jack Kesal.
" Sebelum Ia Menyakitimu, Langkahi dulu Kami," Kata Jack dan Pampam Pun Mengangguk.
" Aku Juga Akan Membantu," Kata Darren.
" Karena Ini Semua Salahku, apa Pun Yang Terjadi Aku Akan Membantu mu," Kata Darren Pelan.
" Setelah Ini Aku Ingin Berbicara Denganmu," Ucap Jack Pada Darren, Dan Darren Pun Mengangguk.