
Jacky Terus Saja Mengingat Botol Kecil Yang Ada Di tangannya..
Emily Memang Sudah Pulang Bebebapa Waktu Lalu..
Kini Jacky Sedang Melamun Memikirkan Apa Yang Di Katakan Emily Tadi.
" Aku tau kau Mungkin Tidak Mengingatku, Setidaknya Kau Mau Berusaha Untuk Mengingatku, Itu Saja Sudah membuatku Senang," Kata Emily.
" Kau Mungkin Tidak Mengingatku Hari Ini, Mungkin Suatu Saat Nanti kau akan Mengingat tentangku Semuanya," Kata Emily Lagi...
" Dan Kau Harus Mengingat Siapa Yang Telah Membuatmu Koma Selama Hampir Dua tahun Ini," Kata Emily.
" Dan Botol Kecil Ini," Jelas Emily..
" Adalah Botol Pemisah Jiwa, Kau Mungkin Pernah Mendengar Arti Kata Itu.. Namun Ingatanmu Belum Stabil Sepenuhnya," Kata Emily Lagi.
" Mungkin Kau Akan Mengingat Semuanya, Jika Kau Selalu Berusaha Mengingat Semua pelan Pelan ," Kata Emily lagi.
" Dan Aku Yakin...kau Pasti akan Mengingat Semuanya." Kata Emily lagi.
" Tidak apa apa..kau Tidak Mengingatku, Mungkin Dengan Berlahan Lahan Kau Akan Mengingatku nanti," Kata Emily lagi.
" Paling Tidak...Untuk hari Ini Aku akan Menjadi Temanmu terlebih Dahulu," Kata Emily Lagi.
Jacky Terus Saja Terngiang Ngiang Ucapan Emily Padanya ketika Berbicara Tadi.
" Teman, Katanya," Kata Jack Sedikit Tersenyum.
" Sedikit Pun Malah Aku Tidak Ingin Berteman," Kata Jack Tersenyum geli Karena Terbayang Wajah Emily Yang selalu Mengganggunya.
Jacky Pun Memperhatikan Botol Kecil Itu Lagi..
" Pemisah Jiwa..." Ucap Jacky Pelan Dan Memandang Botol Kecil Yang berada Di tangannya.
" Kenapa Aku Merasa kalo Botol ini tidak Asing Bagiku," Ucap Jacky Lagi.
" Apa yang Membuatmu Tidak Asing kak," Tanya Raja Yang Tiba Tiba Saja Mengagetkan Jacky.
" Kau Membuatku Kaget Saja," Kata Jacky Kesal saat di Kagetkan Raja.
" Sory kak, Lagian Lu Malah melamun Kaya Gitu, Gue Masuk Saja Lu Sampai Gak Tau," Kata Raja Lagi.
" Apa itu di tangan Lu Kak,," Tanya Raja Saat Melihat Botol kecil Di tangan Jacky.
" Aku Tidak Tau....Gadis Kecil Itu yang Memberikannya Padaku," Kata Jack Pelan.
" Maksud Lu, Emily," Tanya Raja Penasaran.
" Hmmm," Kata Jack Pelan.
" Dia Memberikan Ini Padaku, Dan Mengatakan Kalo botol Ini Pemisah Jiwa," Kata Jack Lagi.
" Apa kau Tau Arti kata itu," tanya Jack pelan.
" Aku Tidak Tau," Kata Raja Bingung.
" Sebenarnya apa Maksud Gadis Kecil Itu memberikan Ini Padaku," Tanya Jack Pada Dirinya Sendiri.
" Mungkin Emily Mau Memberi Taumu Kak, Tapi Dengan Cara Kita Harus Menebaknya, Atau Mungkin Itu agar Cara Kakak Mengingat Sesuatu," Kata Raja Lagi..
Jack Terus Saja Memperhatikan Botol Kecil Itu..
" Apa benar Kakak Memang Tidak Tau Itu Apa," Tanya Raja Lagi.
" Aku Tidak Tau..." Kata Jack pelan.
" Mungkin Kakak memang belum Tau, bukan Tidak Tau, Coba Kakak Ingat Ingat... Botol apa Itu," Kata Raja Lagi..
Ketika Di Malam Hari Jacky Terus Saja Berusaha Mengingat Semuanya..dan Terus Memandang Botol Kecil Itu.
Raja Sudah Tertidur Berbeda Dengan Jacky, Jacky Sama Sekali Tak bisa tidur, Ia Malah Memperhatikan Botol Yang dari Tadi BerAda Di dalam pikiranya.
Jacky Pun Tak Sengaja Mengingat sesuatu...
Sekelabat terlintas Bayangan Di mana Jacky termenung Sendiri Di sebuah Ruangan Kecil.
" Apa itu." Tanya Jacky Penasaran.
" Kenapa Aku Merasa Sendiriian Di suatu Tempat," Kata Jack Lagi
Jacky Pun Berushaa Mengingat Lagi dimana Awal Pertama Ia Pingsan di apartemen Miliknya..
" Darren," Kata Jack Saat Melihat Ternyata Ada Darren Di apartemen nya Saat Itu...
" Darren, Bukankah dia Sudah Meninggal," Tanya Jack Pada Dirinya Sendiri.
Jacky Pun Berusaha Mengingat Ingat Walau Kepalanya Sangat Sakit tapi Ia Berusaha Mengingat Semua dan Menahan Rasa Sakit Yang Luar Biasa Di Kepalanya...
