EMILY

EMILY
BAG 80



ADAM....


" tErnyata putri putriku memang Sudah besar, Aku pikir mereka Masih Bayi, Ternyata Mereka memang sudah Dewasa, Bahkan mereka Sudah Memiliki seorang kekasih Sekarang, apakah Putri putriku akan melupakan aku,," kata Adam Dalam Hati.


" aku memang sedikit pun tak suka pada kekasih putri putriku, karena mereka sudah Mengambil kasih sayang putriku dariku," kata Adam dalam hati ia merasa Cemburu pada kekasih kekasih putri putrinya..


" tapi aku tau... aku tidak boleh seperti itu," kata Adam Dalam Hatinya lagi.


" Aku bahkan tau siapa kekasih Putriku Akila, Aku juga sudah menyelediki siapa pria itu, Dan ternyata pria itu memang mencintai putriku Akila, namun Aku tidak tau dia tulus apa tidaknya, Karena Yang Aku Tau Pria itu selalu sibuk dengan pekerjaannya," Kata Adam Dalam Hatinya Berpikir.


" Dan pria ini, pria yang di hadapanku ini, Adalah kekasih Emily putri kecilku, aku memang pernah mendengar namanya, dan aku juga pernah mendengar Kiona Menyembut namanya padaku saat itu,Dan menceritakannya padaku Tentangnya," kata Adam Berpikir lagi.


"Aku pikir dia bukan pria yang menghilang itu, ternyata pria ini adalah pria terkaya di negara ini, yang hampir 2 tahun Menghilang itu," kata Adam Ternyata mengenali Jacky.


" Aku ingin tau...apa dia benar benar serius pada putriku," Kata Adam lagi.


" Aku harus bertanya nanti pada pria itu," ucap Adam Dalam Hati Lagi dan Terus Menatap Jacky Dengan Sinis.


" Apa kita Bisa Bicara Sebentar," Kata Adam Pada Jacky.


" Tentu Saja," Kata Jacky Santai.


" Pah...Emily Boleh Ikut kaN," Tanya Emily Yang Curiga Pada Papahnya Takut Jacky Di pukul Adam Papahnya.


" Sayang...Kau Harus Percaya Pada Papahmu," Kata Jacky Tersenyum dan Menenangkan Emily Yang Khawatir Padanya Jacky Sengaja Berkata Seperti itu, Karena Yang Jacky Tau Adam Bukan Orang Yang gampang Memukul apa lagi Jacky Tidak Merasa Bersalah, Dan Tidak Mungkin Hanya Karena Jacky Memacari Emily, Adam Semarah Itu.


" Aku Tidak Akan Kenapa Napa,Percayalah," Kata Jacky Lagi.


" Papah harus Janji....Papah Jangan Apa Apakan Jacky,Papah Jangan Melakukan Apa Pun Padanya," Kata Emily memohon Pada Papahnya.


Perkataan Emily Semakin Membuat Adam Kesal Saja, Karena Emily Malah Meminta pada Adam Untuk Tidak Melakukan Apa Pun Padanya.


Jika Adam Mau Adam Bisa Melakukan Apa pun Pada Jacky Karena Berani Memacari Putri Kecilnya Tanpa Ijin Padanya.


Dan Emily Tau Siapa Pun yang dekat Dengannya, pasti Papahnya Dengan Sigap Akan Menginterogasi terlebih Dahulu, Bahkan Lebih Parah Lagi Papah Emily Akan Mematahkan Tangan Dan Kaki Siapa Pun Yang Berani Mendekati Emily...


" Kau Tenang Saja Sayang, Mungkin Hanya Satu Kaki Atau pun Tangannya Yang Patah," Kata Adam bermaksud Menakuti Jacky, Namun Jacky Hanya Tersenyum Mendengar Perkataan Mengancam Adam,


Berbeda Dengan Adam, Emily Atau Pun Melati Yang Terlihat Khawatir pada Jacky,


" Papah," Panggil Emily Kesal.


" Ikuti Aku," Kata Adam Berjalan Duluan ke ruangan Pribadi Adam dan Tidak Memperdulikan Teriakan Emily Yang terlihat Kesal Padanya.


" Kalian Makanlah Dulu, Mungkin obrolan Kami Akan Lama," Kata Adam Lagi.


" Papah," Panggil Emily Kesal Karen Papahnya tak Mendengar apa Katanya.


Emily Tidak Tau Jika Adam Sangat Cemburu karena Kasih Sayang kedua Putrinya Berkurang Padanya.


" Sayang," Panggil Kiona Pada Emily Yang Terlihat Kesal Pada Papahnya.


" Mah...Bilang Sama Papah, Jangan sakiti Jacky, Jacky kan Baru Sembuh Mah," Kata Emily Pelan.


" Sayang...Kau Tau Betul Papahmu Bagaimana," Ucap Kiona,


" Kau Harus Percaya Padanya Sayang, Papah Tidak Mungkin Menyakiti Jacky, Sayang," Kata Kiona Lagi.


IYA...MAMAH BENAR, AKU HARUS PERCAYA PADA PAPAH, PAPAH TIDAK AKAN PERNAH MELAKUKAN HAL YANG TIDAK MUNGKIN, APA LAGI PADA ORANG YANG AKU CINTA, dalam Hati Emily Sedikit Tenang.


" KAU HARUS PERCAYA PADA PAPAHMU EMILY," ucap Suara yang Hanya Bisa Di dengar Emily.


" PAPAHMU TIDAK AKAN PERNAH MELUKAI SESEORANG, APA LAGI YANG KAU CINTAI," ucap Suara Yang Emily Kenal,


" Pampam," Panggil Emily dalam Batinnya.