" Aaaarrtggghhhh...kepalaku," Erang Jack Menahan Sakit Di kepalanya.
" Jadi...yang Membuatku Koma Adalah Darren," Kata Jack Tak Percaya.
" Sahabat ku Sendiri, Tapi.... Bukankah dia Sudah Meninggal," Kata Jack Semakin Tak Percaya.
" Emily....." Ucap JAcky pelan.
" Aku Sudah Mengingat Semuanya," Kata Jack Menangis...
" Ya Tuhan...Kenapa Kau Membiarkan Aku Melupakan Orang Yang Begitu banyak Berkorban Untukku," Kata Jack pelan.
" Kenapa Aku Malah Melupakan Orang Yang Aku Cintai," Kata Jack Lagi.
" Kenapa Kakak Menangis," Tanya Raja Kaget Saat Melihat Dan Mendengar Jacky Menangis.
Jacky Pura Pura Tak Mengingat Semua Walau Jacky sudah Mengingatnya.
Jacky Sengaja Pura pura dan Merahasiakan Semua Pada Raja,
" Tidak...Aku Tadi Hanya Bermimpi buruk Saja," Kata Jacky Pelan.
" Ya Tuhan Kak, aku Pikir Kau Kenapa Napa," Kata Raja cemas.
" Sudah...Kau Tidur Lagi Saja," kata Jack pelan Pada Raja.
Raja Pun Kembali Tertidur...
AKU HARUS MENCARI TAU, KENAPA DARREN YANG MEMBUATKU KOMA SEPERTI ITU. pikir Jacky.
........********..….....*******...........*****......
Emily Pun Sudah Kembali ke Apartemen nya.
dan Di temani Mamah dan Papah serta Akila Dan Citra Di Apartemennya..
" Citra Sama Kak Akila Belum Kembali Ya Mah," Tanya Emily saat membereskan kamarnya..
Citra Dan Akila, Mencari Makan Untuk Mereka, Dan Jam Segini Belum Pulang Juga,
" Belum Sayang.." Kata Mamah Kiona.
" Kami Pulang," Kata Akila saat Memasuki Apartemen Emily.
" Nah Itu Mereka Pulang, "Kata Mamah Kiona Senang.
" Mil..Mil..Mil, Ke sini Sebentar," Kata Citra Pelan dan Berbisik.
" Ada Apa," Tanya Emily bingung Kenapa Citra Berbisik Seperti itu.
" Lu Udah Tau Belum, Kalo Pak Darren Ternyata Tinggal Di Apartemen Ini Juga," Kata Citra Antusias.
" Maksud Lu, Pak Darren Dosen Kita Itu," Tanya Emily.
" Iya...Dan Ia Tinggal di lantai bawah Apartemen Lu," Kata Citra,
" Tadi Gue Gak Sengaja Papasan Sama Pak Darren Saat Di Lif Tadi, dan Ia Tanya Kenapa Gue Kemari, dan Ia Pikir Gue Tinggal Di Sini, Gue Jawab Aja Kalo gue Kemari Mau Ke Apartemen Lu," Kata Citra lagi.
" Oh Begitu," Kata Emily pelan.
" Biarkan Saja, Toh... Pak Darren kan Hanya Tinggal di Gedung Apartemen Yang Sama saja, Memang Apa Salahnya, Mungkin Kebetulan," Kata Emily Tak Banyak Curiga.
" Iya Juga Sih," Kata Citra pelan.
" Terus Kapan Lu Mau Masuk Kuliah," Tanya Citra Lagi.
" Gak Tau Gue.. mungkin kalo Gue Udah Sembuh Bener Deh, Baru Gue Kuliah Lagi," Kata Emily pelan.
" Iya Juga Ya..." Kata Citra Nyengir..
" Ayo Makan Dulu Nak Anak," Kata Mamah Kiona.
Mereka Semua Pun Makan Dengan Lahap,
.....*****.....*****.....*****.....*****......******......
" Pagi, Sayang," Ucap Nilam Saat Menemui Jacky di Kamar Rumah Sakit.
" Pagi Juga," Kata Jack Dingin..
" Kamu Kenapa Sayang, Kok Dingin Begitu Sih, Biasanya kan Seneng kalo aku Datang," Kata Nilam Tersenyum Cantik.
" Maafkan Aku, Aku Lagi Banyak Pikiran, Jadi Gak Terlalu Mood," Kata Jacky Pelan.
" Hmmmmm..." Kata Nilam Tersenyum.
" Sudah Makan Belum Sayang," Tanya Nilam Lembut,
" Belum," Kata Jack Pelan.
" Aku Belum Laper," Kata Jack.
Nilam Merasa Kalo Jack Mulai Berubah, Jack Semakin Dingin Saja padanya..
" Apa Aku Berbuat Salah," Tanya Nilam Sedih.
Jacky Merasa Bersalah Pada Nilam Karena Bersikap Dingin padanya,
Namun Hatinya Tak Bisa Di Bohongi Kalo Di Hatinya Sudah Tidak Ada Nama Nilam Lagi, Malah Di Hati Jack Selalu Ada Emily Sekarang.
Memang Sedari dulu Jacky Sama Sekali Tak Pernah Menyukai Nilam,, Semua Ia Lakukan Karena Permintaan Seseorang yang Berarti untuknya.