" PERCAYALAH MIL, PAPAHMU HANYA CEMBURU, PAPAHMU TAKUT KASIH SAYANG YANG KAU DAN KAKAK MU BERIKAN TIDAK AKAN IA DAPATKAN LAGI JIKA KALIAN MEMPUNYAI PASANGAN," ucap Suara yang Ternyata Suara Pamam Yang Emily Kenal


" Jadi Seperti itu," kata Emily dalam Batinnya.


" KAU HARUS MENGERTI EMILY, PAPAHMU HANYA TAKUT, BUKAN MELARANG KALIAN UNTUK MEMILIKI PASANGAN," kata Pampam lagi.


" APA LAGI SAMPAI MENYAKITI ORANG YANG PUTRINYA CINTAI," ucap Pampam lagi.


"Terimakasih PAM, kau Telah Memberi tahuku.," Kata Emily Dalam Batinnya.


" TENTU SAJA, AKU SELALU SIAP MEMBANTUMU," Kata Pampam pelan.


" SEPERTI BIASA. NANTI IBUNDAMU AKAN MENEMUIMU," kata Pampam Pelan.


" Terimakasih PAM," kata Emily Pelan.


" Sekali Lagi...Selamat Ulang Tahun Untukmu Mil," Ucap Pampam.


" Terimakasih Pampam." Kata Emily Pelan.


" Kalo Begitu Aku Permisi Dulu," Ucap Pampam Sebelum Pergi MeninggalakAn Emily.


" Apa Suamimu Akan Melakukan Hal Aneh Pada Putraku Kio," Tanya Melati Khawatir pada Keadaan Jacky.


" Aku Tidak Tau Mel, Mudah Mudahan Suamiku Tidak Melakukan Apa Pun Pada Jacky," Kata Kiona Lagi.


" Mudah Mudahan Saja," Kata Melati.


" Ya Sudah Kita Makan Saja kalo Begitu," Ucap Kiona Pelan.


" Aku Percaya...Suamiku Tidak Mungkin Menyakiti Orang Yang Tidak Bersalah," Kata Kiona Lagi.


" Ayo...Sayang Kita Makan Saja," ajak Kiona Lembut.


" Emily Mau Menunggu Papah dan Jacky Saja Mah, Mamah sama Tante Melati dan Tante Talia Duluan Saja," Kata Emily.


" Baiklah, Ayo.." Ajak Kiona Pada melati Dan Juga Talia..


30 MENIT KEMUDIAN....


Tak Lama Adam Dan Jacky Pun Keluar, Mereka Malah Tertawa...


Emily Melihat Itu Pun Merasa Aneh Karena Melihat Papah Dan Jacky Malah Tertawa Bersama.


Emily pun Menghampiri Keduanya...


" Papah...Jacky, Kalian Baik Baik saja Kan," Tanya Emily Merasa Aneh Melihat Kedekatan Papahnya Dengan Jacky yang Sesingkat Itu.


" Papah Baik Baik Saja Sayang, begitu Juga Jacky," Kata Adam Pelan.


" Bukankah Kau Mau Membawa Emily Ke suatu Tempat," Tanya Adam Pada Jacky dan Jacky Pun Mengangguk.


" Bawalah...Tapi Aku Minta Padamu, Jangan apa Apakan Putri Kecilku," Kata Adam Pelan.


" Jika Kau Melanggarnya, Aku Pastikan Kuburanmu Akan Ku kirim lebih Cepat," Kata Adam mengancam Jacky.


" Aku Tau...Dan aku tidak akan Pernah Merusak Gadis Yang Aku Cintai Om, Om Bisa Memegang Kata Kataku," Kata Jacky Pelan.


" Baiklah...Bawalah Emily, Tapi...Jangan Pulang Terlalu Malam," Kata Adam pelan.


" Papah.." Panggil Emily.


" Ada Apa.," Tanya Adam Penasaran dan Memperhatikan Emily Putri Kecilnya.


" Kau Pikir Aku Akan Menyakiti Jacky," Kata Adam.


" Sayang...Kau Tau Betul Siapa Papah," Kata Adam Lagi.


" Iya Aku Tau," Kata Emily Pelan dan Ia Berkaca Kaca Karena Merasa Bersalah Pada Papahnya Sudah Menaruh Curiga Padanya.


Emily Pun Memeluk Papahnya sayang.


" Maafkan Aku Pah," Ucap Emily Memeluk Papahnya.


" Tidak Apa apa Sayang," Kata Adam Lembut.


" Papah Tau...Papah Adalah Cinta pertama Untukku, Dan Selamanya akan seperti itu," Kata Emily Memeluk Papahnya.


" Maaf Jika Kasih Sayang Emily Dan Kakak Terbagi," Kata Emily Lagi.


" Namun Papah Harus Tau, Kasih Sayang Kami Tak Pernah Terbagi," Kata Emily Memeluk Papahnya.


Akila Yang Mendengar Itu Pun Menangis Dan Berlari Memeluk Papahnya.


ia mengerti kenapa Papahnya seperti itu..


" Maafkan Akila Juga Pah, Akila Juga Sayang Sama Papah, Cinta Dan Kasih Sayang Akila Akan selalu Menuju Untuk Papah," Kata Akila Memeluk Papahnya.


" Terimakasih Sayang," Kata Adam Menangis.


" terimakasih Sudah Mengatakan Hal Yang Terindah Pada Papah," Kata Adam Senang dan Memeluk Kedua Putrinya..